Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi: IST

Foto ilustrasi: IST

Kuartal I, BFI Finance Bukukan Laba Bersih 230 Miliar

Sabtu, 24 April 2021 | 05:14 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan laba bersih di kuartal I-2021 mencapai Rp 230 miliar atau tumbuh 26,8% secara kuartalan (quartal to quartal/qtq) dibandingkan kuartal IV-2020. Perseroan optimistis kinerja positif bisa berlanjut dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara ketat.

Finance Director BFI Finance Sudjono mengungkapkan, perusahaan sudah membuka seluruh keran pembiayaan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, mengingat perekonomian belum sepenuhnya stabil. Dengan begitu, penyaluran pembiayaan baru (booking) sampai kuartal I-2021 mampu tumbuh hingga 35,3% (qtq) menjadi Rp 2,93 triliun dibandingkan kuartal IV-2020.

“Peningkatan penyaluran pembiayaan ini menandakan ekonomi masyarakat mulai bergerak. Titik jenuh masyarakat untuk melawan dan bangkit dengan pola hidup yang baru semakin besar. Namun demikian, perhitungan terhadap semua risiko tetap kami lakukan secara cermat untuk menjaga kinerja perusahaan yang sehat,” tutur Sudjono melalui keterangannya, Jumat (23/4).

Sementara itu, pendapatan bersih perusahaan turun 1,1% (qtq) menjadi Rp 780 miliar. Penurunan itu dipengaruhi adanya penurunan rata-rata saldo piutang dan penurunan selisih bunga bersih. Adapun porsi pembiayaan paling besar adalah pembiayaan mobil bekas sebesar 72,1% disusul oleh alat berat dan mesin sebesar 13,9%.

Untuk pembiayaan motor bekas, perusahaan mencatat porsi 9,1%, dilanjuti pembiayaan mobil baru sebesar 1,9%. Sedangkan property backed financing (pembiayaan agunan properti) dan lainnya menyumbangkan 3% dari total piutang pembiayaan dikelola senilai Rp 13,6 triliun.

Selain pembiayaan mobil bekas, alat berat juga menjadi penyumbang portofolio penyaluran kredit cukup besar. Sudjono mengungkapkan, BFI Finance menargetkan pembiayaan alat berat sebesar 20% dengan melihat bahwa sektor konstruksi, pertambangan, agrikultur, dan kehutanan mulai menunjukkan geliat positif meski konservatif.

"Di kuartal II-2021 dan seterusnya nanti, kinerja baik ini akan terus kami pertahankan dan tingkatkan, dengan tetap mengawasi kelolaan risiko manajemen yang ketat karena bisnis pasca-pandemi akan memiliki tantangan yang berbeda," ucap Sudjono.   

Tingkatkan Cadangan
Dia pun memaparkan, porsi piutang restrukturisasi per 31 Maret 2021 telah mencapai Rp 3,6 triliun atau 26,5% dari total piutang yang dikelola. Jumlah tersebut menurun dari nilai tertinggi sebesar Rp 5,3 triliun di kuartal III-2020.


Program restrukturisasi itu tampaknya telah memberi dampak pada rasio non performing financing (NPF) perusahaan karena sejumlah konsumen tidak dapat memenuhi komitmen pembayaran angsurannya. NPF di kuartal I-2021 naik 55 basis points (bps) menjadi 2,3% dibandingkan kuartal IV-2020 sebesar 1,7%.

Untuk mengantisipasi situasi yang lebih buruk, kenaikan NPF itu direspon perusahaan dengan meningkatkan cadangan kerugian piutang dari 7,1% di akhir 2020 menjadi 7,5% di kuartal I-2021. Menurut Sudjono, hal tersebut membuktikan bahwa Perusahaan tidak pernah lengah dalam menjaga manajemen risiko yang hati-hati dan bijaksana di tengah kondisi saat ini.

Dia juga mengatakan, tingkat cadangan BFI Finance mencapai 3,3 kali besarnya piutang yang bermasalah. Angka tersebut dua kali rata-rata industri sesuai data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tercatat sebesar 1,6 kali.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN