Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki saat konferensi pers paparan kinerja bisnis kuartal I-2021, Selasa (20/4). (ist)

EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki saat konferensi pers paparan kinerja bisnis kuartal I-2021, Selasa (20/4). (ist)

Kuartal I, Pembiayaan PNM Melesat 95,2%

Selasa, 20 April 2021 | 22:24 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM per kuartal I-2021 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 11,68 triliun atau meningkat 95,2% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja positif turut dicatatkan dari jumlah nasabah, kualitas pembiayaan, hingga laba bersih perseroan.

Berdasarkan data PNM, pembiayaan yang tumbuh pesat di awal tahun ini utamanya dipengaruhi penyaluran lini pembiayaan Mekaar yang naik 101,8% (yoy) menjadi Rp 10,92 triliun. Sedangkan pembiayaan ULaMM tumbuh 33,1% (yoy) menjadi Rp 761 miliar.

Kinerja penyaluran di kuartal I-2021 itu yang turut mendongkrak outstanding pembiayaan PNM menjadi Rp 26,37 triliun atau naik 46,0% (yoy). Adapun rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross bahkan turun menjadi 0,78% atau lebih baik dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 1,62%.

EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki menyampaikan, meningkatnya penyaluran pembiayaan di awal tahun 2021 tidak terlepas dari keunikan produk yang ditawarkan. Selain itu, dukungan dari tenaga pendamping (account officer/AO) juga memegang peranan penting.

"Dan ini tentu dari sisi produk lebih kompetitif. Lalu, dari jumlah pasarnya pada saat ekonomi turun itu kalau kita lihat dari laporan-laporan statistik pemerintah, tadi pengangguran meningkat, maka segmen pra sejahtera itu juga bertambah. Itu menjadi alasan juga bisnis PNM bisa tumbuh," kata Sunar saat konferensi pers paparan kinerja bisnis kuartal I-2021, Selasa (20/4).

Sejalan dengan meningkatnya penyaluran, jumlah nasabah PNM juga bertambah dengan pesat. Sampai kuartal I-2021, total nasabah tercatat sebanyak 8,98 juta atau tumbuh 38,1% (yoy). Terdiri dari 8,86 juta nasabah Mekaar dan sekitar 113 ribu nasabah ULaMM.

Sunar menambahkan, pihaknya optimistis bisa merambah total 10 juta nasabah untuk bisa mendapatkan pembiayaan di tahun ini. Oleh karena itu, PNM perlu memperkuat struktur pendanaan. Dari total Rp 24,74 triliun, porsi pendanaan dari pasar modal mencapai 61%, dari perbankan 28%, dan dari pemerintah 11%.

"Surat utang cukup banyak diterbitkan ditujukan mendukung pertumbuhan bisnis, diantaranya karena target panambahan nasabah. Kita harapkan menjadi 10 juta nasabah. Dengan begitu, PNM menjadi yang terbesar di dunia membiayai segmen ultra mikro. Mungkin di bulan Mei kita sudah melampaui Grameen Bank," tutur Sunar.

Selain karena faktor memperbesar skala bisnis, meningkatnya porsi pendanaan dari pasar modal disebut karena alasan banyak surat utang yang jatuh tempo di tahun ini (refinancing). Bahkan, tahun ini PNM turut bakal menerbitkan KIK-EBA untuk pertama kalinya.

Sampai kuartal I-2020, PNM berhasil membukukan pendapatan Rp 1,76 triliun dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 186 miliar. Total aset mencapai Rp 35,3 triliin, liabilitas Rp 29,5 triliun, dan ekuitas sebesar Rp 5,8 triliun. Adapun gearing ratio terjaga di posisi 4,3 kali.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN