Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konsumen menunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan di sebuah perusahaan pembiayaan di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Konsumen menunggu antrean untuk mendapatkan pelayanan di sebuah perusahaan pembiayaan di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kuartal III, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 386,30 Triliun

Senin, 9 November 2020 | 06:15 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Piutang pembiayaan multifinance sampai dengan kuartal III-2020 mencapai Rp 386,30 triliun atau turun 14,36% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang sempat tembus di atas5% secara perlahan membaik di level 4,93%.

Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance mulai turun sejak April hingga September 2020. Semua lini pembiayaan terkecuali pembiayaan yang berdasarkan persetujuan OJK mencatatkan penurunan. Namun demikian, lini tersebut masih relatif kecil dibandingkan total pembiayaan multifinance.

Pembiayaan tersebut naik 18,79% (yoy) menjadi Rp 158 miliar. Sedangkan pembiayaan masih ditopang dari lini multiguna sebesar Rp 231,24 triliun atau merosot 15,04% (yoy). Lini pembiayaan investasi tercatat Rp 118,94 triliun atau turun 15,29% (yoy).

Adapun pembiayaan modal kerja terkoreksi 6,34% (yoy) menjadi Rp 23,42 triliun. Di samping itu, lini pembiayaan berbasis syariah menurun 24,65% (yoy) menjadi Rp 12,52 triliun.

Pembiayaan yang tidak terus menurun itu mendorong portofolio pembiayaan bermasalah multifinance naik. Puncaknya, NPF multifinance sempat menyentuh 5,60% pada Juli 2020.

Memasuki Agustus- September 2020, NPF mulai membaik seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kendati masih jauh dari NPF normal di kisaran 2,4- 2,6%, NPF per September 2020 membaik di level 4,93%.

Adapun penurunan kinerja piutang pembiayaan multifinance itu juga tercermin darikinerja sejumlah pemain. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) misalnya, sampai kuartal III-2020 mencatatkan Penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 13,3 triliun atau turun 53% (yoy).

“Penurunan penyaluran pembiayaan baru ini sejalan dengan lemahnya kinerja penjualan industri otomotif akibat kontraksi ekonomi dalam enam bulan terakhir. Dengan demikian total piutang yang dikelola kami mengalami penurunan sebesar 14% (yoy) menjadi Rp 46,1 triliun hingga akhir September 2020.” kata Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli
Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli

Secara keseluruhan, Adira Finance telah menyalurkan pembiayaan baru sepeda motor sebesar Rp 6,0 triliun. Pembiayaan itu terdiri atas pembiayaan untuk sepeda motor baru Rp 4,9 triliun dan sepeda motor bekas Rp 1,1 triliun. Penyaluran pembiayaan mobil sebesar 4,9 triliun terdiri atas pembiayaan mobil baru Rp 2,9 triliun dan Rp 2,0 triliun adalah pembiayaan mobil bekas.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan non-automotive sebesar Rp 2,4 triliun hingga akhir September 2020.

Di sisi lain, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) pun perlu menyalurkan pembiayaan secara selektif di kala pandemi.

Direktur Keuangan MTF Armendra menerangkan, pihaknya harus bersikap selektif dan hati-hati dalam menjalankan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor di masa krisis. Sampai kuartal III-2020 perseroan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 12,3 triliun. Pembiayaan baru tersebut terutama diberikan pada segmen mobil baru sebesar 74,1% atau sebesar Rp 9,1 triliun.

Rasio NPF gross MTF per akhir September 2020 pada posisi 2,54%. NPF gross tersebut membaik dibandingkan akhir Agustus 2020 yang mencapai 3,37%. Sebelum pandemi, per akhir 2019 NPF gross MTF berada pada posisi 1,18%.

“Kinerja keuangan MTF hingga akhir triwulan III-2020 di tengah pandemi ini didukung oleh sejumlah faktor, yakni efektivitas pelaksanaan restrukturisasi kredit dengan fokus pada repayment rate, portofolio kredit terjaga dengan baik di tengah penurunan kualitas kredit, dan pengelolaan likuiditas yang optimal, dengan memastikan liabilitas jangka pendek dan menengah dapat dipenuhi dengan baik,” ucap dia.

Jaga Pencadangan

Sementara itu, Finance Director PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) Sudjono menjelaskan, pihaknya tetap menjaga kecukupan pencadangan piutang yang diragukan di atas kondisi normal. Nilai cadangan yang ada saat ini mencapai 6,5% dari total piutang pembiayaan, atau setara 2,4 kali dari total NPF saat ini, meningkat dari 1,6 kali di kuartal sebelumnya.

“Kecukupan pencadangan kerugian yang ada menunjukkan kehati-hatian perusahaan dalam pengelolaan risiko pembiayaan dan risiko keuangan yang prudent di tengah pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi yang belum pulih saat ini,” kata Sudjono.

Dia mengatakan, rasio NPF BFI Finance telah membaik menjadi 2,67% per kuartal III- 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 3,73%. Tren rasio NPF BFI Finance masih di bawah rata-rata industri pembiayaan, yang pada Agustus 2020 tercatat sebesar 5,23%. Pada saat yang sama BFI Finance membukukan piutang pembiayaan bersih senilai Rp 13,52 triliun atau anjlok 22,17%. Komposisi piutang pembiayaan yang dikelola sebesar 71,2% didominasi oleh pembiayaan mobil bekas.

Sementara itu, komposisi piutang pembiayaan lainnya terdiri atas alat berat dan mesin 14,3%, motor bekas 9,9%, serta diikuti oleh mobil baru, property backed financing (PBF), dan syariah 4,6%

Sudjono menuturkan, perseroan kembali membuka layanan pembiayaannya di semua lini produk mulai kuartal III-2020. Dengan dibukanya layanan tersebut, penyaluran pembiayaan mulai merambat naik dan rasio pembiayaan bermasalah sudah terkendali dengan berbagai inisiatif yang dijalankan perusahaan selama pandemi Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN