Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BFI Finance

BFI Finance

BFI Finance Cetak Lonjakan Penyaluran Pembiayaan Baru Menjadi Rp 1,33 Triliun

Kamis, 12 November 2020 | 15:54 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) membukukan lonjakan penyaluran pembiayan baru pada kuartal III-2020. Lonjakan didukung atas mulai pulihnya aktivitas ekonomi dalam negeri dan kian terkendalinya rasio pembiayaan bermasalah dari pandemi Covid-19.

Lonjakan bisnis pembiayaan tersebut terlihat dari keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan pembiayaan menjadi Rp 1,33 triliun pada kuartal-III 2020, dibandingkan kuartal-II hanya mencapai Rp 57 miliar.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan BFI Finance Sudjono menjelaskan, peningkatan pembiayaan ini sejalan dengan aktivitas ekonomi saat ini yang berangsur pulih. Hal itu terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah yang terkendali dengan berbagai inisiatif yang dijalankan perseroan.

“Volume pembiayaan menunjukkan tren positif selama kuartal III. Kami berharap kondisi ini dapat terus ditingkatkan di bulan-bulan mendatang selama kondisi eksternal mendukung, seperti tidak adanya lockdown yang membuat kegiatan ekonomi tidak bisa sepenuhnya berjalan,” ujarnya saat paparan publik yang digelar virtual di Jakarta, Kamis (12/11).

Sudjono menambahkan, rebound ini menunjukan hal positif di tengah pandemi yang berdampak pada resesi perekonomian Indonesia. Adapun, saat pandemi perseroan sempat menutup 38 gerai di berbagai daerah di Indonesia. BFI Finance memiliki 153 gerai dengan 232 cabang yang sebagian besar berlokasi di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. “Setelah semuanya kembali normal, kami akan membuka kembali gerai tersebut,”ujarnya.

Apabila pandemi Covid-19 mereda tahun 2021, dia mengatakan, perseroan telah menyiapkan berbagai strategi demi mengembalikan bisnisnya kembali ke kondisi semula. Di antaranya menyelesaikan seluruh restrukturisasi piutang pada masa pandemi covid19. Dari segi operasional, perseroan akan memutakhirkan seluruh sistemnya dengan penerapan teknologi berbasis data.

“Selain itu, kami akan memanfaatkan peluang bisnis ditengah perbaikan ekonomi makro, termasuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh sebagian kompetitor. Hal ini akan diwujudkan dengan terus mencari peluang bisnis baru,” kata dia.

Hingga September 2020, emiten berkode saham BFIN ini mampu mencetak pendapatan sebesar Rp 3,50 triliun serta laba bersih sebesar Rp 520,63 miliar. Sedangkan rasio non-performing financing (NPF) menunjukan perbaikan menjadi 2,67% per 30 September dari kuartal sebelumnya sebesar 3,73% pada Juni 2020. Tren rasio NPF tersebut masih di bawah rata-rata industri pembiayaan. Hal tersebut merujuk pada data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2020 lalu, yakni 5,23%.

Hingga kini, perseroan tetap menjaga kecukupan pencadangan piutang yang diragukan di atas kondisi normal dengan nilai cadangan saat ini mencapai 6,5% dari total piutang pembiayaan, atau setara 2,4 kali dari total NPF, adapun hal ini meningkat dari 1,6 kali di kuartal sebelumnya. “Pencadangan kerugian itu menunjukkan kehati-hatian perseroan dalam pengelolaan risiko pembiayaan dan risiko keuangan agar tetap prudent di tengah ketidakpastian,”.

BFI Finance membukukan piutang pembiayaan bersih senilai Rp13,52 triliun. Komposisi piutang pembiayaan yang dikelola sebesar 71,2% didominasi oleh pembiayaan mobil bekas. Selain itu komposisi piutang pembiayaan lainnya terdiri dari alat berat dan mesin 14,3%, motor bekas 9,9%, serta diikuti oleh mobil baru, property backed financing (PBF), dan syariah 4,6%

Subsidi Bunga Rp 67 Miliar

Sedangkan aspek restrukturisasi, dia mengatakan, sejak April hingga Agustus 2020 lalu, BFI Finance berhasil merelaksasi piutang sebanyak 35,5% dari total pembiayaan perseroan. Berdasarkan jenisnya, restrukturisasi terbanyak perpanjangan tenor sebanyak 68% dengan kelonggaran pembayaran pokok di awal. “Diharapkan konsumen yang telah memperoleh relaksasi pembiayaan tersebut dapat memperbaiki kondisi keuangannya dan beradaptasi dengan kondisi “new normal” saat ini, paparnya.

Sebagai upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Perseroan telah menyalurkan subsidi bunga dari pemerintah kepada lebih dari 69 ribu konsumen dengan nilai sebesar lebih dari Rp 67 miliar kepada konsumen BFI Finance yang memenuhi kriteria subsidi dari pemerintah.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN