Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor OJK/David Gita Rosa

Kantor OJK/David Gita Rosa

Maret 2021, OJK Perkirakan 25% Multifinance Berguguran

Selasa, 10 November 2020 | 16:23 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)



JAKARTA, investor.id - Dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang terus berlangsung memperburuk kondisi sejumlah perusahaan pembiayaan (multifinance). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan sebanyak 25% multifinance bakal berguguran hingga Maret 2021.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK Bambang W Budiawan menyatakan, pihaknya telah melakukan stress test pada Juni 2020. Dari 180 multifinance, sekitar 88% di antaranya masih tergolong sehat. Sebesar 12% sisanya dalam kondisi kurang sehat atau bahkan tidak sehat. Sejumlah variabel terkait kondisi perekonomian atas krisis yang terjadi saat ini menjadi komponen stress test.

"Kami menduga kalau ini keadaan berlanjut terus, kemungkinan ada penurunan di angka 75%, jadi terpangkas 25%. jadi sekitar 45 multifinance itu diperkirakan pada akhir Maret 2021 akan mengalami masalah," ucap Bambang pada acara bertajuk Dialog Bisnis Multifinance dengan tema Urgensi Relaksasi Kebijakan Guna mendorong Kinerja, Selasa (10/11).

Dia mengemukakan, waktu bagi sejumlah multifinance tinggal 4-5 bulan. "Jadi terus terang dalam keadaan seperti ini, market-nya seperti ini, makronya seperti ini, assessment kami tinggal tiga per empat perusahaan pembiayaan yang masih bisa bertahan," imbuh dia.

Bambang menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan stress test pada Juni 2021 mendatang. Utamanya untuk kembali memantau perkembangan multifinance secara menyeluruh.

Seperti yang diketahui, industri multifinance turut terdampak akibat pandemi Covid-19. Total aset multifinance sampai September 2020 tergerus 8,15% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 474,61 triliun.

Sedangkan, piutang pembiayaan multifinance turun lebih dalam sebesar 14,4% (yoy), hingga September 2020 outstanding pembiayaan Rp 386,1 triliun. Pembiayaan yang sulit tumbuh itu pun sempat mendongkrak pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) multifinance.

Puncaknya, NPF multifinance pada tahun ini sempat menyentuh 5,60% pada Juli 2020. Memasuki Agustus- September 2020, NPF mulai bergerak pulih seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). NPF gross per September 2020 tercatat membaik di level 4,93%, NPF net sebesar 2,2%.

Selain itu, multifinance masih tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 5,2 triliun, namun nilai itu tergerus sekitar 63,2% (yoy). Sehingga return on asset (ROA) industri multifinance menjadi 1,98% dan return on equity (ROE) menjadi 5,2%

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN