Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) didampingi Executive Vice President of Consumer Loan Division BCA Felicia M Simon dan Direktur BBCA Vera Eve Lim saat mengunjungi salah satu booth di BCA Expo 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (26/10).

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) didampingi Executive Vice President of Consumer Loan Division BCA Felicia M Simon dan Direktur BBCA Vera Eve Lim saat mengunjungi salah satu booth di BCA Expo 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (26/10).

BCA Tak Tekan Anak Usaha Pembiayaan Lampaui Target

Fajar Widhiyanto, Sabtu, 26 Oktober 2019 | 15:37 WIB

 

Kelompok usaha BCA Group memahami rendahnya daya beli masyatakat dalam kurun waktu dua tahun terakhir akibat lesunya perekonomian, sehingga PT Bank Central Asia Tbk (BCA) selaku induk usaha tidak menekan anak usaha di sektor pembiayaan, BCA Finance dan Central Setosa Multifinance (BCA Multifinance) untuk melampaui target kucuran kredit pembiayaan di tahun ini.

Disampaikan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, di saat komoditas seperti produk tambang dan minyak sawit tengah berjaya di pasaran global, bisnis pembiayaan mlik Grup BCA ikut menimang manisnya pendapatan serta pertumbuhan usaha. Khususnya dari bisnis pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

“Tapi kita tahu sejak tahun 2014 kan turun drastis. Kita lihat kredit kedaraan bermotor tahun ini turun 1,5% karena terutama oleh motor, karena permintaannya lemah. Jadi kita harus cari alternatif lain, financing yang bukan motor,” ujar Jahja di sela ajang BCA Expo 2019 di ICE BSD Tangerang Selatan, Sabtu (26/10).

Salah satu alternatif upaya peningkatan pertumbuhan bisnis pembiayaan di BCA, kata Jahja, perseroan menyiapkan anak usaha pembiayaan lainnya, PT Central Sentosa multifinance (BCA Multifinance) untuk memberikan pemibayaan non motor termasuk multiguna. “Di multifinance kita harap ada terobosan baru,” ujarnya.

Namun demikian pihaknya tak akan menekan kedua anak usaha pembiayaan tersebut untuk menghasilkan pertumbuhan melampaui target yang sudah dicapai sebelumnya. Menurut Jahja, kredit tidak bisa dipaksa untuk bertumbuh di saat pasar sedang lesu, karena akan berisiko pada tingginya non performing loans atau kredit bermasalah.

“Kredit itu paling pantang dipaksa. Kalau nggak mau NPL (naik). Jadi harus lihat bagaimana daya absorbsi pasar. Kalau pasar kuat, yes kita geber (pembiayaan). Kalau pasar lagi lemah jangan sekali-kali digeber. Kalau tahun ini turun tak apa-apa, tahun depan masih ada waktu,” imbuhnya.

Sebelumnya dalam kesempatan berbeda Direktur BCA Finance Petrus Karim kepada Majalah Investor pernah mengemukakan bahwa target kucuran pembiayaan di tahun ini akan sama dengan tahun 2018 lalu, sebesar Rp33,5 triliun.

“Target kita sih sama seperti tahun lalu, tidak turun dan tidak naik, Rp33,5 triliun. Kita bertahan. Tapi pencapaiannya memang turun. Kita masih berusaha untuk 3-4 bulan ini, apakah bisa memenuhi target yang ada,” kata Petrus medio September lalu.

“Besar harapan kita tercapai. Tapi kita industri pembiayaan adalah industri pendukung untuk otomotif. Yang jadi masalah industri otomotif sudah mengumumkan terjadi penurunan, belasan persen. Kita gak bisa memaksakan dong ya,' katanya saat itu.

Pihaknya berharap lewat sejumlah program kerja sama dengan perusahaan indusk seperti BCA Expo bisa ikut menopang pertumbuhan kucuran kredit perusahaan.

 

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA