Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua DK OJK Wimboh Santoso. Foto: IST

Ketua DK OJK Wimboh Santoso. Foto: IST

April, Piutang 'Multifinance' Kembali Tumbuh Positif

Selasa, 1 Juni 2021 | 17:10 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Piutang pembiayaan perusahaan penyalur pembiayaan (multifinance) pada April 2021 tumbuh positif 0,27% secara bulanan (month to month/mtm) menjadi Rp 364,71 triliun, melanjutkan tren bulan sebelumnya setelah setahun penuh terkontraksi.

Mengacu pada statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance per Maret 2021 naik tipis 0,25% (mtm) menjadi Rp 362,70 triliun. Sebelum itu, terakhir kali multifinance mencatatkan pertumbuhan positif secara bulanan adalah pada Maret 2020 sebesar 0,04% (mtm) menjadi Rp 452,47 triliun.

Pertumbuhan piutang pembiayaan pada April 2021 ditopang pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, pembiayaan berdasarkan persetujuan OJK, dan pembiayaan dengan prinsip syariah. Sedangkan pembiayaan investasi menurun setelah sempat naik tipis pada Maret 2021.

Data OJK menunjukkan, pembiayaan modal kerja naik 3,01% (mtm) menjadi Rp 27,40 triliun. Kemudian meski tipis, pembiayaan multiguna untuk pertama kalinya tumbuh positif 0,09% (mtm) menjadi Rp 216,77 triliun. Pembiayaan berdasarkan persetujuan OJK (dana tunai) melonjak 10,28% (mtm) menjadi Rp 193 miliar.

Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah juga tumbuh tipis 0,30% (mtm) menjadi Rp 11,31 triliun. Lini bisnis itu utamanya didongkrak pembiayaan jasa, sedangkan pembiayaan jual beli dan pembiayaan investasi berdasarkan prinsip syariah relatif menurun. “Pembiayaan investasi menjadi satu-satunya lini yang tercatat menurun 0,05% (mtm) menjadi Rp 108,80 triliun,” demikian data OJK.

Sejumlah sektor ekonomi yang menjadi portofolio terbesar multifinance, menurut data OJK, secara konsisten naik dalam beberapa bulan terakhir. Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi, serta perawatan mobil dan sepeda motor sebagai kontributor terbesar pembiayaan, naik sejak Desember 2020. Peningkatan piutang pembiayaan paling signifikan  terjadi pada sektor sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang usaha lainnya.

Selain itu, pembiayaan pada sektor ekonomi pertanian, kehutanan, dan perikanan turut tumbuh konsisten sejak Januari 2021. Kemudian sektor jasa pun mampu merealisasikan pertumbuhan pembiayaan per April 2021. Namun, sejumlah tren positif tersebut tidak diikuti portofolio besar lain, seperti pembiayaan di sektor industri pengolahan, pengangkutan dan pergudangan, serta sektor rumah tangga.

Ditilik dari objek pembiayaan, berdasarkan OJK, ada realisasi pertumbuhan pada barang produktif, seperti mobil pengangkutan dan rumah kantor bekas per April 2021. Sedangkan barang produktif lainnya, seperti alat berat, mesin-mesin, dan rumah toko baru tidak melanjutkan tren peningkatan pembiayaan yang sempat dicatatkan pada Maret 2021.

Seluruh lini pembiayaan pada barang infrastruktur juga tidak menunjukkan pertumbuhan. Tapi di sisi lain, relaksasi pajak yang diberikan pemerintah berbuah positif bagi realisasi pembiayaan barang konsumsi, seperti motor dan mobil. Motor baru dan bekas masing-masing tumbuh 0,86% (mtm) dan 7,64% (mtm) per April 2021. Sedangkan mobil baru dan berkas masing-masing tumbuh 0,42% (mtm) dan 0,78% (mtm).

Meski demikian, menurut data OJK, tren positif belum terlihat pada realisasi pembiayaan barang konsumsi lain, seperti rumah tinggal baru pertama, kedua, dan seterusnya. Begitupun pembiayaan rumah tinggal bekas kedua dan seterusnya. Catatan pertumbuhan hanya ditorehkan rumah tinggal bekas pertama 7,67% (mtm) dan pembiayaan alat-alat rumah tangga, baik elektronik 30,78% (mtm) maupun non-elektronik 25,14% (mtm).

Pemulihan Berlanjut

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menilai, pemulihan ekonomi global terus berlanjut seiring pulihnya aktivitas perekonomian negara ekonomi utama dunia. Di dalam negeri, indikator perekonomian, baik sektor rumah tangga maupun korporasi mengindikasikan perbaikan. “Mobilitas penduduk pada kuartal II-2021 meningkat signifikan. Ini diharapkan turut mempercepat pemulihan ekonomi,” ujar Wimboh.

OJK, kata Wimboh Santoso, terus menjaga sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional dengan senantiasa bersinergi bersama para pemangku kepentingan dalam mengeluarkan berbagai kebijakan. OJK juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menerbitkan kebijakan yang membantu mempercepat pemulihan ekonomi di daerah, serta mendorong potensi ekonomi alternatif baru sesuai keunggulan masing-masing daerah.

"Berbagai kebijakan dikeluarkan OJK, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Stimulus yang dikeluarkan berhasil mendongkrak laju penjualan mobil pada April 2021 yang masih tinggi, yaitu sebanyak 78,91 ribu unit," kata dia melalui keterangan tertulis yang dikutip Investor Daily, Selasa (1/6).

Dia menuturkan, profil risiko lembaga jasa keuangan, termasuk multifinance pada April 2021 terjaga pada level yang terkendali. Misalnya gearing ratio industri multifinance yang terjaga di atas threshold sebesar 2,02 kali. Meski kembali meningkat, pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) tercatat di level 3,88%.

Sampai 24 Mei 2021, multifinance melakukan restrukturisasi pembiayaan sebesar Rp 202,66 triliun terhadap 5,11 juta kontrak. “Peran restrukturisasi sangat besar dalam rangka menekan NPF multifinance sehingga stabilitas sektor jasa keuangan terjaga baik,” tegas dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN