Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adira Finance. Foto: IST.

Adira Finance. Foto: IST.

Kuartal I, Laba Bersih Adira Finance Rp 211 Miliar

Sabtu, 1 Mei 2021 | 04:25 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) sepanjang kuartal I-2021 membukukan laba bersih Rp 211 miliar, mengalami koreksi 59,4% secara tahunan (year on year/yoy). Pendapatan bunga bersih tercatat senilai Rp 1,3 triliun, turun 29,7% (yoy).

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Adira Finance tercatat sebesar 11,1% pada kuartal I-2021. Sedangkan beban operasional perseroan turun 9,4% (yoy) menjadi Rp 879 miliar karena perseroan telah melakukan langkah-langkah secara selektif untuk mengelola biaya operasional selama pandemi.

"Di samping itu, cost of credit pada kuartal I-2021 sebesar Rp 425 miliar. Dengan demikian, laba bersih Adira Finance setelah pajak dibukukan sebesar Rp 211 miliar, dengan ROA dan ROE masing-masing 2,8% dan 10,9%," ungkap Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/4).

Hafid menuturkan, perseroan menyalurkan total pembiayaan baru sebesar Rp 5,4 triliun, mengalami penurunan 35,6% (yoy). Penurunan tersebut sejalan dengan kondisi industri otomotif yang juga terkontraksi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan wholesale mobil baru dan sepeda motor baru domestik pada kuartal I masing-masing tercatat sebesar 187 ribu unit dan 1,3 juta unit, atau turun 21% (yoy) dan turun 18% (yoy).

Secara keseluruhan, proporsi pembiayaan baru untuk segmen mobil, sepeda motor dan non-otomotif masing-masing berkontribusi sebesar 37%, 45%, dan 18% terhadap total pembiayaan.

"Kita mengalami penurunan banyak di kuartal I-2020 itu baru Maret akhir mengalami banyak PSBB, relatif penurunan cukup dalam dibanding kuartal I-2020. Roda dua turun 18%, roda 4 turun 21%. Penjualan turun 35% di kuartal I ini jadi Rp 5,4 triliun dari Rp 8,4 triliun kuartal I-2020," jelas Hafid.

Adapun, selain faktor pandemi Covid-19 yang mengakibatkan penurunan penjualan adalah Adira Finance lebih berhati-hati dalam melakukan akuisisi pembiayaan baru pada kuartal I-2021 untuk menghadapi peningkatan risiko kredit. Dengan demikian, total piutang yang dikelola perusahaan sebesar Rp 41,9 triliun, turun 23,3% (yoy).

"Target tahun ini tumbuh 20-30% sampai akhir tahun," ujar Hafid.

Untuk mendorong penjualan industri otomotif, pemerintah telah mengeluarkan program insentif PPNBM untuk segmen mobil penumpang dibawah 2.500 cc yang berlangsung dengan 3 tahapan periode hingga Desember 2021 dengan potongan diskon yang berbeda di setiap periodenya. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan akan berdampak pada penurunan harga mobil di pasar sehingga menjadi lebih terjangkau.

"Kami berharap dengan adanya kebijakan ini dapat mendongkrak pembiayaan baru perusahaan terlebih di bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri," sambung Hafid.

Cari Pendanaan

Adira Finance
Adira Finance


Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menambahkan, perseroan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaannya melalui dukungan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induknya, Bank Danamon dan memperoleh pinjaman eksternal terdiri atas pinjaman bank dan obligasi. Pembiayaan bersama mewakili 43% dari piutang yang dikelola, tahun ini perseroan masih berencana mencari pendanaan.

"Mengenai pinjaman di luar joint financing yang jatuh tempo Rp 5,6 triliun, kami cari dana lebih dari itu untuk pertahankan pendanaan. Rencana selama 2021 kami cari dana Rp 6,8 triliun termasuk Rp 2,5 triliun dalam bentuk obligasi dan sukuk," terang Made.

Total pinjaman eksternal per 31 Maret 2021 tercatat sebesar Rp 13,4 triliun, dengan komposisi pinjaman eksternal kami terdiri atas 53% pinjaman bank baik onshore maupun offshore dan 47% berasal dari obligasi dan sukuk. Dibandingkan Maret 2020, pinjaman yang berasal dari pinjaman bank turun 43% (yoy) menjadi Rp 7,1 triliun, sementara pinjaman yang bersumber dari obligasi dan sukuk mudharabah turun sebesar 34% (yoy) menjadi Rp 6,3 triliun pada kuartal I-2021. Sementara, Gearing Ratio turun dari 3,0 kali menjadi 1,6 kali.

Restrukturisasi
Hingga akhir Maret 2021, jumlah nasabah yang pinjamannya telah direstrukturisasi ada sebanyak 831 ribu kontrak atau sekitar Rp 19 triliun mewakili sekitar 35% dari piutang yang dikelola per Februari 2020. "Kami restrukturisasi Rp 19 triliun atau 10% dari restrukturisasi nasional yang sebesar Rp 190 triliun," ucap Hafid.

Saat ini, lebih dari 80% dari pinjamanan nasabah yang telah direstrukturisasi telah mulai membayar kewajiban cicilannya. Sehingga, program restrukturisasi cukup berhasil membantu para debitur.

Pada tanggal 16 April 2021, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli atas pengambilalihan seluruh piutang dari U Finance dengan nilai transaksi sebesar Rp 704 miliar yang akan menambah aset piutang pembiayaan pada Adira Finance sekitar 2,5%.

Transaksi dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan aset perseroan di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif akibat dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan penjualan otomotif sepanjang tahun 2020.

 

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN