Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi pada acara Media Gathering dan Buka Puasa Bersama secara virtual, Rabu (5/5). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi pada acara Media Gathering dan Buka Puasa Bersama secara virtual, Rabu (5/5). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Investree Syariah Sasar Pembiayaan Baru Rp 320 Miliar

Kamis, 6 Mei 2021 | 09:33 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Investree Radhika Jaya (Investree) melalui Investree Syariah menyasar pembiayaan baru sebesar Rp 320 miliar atau naik sekitar 50% secara tahunan (year on year/yoy) di tahun 2021. Memperbesar kontribusi pendana (lender) institusi menjadi salah satu strategi untuk mencapainya.

VP Sharia Investree Arief Mediadianto menyampaikan, sektor perdagangan bisa jadi masih akan mendominasi portofolio pembiayaan syariah di tahun ini. Tetapi sektor industri lain seperti IT services juga berpotensi memperbesar portofolio di Investree Syariah yang tumbuh baik sepanjang pandemi tahun 2020. Industri tersebut dipercaya akan ikut mendongkrak pertumbuhan pembiayaan di tahun ini.

"Target pembiayaan Investree Syariah di akhir tahun nanti itu sebesar Rp 320 miliar. Alhamdulillah naik 50% dari akhir tahun lalu sebesar Rp 220 miliar. Jadi sesuai dengan target kita, Investree Syariah bisa berkontribusi lebih dari 7% dari portofolio pembiayaan Investree," kata Arief pada acara Media Gathering dan Buka Puasa Bersama secara virtual, Rabu (5/5).

Media Gathering dan Buka Puasa Bersama secara virtual, Rabu (5/5).
Media Gathering dan Buka Puasa Bersama secara virtual, Rabu (5/5).

Berdasarkan data Investree, sampai dengan kuartal I-2021 akumulasi pembiayaan syariah mencapai Rp 384,84 miliar. Pembiayaan sebesar Rp 229,8 miliar disalurkan sepanjang tahun 2020 kepada 163 peminjam (borrowers), dengan kontribusi 3.228 lenders.

Nilai itu mencakup 7,2% dari total pembiayaan Investree di tahun lalu atau merambah 13% pangsa pasar fintech p2p lending syariah di Indonesia.

Sementara itu, Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi berharap tahun ini porsi pembiayaan syariah bisa mengambil porsi di kisaran double digit terhadap total pembiayaan di Investree.

Adapun sepanjang kuartal I-2021, perseroan berhasil menyalurkan Rp 10 miliar dan diproyeksi meningkat empat kali lipat pada kuartal II-2021 dengan ikut memanfaatkan momen Ramadan.

"Kita harapkan di kuartal II-2021 itu bisa tumbuh di angka Rp 50 miliar. Ini tentunya kita lihat potensi-potensi kolaborasi. Misalnya dengan Dompet Dhuafa dan ekosistem lainnya. Jadi memang di kuartal II-2021 ini pembiayaan didorong kehadiran Ramadan dan kita cukup optimis di kuartal II-2021 tumbuh empat kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya," beber Adrian.

Dia juga memaparkan, setidaknya ada tiga fokus yang dijalankan perusahaan untuk menggenjot pembiayaan syariah di tahun ini. Pertama, pendanaan oleh lender institusi. Pihaknya melihat potensi besar untuk terus membangun skalabilitas dengan berkolaborasi bersama bank umum syariah dan BPR/BPD Syariah.

Adrian menuturkan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan BRI Syariah yang kini menjadi bagian dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Finalisasi potensi kolaborasi dengan BSI kini sedang dilakukan perseroan, begitu juga penjajakan dengan BPR/BPD Syariah.

"Kerja sama yang sudah dijalankan dengan BRI Syariah, adanya penggabungan di dalam BSI diharapkan bisa memperbesar porsi atau kontribusi terhadap portofolio pendanaan syariah. Kemudian kita melihat potensi BPR/BPD Syariah dan sudah melakukan diskusi mendalam. Semoga di kuartal II-2021 ada yang bisa direalisasi sehingga memperkaya pendanaan di sisi syariah," terang Adrian.

Dengan begitu, kata dia, Investree berharap porsi lender institusi bisa terkerek hingga 60% dan porsi lender ritel mulai terjaga di posisi 40%. Hal itu juga yang diterapkan pada strategi dan fokus bisnis syariah perusahaan.

Lebih lanjut, Adrian mengemukakan, fokus kedua adalah membangun kolaborasi yang lebih erat bersama ekosistem halal. Sedangkan fokus ketiga terkait beberapa produk syariah baru yang bakal diluncurkan. Tentunya produk akan mendukung pembiayaan supply chain secara digital tapi tetap berbasis syariah.

Di samping itu, Investree turut menanggapi rencana kehadiran regulasi terbaru untuk fintech p2p lending yang kini sedang diramu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adrian menilai, hal terpenting dari kehadiran regulasi baru adalah tetap mendukung adanya inovasi. Karena fintech adalah industri baru, terlebih yang berbasis syariah.

"Harapannya dengan adanya regulasi baru dari OJK bisa meningkatkan inovasi-inovasi di bidang fintech syariah. Itu yang menjadi kunci sehingga mungkin bisa menjadi perbedaan. Kedua, harapannya bisa meningkatkan kolaborasi dengan baik, misalnya dengan perbankan syariah dan ekosistem digital untuk mendorong pertumbuhan fintech syariah," tandas dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN