Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas

Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas

LPEI Dorong Ekspor melalui Desa Devisa Kopi Subang

Senin, 12 Juli 2021 | 23:07 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank kembali menggelar program Desa Devisa Kopi Subang, Jawa Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong potensi ekspor kopi dari Subang melalui pembinaan kepada petani.

Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas mengungkapkan, sebelumnya, LPEI telah berhasil membentuk dua Desa Devisa yaitu Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi dan Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinan ramah lingkungan yang telah mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan ke Eropa. Lalu Subang adalah desa devisa ketiga yang menjadi tujuan LPEI untuk melakukan pola pendampingan dan kemitraan untuk bisa mencapai tujuan ekspor kopi.

"Desa Devisa kelak menghadirkan manfaat untuk lingkungan, ada 200 petani kopi anggota koperasi, kopi ini populer di dunia. Kopi Indonesia masuk jajaran puncak dari cita rasa, penting bagi LPEI menjalankan peran melalui Desa Devisa untuk masuk pasar dunia," papar James Rompas, Senin (12/7).

Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan, LPEI mendorong kolaborasi yang kuat bersama dengan berbagai stakeholder untuk menghadirkan solusi nyata, dengan melibatkan masyarakat dan juga dunia usaha.

"Kita patut memikirkan komunitas masyarakat unggulan menjadi lebih sehat, mengolah sumber daya alam dengan optimal dan sumber daya manusia yang mumpuni agar masa depan cerah dan sejahtera," sambung dia.

LPEI memiliki harapan agar pihaknya bersama koperasi, mitra, dan juga petani bisa bekerja sama secara intensif menghasilkan solusi kepada masyarakat. "Dengan program pembekalan, pendampingan budi daya pertanian, perluasan akses pasar ekspor, penyusunan laporan keuangan, dan strategi meningkatkan kapasitas produksi untuk meningkatkan pendapatan," urai James.
 
Pihaknya meyakini potensi Subang dengan komoditas kopinya bisa memenuhi kebutuhan ekspor, dengan dukungan pelatihan dari LPEI. "Tujuannya mengembangkan potensi masyarakat, meningkatkan ekonomi masyarakat, untuk menuju SDG," kata dia.

Sebanyak 200 petani kopi yang bernaung di bawah binaan Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) di Subang akan mendapatkan program pelatihan dan pendampingan selama enam bulan ke depan. Programnya meliputi pelatihan mengenai teknik budidaya dan pengolahan kopi, perluasan akses pasar ekspor, penyusunan laporan keuangan, dan peningkatan kapasitas produksi, dan LPEI akan bekerja sama dengan Koperasi Gunung Luhur Berkah dalam proses pendampingan.

Ketua Koperasi GLB Miftahudin Shaf mengapresiasi dukungan LPEI terhadap petani kopi di Subang, sebanyak 200 petani kopi akan mendapat pelatihan mulai dari budi daya hingga ekspor. "Kami berharap, program Desa Devisa ini membuat kopi kita bisa diekspor dan terkenal di mancanegara, sehingga petani dapat merasakan manfaat ekonomi dan sosial secara langsung," tutur Miftahudin.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN