Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jamkrindo Syariah. Sumber: bumn.go.id

Jamkrindo Syariah. Sumber: bumn.go.id

Jamkrindo Lakukan Penjaminan Rp 4,48 Triliun Kredit Modal Kerja PEN

Jumat, 9 Oktober 2020 | 23:09 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Jamkrindo sampai 8 Oktober 2020 mencatat telah melakukan penjaminan terhadap 236.227 debitur Kredit Modal Kerja (KMK) pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp 4,48 triliun. Penjaminan itu ditujukan dalam rangka menambah keyakinan bank menyalurkan kredit, khususnya modal kerja.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto mengatakan, Jamkrindo telah merealisasikan penjaminan PEN sebesar Rp 4,48 triliun. Adapun dengan rincian Jamkrindo sebesar Rp 3,47 triliun dan Jamkrindo Syariah sebesar Rp 1,015 triliun.

"Tujuan pemberian kredit modal kerja ini adalah untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, khususnya para pelaku UMKM,” ujar Randi dalam siaran pers, Jumat (9/10).

Dirut PT Jamkrindo, Randi Anto dalam diskusi Zooming with Primus: Jurus BUMN Menghadapi New Normal Kamis (11/6/2020). Sumber: BSTV
Dirut PT Jamkrindo, Randi Anto.Sumber: BSTV

Selain itu, dia menyampaikan, program penjaminan KMK dalam rangka PEN sangat dibutuhkan untuk menambah keyakinan (confidence) perbankan dalam menyalurkan kredit modal kerja. Sampai saat ini Jamkrindo telah bekerja sama dengan berbagai kalangan perbankan untuk mendorong agar program tersebut bisa berjalan dengan sukses.

Randi mengungkapkan, sampai dengan saat ini Jamkrindo telah menerima pengajuan penjaminan KMK dalam rangka PEN dari 23 Bank, baik bank BUMN, bank swasta, maupun bank syariah. Dengan semakin banyaknya Bank yang bekerja sama dengan perseroan, pihaknya berharap semakin banyak UMKM yang merasakan manfaat dari program PEN.

"Dengan jaringan pelayanan kami yang tersebar di 9 kantor wilayah, 56 kantor cabang, 16 kantor unit pelayanan, kami siap untuk mendukung program penjaminan KMK dalam rangka PEN ini," ujar dia.

Dia menjelaskan, skema penjaminan KMK UMKM telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan 71/2020. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menugaskan Jamkrindo dan Askrindo untuk melaksanakan penjaminan program PEN, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan negara, serta kesinambungan fiskal.

Adapun kriteria penerima jaminan dari perbankan yaitu harus memiliki reputasi yang baik. Kemudian kategori bank sehat dengan peringkat komposit satu atau peringkat komposit dua berdasarkan penilaian tingkat kesehatan OJK, serta sanggup menyediakan sistem informasi yang memadai dalam melaksanakan program penjaminan pemerintah.

Sedangkan untuk kriteria terjamin pelaku usaha UMKM, lanjut Randi, harus memiliki plafon pinjaman maksimal Rp 10 miliar per debitur termasuk tambahan fasilitas yang telah diterima. Kemudian, pinjaman yang dijamin mempunyai sertifikat pengamanannya diterbitkan paling lambat tanggal 30 November 2021 sampai selesainya tenor pinjaman tersebut.

Adapun tenor pinjaman yang diberikan bagi UMKM maksimal 3 tahun, tidak termasuk ke dalam daftar hitam nasional, serta memiliki performing loan lancar atau kolektibilitas satu maupun kolektibilitas dua dihitung per tanggal 29 Februari 2020. UMKM terjamin itu dapat berbentuk usaha perseorangan, koperasi, ataupun badan usaha.

Selain melakukan Penjaminan PEN, kata Randi, Jamkrindo tetap berkomitmen untuk tetap menyalurkan pinjaman kemitraan kepada mitra binaan. Hal itu bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian khususnya pengusaha mikro yang belum dapat akses perbankan. ”Kami tidak hanya memberikan kredit tetapi juga turut melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM mitra binaan,” kata Randi.

Untuk diketahui, Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan yang saat ini merupakan anggota holding Indonesia Financial Group (IFG) dengan induk holding PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Randi manambahkan, sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk senantiasa memberikan penjaminan bagi para mitra perbankan dan lembaga keuangan nonbank.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN