Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adira Finance

Adira Finance

Juni, Pembiayaan Adira Finance Tumbuh 4%

c04, Kamis, 4 Juli 2019 | 08:41 WIB

JAKARTA.investor.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat pembiayaan kedaraan bermotor mencapai Rp 18,4 triliun sampai dengan Juni 2019, tumbuh 4% secara year on year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan tersebut sejalan dengan penjualan kendaraan roda empat yang masih stagnan, namun kenaikan tetap terjadi pada pembiayaan kendaraan roda dua.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, duapertiga bisnis yang dikelola terkait dengan kendaraan baru. Melihat porsi tersebut, jika penjualan kendaraan baru menunjukan pelemahan, maka akan berdampak langsung pada bisnis. Meski demikian, secara keseluruhan bisnis kendaraan masih menunjukkan tren positif per Juni ini.

"Pembiayaan sampai Juni mencapai Rp 18,4 triliun atau tumbuh 4% (yoy). Kemarin kan situasinya roda dua masih tumbuh, sementara roda empat flat. Karena penjualan mobil selama semester I ini turun, double digit turunnya di atas 10% untuk kendaraan baru," jelas Made di Jakarta, Rabu (3/7).

Dia menjelaskan, pembiayaan roda dua hingga Juni masih tumbuh sekitar 8% (yoy). Hal tersebut merupakan masa pemulihan setelah anjlok beberapa tahun sebelumnya. "Dia (roda dua) sudah lama tidak tumbuh kan, masih recover. Jauh dari target pertumbuhan 8 juta unit, (saat ini) kami masih bicara di 6 juta unit," ungkap Made.

Dari pertumbuhan itu, jelas dia, pembiayaan roda dua Honda masih mendominasi sebesar 75%, sementara pembiayaan roda dua Yamaha sebesar 23%. Asosiasi sempat memproyeksikan akan tumbuh 5%-10% pada akhir tahun. "Kalau kami lihat data sekarang sekitar 8%. Kelihatannya masih bisa tumbuh, positif," ujar Made.

Melihat situasi tersebut, Made mengatakan, pihaknya memilih untuk lebih menyeimbangkan pertumbuhan dan kualitas aset. "Selalu dalam situasi begini ya kami tetap masih menjual dan hati-hati dengan kualitas aset. Nah ini ada yang naik dan ada yang melemah, kami coba untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan dan kualitas aset," ujar dia.

Sementara itu, Adira Finance mencatat non performing financing (NPF) atau rasio pembiayaan bermasalah masih di level 1,9% per Juni 2019. "Kami selalu coba NPF di bawah 2%," imbuh dia.

Di sisi lain, pembiayaan syariah juga mengalami pertumbuhan per Juni sebesar 8% (yoy) atau senilai Rp 4,2 triliun. Pertumbuhan ini masih ditopang oleh kendaraan roda dua. Meski demikian, pertumbuhan tersebut hanya dipengaruhi oleh pembiayaan pada buku baru.

"Syariah masih sebagian besar roda dua. Kalau syariah loan masih turun sedikit. Biarpun pembiayaan barunya naik, cuma outstanding turun. Karena banyak yang lunas kan. Tapi kalau dilihat buku pembiayaan baru mulai tumbuh," ujar Made.

Terkait pembiayaan pada semester II, dia menjelaskan, Adira Finance masih terus berkeja keras dalam memilih sumber pembiayaan. Mekipun diproyeksi pendanaan memadai, perusahaan akan lebih selektif dengan melihat kondisi pasar.

"So far, kami melihat pendanaannya cukup. Adira selalu mencari sumber pendanaan baru. Yang mana lebih optimal itu yang kami cari. Jadi, setiap saat kami evaluasi. Mana (surat utang/obligasi) yang lebih kompetitif dan resiko rendah. Kami melihat kondisi pasar," jelas dia.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN