Menu
Sign in
@ Contact
Search
(Kiri-kanan): Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono, Enterprise Risk Director BFI Finance Sigit Hendra Gunawan, dan Operations & Human Capital Director BFI Finance Andrew Adiwijanto dalam Public Expose PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) Tahun 2022 yang digelar daring, Kamis (27/10). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

(Kiri-kanan): Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono, Enterprise Risk Director BFI Finance Sigit Hendra Gunawan, dan Operations & Human Capital Director BFI Finance Andrew Adiwijanto dalam Public Expose PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) Tahun 2022 yang digelar daring, Kamis (27/10). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Laba Bersih BFI Finance Tumbuh 64,54% Hingga Kuartal III-2022, Tembus Rp 1,30 Triliun

Kamis, 27 Oktober 2022 | 16:16 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,30 triliun, atau tumbuh 64,54% secara year on year (yoy) hingga kuartal III-2022. Pada periode sama tahun lalu, laba bersih sebesar Rp 796,01 miliar.

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono menyampaikan, konsumsi masyarakat masih tumbuh dengan baik sampai kuartal III-2022. Seiring dengan dukungan pemerintah, sektor riil juga telah kembali aktif bergerak.

"Hal ini mendorong pertumbuhan kinerja yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Namun, kami akan tetap menjalankan pengelolaan manajemen risiko dengan kehati-hatian dan menjaga kualitas aset," ujar Sudjono dalam Public Expose BFI Finance 2022, Kamis (27/10).

Dia menerangkan, hingga September 2022, penyaluran pembiayaan baru (booking) mencapai Rp 13,7 triliun, atau tumbuh 48,3% (yoy). Nilai booking ini turut mengatrol penguatan laba setelah pajak sebesar 64,54% (yoy) menjadi Rp 1,30 triliun, dari Rp 796,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

BFI Finance juga melaporkan nilai aset tertinggi yang pernah diraih perusahaan sebesar Rp 20 triliun, tumbuh 36,6% (yoy). Pencapaian ini bahkan melampaui nilai aset yang tertinggi di masa prapandemi, yaitu Rp 19,1 triliun per 31 Desember 2018.

"Berkat pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien, pendapatan juga terkerek 29,6% (yoy) menjadi Rp 3,8 triliun. Persentase non performing financing (NPF)  BFI Finance juga masih stabil, dengan rasio bruto 1,09%. Persentase ini menempatkan rasio NPF masih jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yakni sebesar 2,60%, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 31 Agustus 2022.
 

Pembiayaan Kendaraan Roda Empat
Sementara itu, dari total piutang yang dikelola sebesar Rp 18,4 triliun, portofolio pembiayaan BFI Finance masih didominasi pembiayaan kendaraan roda empat sebesar 68,2% atau Rp 12,5 triliun. Berikutnya pembiayaan alat berat dan mesin dengan porsi 12,7%, pembiayaan kendaraan roda dua sebesar 11,3%, pembiayaan bersertifikat rumah dan ruko sebanyak 2,8%, serta pembiayaan syariah dan lainnya 5,0%.

"BFI Finance bersyukur dapat mempertahankan tren positif yang dicapai dan berharap dapat menjaga momentumnya hingga akhir tahun 2022. Dengan demikian, perusahaan dapat mencatatkan rekor pertumbuhan total aset dan laba bersih sepanjang tahun 2022," ujar Sudjono.

 

Editor : Ester Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com