Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
FIF Group

FIF Group

FIF Proyeksikan Pembiayaan Terkoreksi 20%

Kamis, 1 Oktober 2020 | 12:48 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Federal International Finance (FIF Group) memproyeksikan pembiayaan tahun ini akan dipangkas 20% menjadi Rp 32 triliun. Selain itu, sampai September 2020 perseroan telah merestrukturisasi piutang pembiayaan mencapai Rp 12 triliun terhadap 930 ribu nasabah.

CEO FIF Group Margono Tanuwijaya menyampaikan, pihaknya memproyeksi sejumlah kinerja akan terkoreksi di tahun ini, total pembiayaan salah satunya. Namun demikian, aset digital dan basis data (database) nasabah menjadi aset berharga untuk memastikan kelangsungan bisnis perseroan selama pandemi Covid-19.

"Kalau penjualan tahun lalu Rp 40 triliun, tahun ini sepertinya jadi Rp 32 triliun, jadi kita pertahankan hanya turun 20%. Kalau dari strategi kita ada dua, efisiensi dan menjaga kualitas kredit," kata Margono pada acara konferensi pers virtual kinerja perusahaan Grup Astra, Kamis (1/10).

Proyeksi tersebut mengacu pada kinerja pembiayaan per Agustus 2020. Sampai saat itu, pembiayaan perseroan terkoreksi sebesar 19,0% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 21,4 triliun, atau lebih rendah dibandingkan periode sama tahun 2019 sebesar Rp 26,4 triliun.

Penurunan itu utamanya terjadi pada kuartal II-2020 yang tercatat terpangkas 41,7% secara kuartalan (quartal to quartal/qtq) atau hanya sebesar Rp 6 triliun, turun signifikan dibandingkan pengapian pada kuartal I-2020 sebesar Rp 10,2 triliun. Pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian secara luas menjadi penyebabnya.

Jika ditilik dari unit pemesanan (booking unit), kinerja FIF Group pun tercatat terkoreksi 20,6% (yoy), dari sebanyak 2,5 juta unit di Agustus 2019 menjadi sebanyak 1,9 juta unit di Agustus 2020. Sama halnya dengan pembiayaan, pandemi dan PSBB yang diberlakukan pada kuartal II-2020 menggerus penjualan perseroan. Penjualan turun 40,6% (qtq), dari sekitar 900 ribu unit di kuartal I-2020 menjadi sekitar 600 ribu unit di kuartal II-2020.

Dari gambaran kinerja pembiayaan tersebut, sampai paruh pertama tahun ini laba bersih perseroan tercatat turun 24,9% (yoy) menjadi sekitar Rp 900 miliar. Margono belum mau menyampaikan proyeksi laba bersih sampai akhir tahun ini.

Namun dia menerangkan, berkurangnya aktivitas di lapangan membuat perseroan terpaksa melakukan efisiensi dari aspek pemasaran (marketing). Tetapi, ditengah pandemi penting bagi perusahaan menjaga pangsa pasar pembiayaan sebesar 10-15%.

Margono mengatakan, strategi yang bakal dijalankan adalah dengan mengandalkan basis data para nasabah. "FIF ini punya database yang cukup besar. Saat ini kita punya sekitar 5 juta nasabah aktif. Sejak berdiri, kita punya sekitar 12 juta data nasabah. Itu menjadi aset yang sangat berharga, dengan database sebanyak itu kita bisa melakukan aktivitas penawaran dengan sangat baik," ucap dia.

Dengan begitu, kata Margono, setidaknya pembiayaan dan laba bersih tidak terperosok terlalu dalam di akhir tahun 2020. Adapun penggunaan basis data itu pun telah terbukti dari kontribusi 95% nasabah elektronik dan 90% nasabah multiguna yang juga tercatat sebagai nasabah eksisting perseroan.

Dia mengemukakan, strategi lainnya untuk memastikan bisnis tetap berlangsung adalah menjaga kualitas kredit. Per Juli 2020, pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) tercatat di level 1,11%. Nilai itu jauh lebih rendah dari rata-rata industri yang dicatatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 5,60%.

Meski lebih baik dari industri, sambung Margono, pihaknya memprediksi NPF bisa melonjak jika pandemi tidak segera berakhir.

"Sementara mengenai NPF saya rasa bisa naik lagi, karena kita tidak tau Covid-19 ini bisa berakhir kapan. Semakin lama maka akan berpengaruh terhadap daya beli atau kemampuan bayar nasabah. Soal angkanya kita tidak tahu akan menjadi berapa. Kita berharap pandemi ini segera berakhir," terang dia.

Restrukturisasi Pembiayaan
Sementara itu, Margono menyampaikan, FIF Group turut melaksanakan restrukturisasi pembiayaan sebagai dukungan perseroan terhadap kebijakan pemerintah, sekaligus bukti bahwa perseroan pun mengerti akan kesulitan yang dialami para nasabah. Dari total 5 juta nasabah aktif, setidaknya perseroan telah melakukan restrukturisasi hampir 20% atau sebanyak 930 ribu nasabah.

"Dari total kita punya Rp 50 triliun piutang pembiayaan, kita restrukturisasi Rp 12 triliun. Dengan kondisi seperti ini kita manfaatkan aset digital kita. Ini adalah suatu pekerjaan yang luar biasa, dimana kita tidak bisa bertemu dengan nasabah secara langsung. Dalam waktu tiga bulan kita hampir merestrukturisasi hampir satu juta customers," kata Margono.

Dia menambahkan, FIF Group mengerahkan semua aset digital seperti web, chat bot, dan sebagainya untuk mempercepat proses restrukturisasi. Kebijakan itu telah dilakukan secara maksimal di tengah mobilisasi perseroan yang terbatas saat pandemi Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN