Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BFI Finance

BFI Finance

BFI Finance Rilis Obligasi Rp 600 Miliar

Jumat, 23 April 2021 | 10:24 WIB
Lona Olavia

 

JAKARTA, investor.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2021 dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp 600 miliar. Penerbitan obligasi ini sebagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V dengan total target penghimpunan dana sebesar Rp 6 triliun yang telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengutip prospektus yang disampaikan di Investor Daily, Jumat (23/4) bahwa dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan perseroan seluruhnya untuk modal kerja berupa pembiayaan investasi, modal kerja dan multi guna (selain pembiayaan berbasis syariah) sebagaimana yang ditentukan oleh izin perseroan.

Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2021 ditawarkan dalam dua seri, yakni Obligasi Seri A berjangka waktu 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi, sementara Obligasi Seri B berjangka waktu tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi.

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulanan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2021. Pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo adalah pada tanggal 5 Juni 2022 untuk Obligasi Seri A, dan 25 Mei 2024 untuk Obligasi Seri B.

Adapun masa penawaran awal Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2021 dimulai dari tanggal 26 April 2021 sampai dengan 5 Mei 2021. Sementara, perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 27 Mei 2021.

Dalam penerbitan obligasi ini, perseroan menunjuk lima Penjamin Pelaksana Emisi yakni, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Dalam hal ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ditunjuk sebagai Wali Amanat.

BFI Finance memperoleh hasil pemeringkatan efek jangka panjang dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) dengan peringkat ‘A+(idn)’.

Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan BFI Finance Sudjono mengatakan, BFI Finance sudah melakukan penerbitan Obligasi sejak tahun 2007 dengan total nilai emisi lebih dari Rp 11 triliun sampai dengan tanggal 30 Juni 2020.

Diketahui, BFI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang berfokus pada pembiayaan dengan beragam tujuan seperti investasi, modal kerja dan multiguna, dengan jaminan berupa kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, alat-alat berat, mesin-mesin, properti, dan sebagainya.

Saat ini, BFI Finance telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia dengan jaringan dan cakupan produk terluas yang didukung oleh lebih dari 8.000 karyawan di lebih dari 300 outlet di seluruh wilayah Indonesia, dengan 45 di antaranya layanan pembiayaan syariah.

Hingga akhir 2020, BFI Finance Indonesia membukukan laba bersih senilai Rp 701,59 miliar sepanjang 2020. Laba itu turun 1,4% dibandingkan dengan laba bersih di tahun 2019. Namun, penurunan laba itu lebih baik dibandingkan rata-rata industri pembiayaan yang mengalami kontraksi laba 61,2% selama tahun 2020. Selain itu, BFIN mencatatkan nilai piutang pembiayaan bersih sebesar Rp 12,70 triliun.

Dari sisi kualitas aset, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) per 31 Desember 2020 tercatat angka 1,72%, lebih baik dari rata-rata industri dengan angka rasio 4,01%

Sementara untuk tahun 2021 ini, perusahaan pembiayaan tersebut menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru untuk tahun 2021 sebesar Rp 13,5 triliun. Target tersebut naik sekitar 75% dibandingkan  tahun 2020. Selain dari mobil bekas (used car) yang mendominasi pembiayaan, perseroan juga akan menggenjot segmen alat berat. Apalagi permintaan akan berat tengah menanjak akibat terpantik harga komoditas perkebunan maupun pertambangan, serta kegiatan konstruksi pada tahun ini. Untuk itu, pertumbuhan segmen pembiayaan alat berat ditargetkan di atas 20% pada 2021

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN