Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli (tengah), Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kanan), dan Corporate Secretary Adira Finance Perry B Slangor (kiri)  seusai paparan kinerja Adira Finance di Jakarta, Senin (29/7). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Pesiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli (tengah), Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kanan), dan Corporate Secretary Adira Finance Perry B Slangor (kiri) seusai paparan kinerja Adira Finance di Jakarta, Senin (29/7). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Adira Finance Salurkan Pembiayaan Baru Rp 5,4 Triliun

Jumat, 30 April 2021 | 16:02 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menyalurkan  pembiayaan baru sebesar Rp 5,4 triliun sepanjang kuartal I-2021, atau mengalami penurunan 35,6% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan tersebut sejalan dengan kondisi industri otomotif yang juga terkontraksi.

Kondisi perekonomian domestik yang masih lesu turut berdampak pada  penjualan  industri otomotif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan wholesale mobil baru dan sepeda motor baru domestik pada kuartal I/2021 masing-masing   187.000 unit dan 1,3 juta unit. Dengan demikian, masing-masing jenis kendaraan  mengalami penurunan penjualan 21% (yoy) dan  18% (yoy).

Secara keseluruhan, proporsi pembiayaan baru untuk segmen mobil, sepeda motor, dan non-otomotif masing-masing berkontribusi sebesar 37%, 45%, dan 18% terhadap total pembiayaan.

"Kita mengalami penurunan banyak (di kuartal I-2021), di kuartal I-2020 itu baru Maret akhir kita mengalami banyak PSBB, relatif penurunan cukup dalam dibanding kuartal I-2020. Roda dua turun 18%, roda empat turun 21%. Penjualan turun 35% di kuartal I ini jadi Rp 5,4 triliun dari Rp 8,4 triliun kuartal I-2020," jelas Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli dalam konferensi pers, Jumat (30/4).

Selain akibat faktor pandemi Covid-19, penurunan penjualan juga terjadi karena  manajemen lebih berhati-hati dalam melakukan akuisisi pembiayaan baru pada kuartal I-2021. Hal ini  untuk menghindari peningkatan risiko kredit. Dengan demikian, total piutang yang dikelola perseroan sebesar Rp 41,9 triliun, turun 23,3% (yoy).

Untuk mendorong penjualan industri otomotif, pemerintah telah mengeluarkan program insentif PPNBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) untuk segmen mobil penumpang di bawah 2.500 cc. Kebijakan ini  berlaku dalam 3 tahapan periode hingga Desember 2021, dengan potongan diskon yang berbeda  pada setiap periode. 

Kebijakan ini diharapkan  berdampak pada penurunan harga mobil di pasar sehingga menjadi lebih terjangkau. "Kami berharap dengan adanya kebijakan ini dapat mendongkrak pembiayaan baru perusahaan terlebih di bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri," sambung Hafid.

Untuk mendukung penjualan, Adira Finance juga memiliki program marketing Sahabat Flash Deal melalui channel digital kami yaitu momobil.idmomotor.id, serta Adiraku yang berlangsung sejak 5 April sampai 12 Mei mendatang. "Salah satu program yang ditawarkan adalah berupa bunga pembiayaan yang kompetitif dan point reward yang menarik," ujar Hafid.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN