Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi - Kantor PT Federal International Finance. ANTARA/HO-FIF

Ilustrasi - Kantor PT Federal International Finance. ANTARA/HO-FIF

FIF Ungkap Pemicu Lonjakan Laba Bersih 58,6%

Minggu, 31 Juli 2022 | 10:25 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) di bidang pembiayaan, PT Federal International Finance (FIF) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 58,65% pada semester I-2022 menjadi Rp 1,51 triliun dibanding periode sama tahun 2021 yang mencapai Rp 949,27 miliar.

Pertumbuhan kinerja terlihat dari penyaluran pembiayaan FIF yang mencapai Rp 15,5 triliun atau tumbuh 0,6% dibandingkan semester I-2021 sebesar Rp 15,41 triliun.

Presiden Direktur FIF Margono Tanuwijaya melalui keterangan tertulis, Minggu (31/7/2022), mengatakan bahwa perekonomian Indonesia yang perlahan-lahan bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19 berdampak positif bagi pembiayaan di sejumlah sektor.

Baca juga: Semester I-2022 Laba Adira Finance (ADMF) Tumbuh 40% Jadi Rp 661 Miliar

"Kelangkaan chip semikonduktor pada produksi sepeda motor berdampak kepada layanan pembiayaan sepeda motor baru kami. Kendati demikian, kami tetap terus optimis melihat kinerja lini bisnis lainnya yang menunjukkan pertumbuhan positif pada semester I tahun 2022," kata Margono.

Ia mengatakan, pada lini bisnis FIFAstra, kelangkaan chip semikonduktor berdampak negatif pada kinerja pembiayaan sepeda motor Honda baru, karena proses produksi tersebut tidak dapat mengimbangi permintaan masyarakat yang tinggi, sehingga masyarakat harus inden dengan jangka waktu yang lama.

Akibatnya kinerja pembiayaan sepeda motor turun 7,53% pada semester I-2022 menjadi Rp 9,38 triliun dibanding semester I-2021 sebesar Rp 10,15 triliun dengan booking unit turun 4,81% menjadi 549 ribu unit dari 577 ribu unit.

Namun, pada pembiayaan multiguna (DANAstra) tumbuh 16,02% menjadi Rp 5,71 triliun pada semester I-2022 dari sebelumnya Rp 4,92 triliun dengan jumlah booking 656 ribu unit, naik 0,28% dibandingkan semester I-2021 sebesar 654 ribu unit.

Baca juga: WOM Finance (WOMF) Hasilkan Kinerja Positif, Laba Bersih Tumbuh Signifikan

Pembiayaan multiproduk SPEKTRA, lanjutnya, juga tumbuh 11,08% menjadi Rp 337,6 miliar pada semester I-2022 dari periode sama tahun 2021 sebesar Rp 303,93 miliar dengan 57 ribu kontrak atau naik 4,32% dari semester I-2021 yang sebanyak 54 ribu kontrak.

Sementara itu, pembiayaan mikro FIF yang beroperasi sejak April 2022, hingga Juni 2022 FINATRA telah mencatatkan penyaluran sebesar Rp 22,14 miliar dengan jumlah booking unit sebanyak 229 kontrak.

Demikian pula, dengan bisnis pembiayaan syariah FIF yaitu AMITRA. Sejak dibukanya kembali pintu bagi jemaah internasional untuk ibadah haji maupun umrah oleh Arab Saudi, AMITRA membukukan penyaluran pembiayaan Rp 46,64 miliar pada semester I-2022, tumbuh 36,43% dibandingkan semester I-2021 yang hanya Rp 34,19 miliar.

Jumlah booking unit AMITRA juga melonjak 80,41% mencapai 2.791 kontrak dibanding periode sama tahun 2021 yang hanya mencapai 1.547 kontrak.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN