Menu
Sign in
@ Contact
Search
Best Syariah Awards 2022. (BeritaSatu Photo/Uthan MR)

Best Syariah Awards 2022. (BeritaSatu Photo/Uthan MR)

Best Syariah Awards 2022 Dorong Pengembangan Industri Keuangan Syariah

Kamis, 15 September 2022 | 15:36 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Majalah Investor kembali menyelenggarakan Best Syariah Awards 2022. Ajang ini menjadi yang ke-17 kalinya digelar sejak 2005. 

Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu mengatakan, pemeringkatan khusus bisnis dan produk syariah ini bertujuan mendorong industri keuangan syariah di Indonesia agar berkontribusi optimal sesuai potensinya yang sangat besar.

Baca juga: Asing Lepas SBN, Utang Luar Negeri Pemerintah Melanjutkan Penurunan

“Investor Syariah Award yang secara konsisten kami laksanakan setiap tahun sejak 2005 merupakan salah satu bentuk kontribusi BeritaSatu Media Holdings untuk turut membumikan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air,” ujar Primus, Kamis (15/9/2022).

Pemberian penghargaan didasarkan pada pemeringkatan dengan kriteria terukur yang ditentukan para juri ahli di bidangnya. Dalam penghargaan ini, bisnis syariah yang dinilai adalah bisnis syariah di sektor keuangan. Kategorinya terbagi atas perbankan, asuransi, multifinance, serta sejumlah produk investasi di pasar modal, yakni saham, obligasi, sukuk, dan reksa dana. Bisnis yang meraih peringkat tertinggi mendapatkan penghargaan.

Primus menyebutkan, ekonomi syariah di Indonesia sudah menorehkan sejumlah kemajuan. Pada Mei 2022, terdapat 523 institusi syariah di Indonesia dengan aset Rp 2.100 triliun, setara 11,5% dari total aset keuangan di Indonesia. Pada 2019, aset keuangan syariah baru sebesar Rp 1.468 triliun.

Dalam tiga tahun terakhir, terjadi kenaikan aset syariah di pasar modal sebesar 43%, nilainya per Juli 2022 mencapai Rp 1.283 triliun atau 61% dari total aset syariah di Indonesia. Peringkat kedua adalah aset perbankan syariah Rp 680 triliun atau 32%, dan sisanya aset syariah dari industri keuangan non-bank (IKNB).

Dari sisi kredit, pembiayaan bank syariah menunjukkan peningkatan selama pandemi. Pada 2020, pembiayaan syariah Rp 385 triliun, naik dari Rp 356 triliun pada 2019. Sedangkan pada 2021 naik lagi menjadi Rp 410 triliun dan pada Mei 2022 aset perbankan syariah sebesar Rp 432,8 triliun. Pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah Rp 432 triliun dan aset Rp 680 triliun.

“Rasio keuangan syariah menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pada Juli 2022, net performing loan (NPF) perbankan syariah 0,86%, capital adequacy ratio (CAR) 22,86%, BPO 79,4%, dan financial to deposit ratio (FDR) 72,5%. Ada ruang cukup besar untuk berkembang,” imbuh Primus.

Secara global, syariah perbankan masih lebih dominan dibanding jenis keuangan syariah lainnya. Pada 2021, aset Islamic Banking US$ 2.349 miliar atau 70% dari total keuangan syariah.

Baca juga: Nilai Ekspor Agustus 2022 Capai US$ 27,91 Miliar

“Keuangan syariah di Indonesia sudah menunjukkan kemajuan. Tetapi dibandingkan negara lain, Indonesia masih tertinggal meski penduduk beragama Islam di negeri ini adalah yang terbesar dibanding negara lain,” ujar Primus.

Dari sisi aset syariah, Iran berada di peringkat teratas dengan aset US$ 838 miliar. Peringkat kedua Saudi Arabia US$ 826 miliar, disusul Malaysia US$ 620 miliar, Uni Emirat Arab US$ 251 miliar, Qatar US$ 156 miliar, dan Indonesia di peringkat keenam, US$ 119 miliar.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com