Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi OJK. (Foto: Beritasatu Photo)

Ilustrasi OJK. (Foto: Beritasatu Photo)

Kebijakan Restrukturisasi Pembiayaan di Multifinance Berpotensi Tidak Diperpanjang

Senin, 19 September 2022 | 05:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Program restrukturisasi pembiayaan akibat pandemi Covid-19 di industri multifinance cenderung tidak akan diperpanjang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan itu didasarkan nilai restrukturisasi yang disebut terus melandai dan masukan dari pelaku industri.

Kepala Departemen Pengawas IKNB 2B OJK Bambang W Budiawan menyampaikan, saat ini OJK sedang mengkaji potensi perpanjangan kebijakan restrukturisasi pembiayaan akibat Covid-19. Arahnya, kebijakan bagi multifinance ini cenderung akan dihentikan karena beberapa hal.

Pertama, kata dia, mayoritas atau sekitar 80% pendanaan (funding) multifinance berasal dari perbankan. Jika kebijakan restrukturisasi terdampak Covid-19 di portofolio debitur-debitur multifinance dilanjutkan, ada potensi multifinance juga kembali minta restrukturisasi ke pihak perbankan.

Baca juga: Ini Syarat Multifinance Tarik Sepeda Motor karena Kredit Macet 

"Kita juga coba melihat kalau misalnya diperpanjang atau potensi tidak diperpanjang itu perlu dikaji dengan benar. Karena kalau diperpanjang ada potensi di sisi cost, ini ada potensi moral hazard, seolah-olah dampak pandemi ini berkepanjangan. Ini tidak bagus untuk perusahaan," kata Bambang, baru-baru ini.

Kemudian, indikator untuk tidak melanjutkan kebijakan ini dilihat dari tren restrukturisasi itu sendiri. Berdasarkan data OJK per 13 September 2022, nilai restrukturisasi pembiayaan di multifinance mencapai Rp 22,1 triliun untuk sekitar 650 kontrak pembiayaan. Nilai tersebut turun sekitar 55% dari sebesar Rp 46,1 triliun untuk sebanyak 2,68 juta kontrak. Diikuti dengan kualitas aset multifinance yang kian membaik.

"Dari usulan-usulan industri, sebenarnya dengan gejala trennya menurun dan flat mulai pertengahan Juni 2021, menunjukkan bahwa sebenarnya dibilang perlu? Tidak. Kita survei anggota industri itu (bilang) tidak perlu. Karena mereka sudah melihat gejalanya semakin baik dan geliat ekonomi di semester II-2022 ini semakin baik," beber Bambang.

Baca juga:  Laba Naik 26,7%, Multifinance Makin Tajir

Dia mengatakan, memang ada kecenderungan untuk OJK tidak melanjutkan relaksasi ini. Tapi ada relaksasi dalam kebijakan countercyclical tahun 2020 yang masih bisa bergulir karena dinilai mampu mendukung perbaikan kinerja industri, salah satunya yakni terkait eksposur pembiayaan kepada UMKM.

Bambang menuturkan, sederet kebijakan OJK untuk industri multifinance tetap menimbang situasi terkini seperti kenaikan harga BBM dan peningkatan inflasi. Apalagi dua hal tersebut memberi dampak pada kemampuan bayar angsuran bagi segmen debitur tertentu.

"Jadi saya pikir dengan kenaikan BBM, pricing-nya naik, lalu kecenderungan inflasi, memang sedikit double hit untuk perusahaan pembiayaan. Tapi saya rasa mereka sudah punya cara karena pada masa pandemi pun masih bisa bertahan," ujar dia.

Baca juga: Juni 2022, Piutang Pembiayaan Multifinance Capai Rp 405,95 T

Di sisi lain, Bambang menyatakan, tiga bulan lalu ada sekitar 20 perusahaan multifinance yang masih belum memenuhi batas minimum permodalan Rp 100 miliar. Berjalannya waktu sampai saat ini, tersisa sebanyak 15 multifinance yang masih belum mencapai batas ekuitas minimum.

"Ekuitas yang di bawah Rp 100 miliar, ada 15 perusahaan. Dua perusahaan syariah dan 13 perusahaan konvensional. Dari 13 perusahaan konvensional itu jika dikategorikan, akan selesai pada tahun ini ada tiga perusahaan," ungkap Bambang.

Dia menambahkan, sembilan multifinance diproyeksi baru bisa memenuhi modal sepanjang tahun 2023 jika dilihat dari rencana penyelesaian yang diserahkan ke OJK. Sehingga diasumsikan hanya ada satu multifinance yang akan gugur atau sulit untuk memenuhi modal minimum sampai akhir 2023.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com