Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hafid Hadeli, Adira Finance. Foto: IST

Hafid Hadeli, Adira Finance. Foto: IST

Adira Finance Bagi Dividen Rp 908 Miliar

NID, Minggu, 31 Maret 2019 | 21:16 WIB

JAKARTA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 908 miliar atau Rp 908 per lembar saham. Jumlah tersebut merupakan 50% dari laba bersih Adira Finance tahun 2018 yang sebesar Rp 1,82 triliun.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan, pembagian dividen tersebut akan dilakukan pada 30 April 2019. Dalam RUPST tersebut juga memtuskan untuk menyisihkan Rp 18,2 miliar atau 1% dari laba bersih untuk menambah cadangan umum sesuai Undang- Undang Perseroan Terbatas. "Adira Finance telah konsisten dalam memberikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham," kata Hafid dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Jumat (29/3).

RUPST perseroan juga telah menyetujui laporan tahunan perusahaan tahun buku 2018, pengesahan laporan keuangan perusahaan tahun buku 2018 yang telah diaudit dan juga mengesahkan laporan tugas pengawas dewan komisaris perusahaan untuk tahun buku 2018.

Terakhir, perseroan juga melaporkan penggunaan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan IV Adira Finance Tahap III tahun 2018 senilai Rp 2,26 triliun, obligasi berkelanjutan IV tahap IV tahun 2019 senilai Rp 618 miliar, dan sukuk mudharabah berkelanjutan III tahap III tahun 2019 sebesar Rp 214 miliar.

"Setelah biaya penerbitan, dana hasil dari penerbitan obligasi tersebut digunakan untuk mendanai pembiayaan baru," ujar Hafid.

Hingga akhir Desember 2018, pembiayaan baru yang telah disalurkan Adira tercatat mencapai Rp 38,2 triliun, tumbuh 17% (year on year/yoy). Khusus untuk pembiayaan mobil sepanjang tahun 2018 tumbuh 23% (yoy).

Pertumbuhan tersebut disumbang dari pembiayaan mobil baru yang naik 27% menjadi Rp 10 triliun. Mobil komersial baru meningkat 43% menjadi Rp 5,6 triliun, sedangkan pertumbuhan mobil penumpang baru sebesar 10% (yoy) menjadi Rp 4,5 triliun.

Segmen mobil bekas tumbuh 18% (yoy) menjadi Rp 6,8 triliun, sebagian besar didorong oleh pertumbuhan mobil penumpang bekas sebesar 23% (yoy). Kemudian, untuk segmen sepeda motor mencatat pertumbuhan sebesar 15% menjadi Rp 19 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dari pembiayaan motor baru sebesar 20% (yoy), sehingga perseroan membukukan kenaikan pangsa pasar sebesar 60 bps menjadi 11,8% pada tahun 2018. Hafid menjelaskan, perseoan menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru tahun ini meningkat 5-10%. Target tersebut cenderung konservatif karena kondisi ekonomi yang dirasakan tahun ini masih menantang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA