Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Arief Mulyadi (kelima dari kiri), bersama dengan Komisaris Utama PNM Agus Muharram (ketiga dari kiri), Komisaris Independen M. Sholeh Amin (ketiga dari kanan), Veronica Colondam (keempat dari kanan), Meidyah Indreswari (kelima dari kanan), Direktur Keuangan PNM Tjatur H. Priyono (keempat dari kiri), Direktur Bisnis PNM Abianti Riana (kedua dari kiri), Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko M.Q. Gunadi (kedua dari kanan) hadir di Public Expose PNM, Jakarta, Senin 29 April 2019. Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

Dirut PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Arief Mulyadi (kelima dari kiri), bersama dengan Komisaris Utama PNM Agus Muharram (ketiga dari kiri), Komisaris Independen M. Sholeh Amin (ketiga dari kanan), Veronica Colondam (keempat dari kanan), Meidyah Indreswari (kelima dari kanan), Direktur Keuangan PNM Tjatur H. Priyono (keempat dari kiri), Direktur Bisnis PNM Abianti Riana (kedua dari kiri), Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko M.Q. Gunadi (kedua dari kanan) hadir di Public Expose PNM, Jakarta, Senin 29 April 2019. Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

Mei, Penyaluran Kredit PNM Meningkat 121%

RIS/NID, Selasa, 18 Juni 2019 | 16:53 WIB

JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sampai dengan Mei 2019 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 8,76 triliun, meningkat 121,77% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,95 triliun.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan, jika dirinci, penyaluran kredit super mikro pada program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebesar Rp 7,10 triliun, tumbuh 174,73% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan penyaluran kredit kepada nasabah kecil dan menengah pada program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp 1,66 triliun, meningkat 21,40% (yoy). "Jumlah penyaluran kredit ULaMM dan Mekaar growth-nya 121,7%. Kalau outstanding tumbuhnya 73,19% per Mei 2019," kata Arief, Jumat (14/6).

Adapun, untuk outstanding PNM mencapai Rp 14,61 triliun per Mei 2019, meningkat 73,19% (yoy). Dengan outstanding program Mekaar mencapai Rp 8,14 triliun atau tumbuh 118,42% (yoy), dan juga outstanding program ULaMM sebesar Rp 6,46 triliun yang mengalami peningkatan 37,36% (yoy).

Di sisi lain, Arief juga menyebutkan, total nasabah PNM sampai dengan Mei 2019 sebanyak 4,8 juta nasabah. Jumlah tersebut meningkat 53,23% (yoy). "Nasabah ULaMM sebanyak 71.861 orang, naik 12,87%. Nasabah Mekaar meningkat 54,07% menjadi 4,72 juta orang," lanjut dia.

Pihaknya juga mencatat, sampai dengan Mei 2019 rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross perseroan berada di level 1,77%. Posisi tersebut membaik dibandingkan dengan NPL gross Mei 2018 yang sebesar 2,88%.

Menteri BUMN Rini M Soemarno.
Menteri BUMN Rini M Soemarno.

 

Target 5,5 Juta Nasabah

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno manargetkan nasabah Mekaar PNM dapat mencapai 5,5 juta orang pada akhir 2019. "Target tahun ini lima juta sampai 5,5 juta nasabah," kata Rini seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan saat ini sudah banyak nasabah Mekaar yang naik kelas, yaitu nasabah yang sudah maju dalam usahanya di bawah mikro dengan pinjaman Mekaar dari PNM, kemudian dipercaya untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan agar usahanya lebih maju.

Rini menyebutkan di Jakarta sudah 5.000 nasabah yang naik kelas. "Sekarang kami buat program kalau kami lihat mereka bagus, usaha berkembang, kami tawarkan naik kelas, jadi mikro. Seperti KUR itu kan sebenernya kredit mikro. Diberikan kepada usaha yang sudah mengerti," ungkap dia.

Lebih lanjut Rini menjelaskan, nasabah yang sudah mengerti tersebut artinya sudah melakukan pembukuan keuangan dengan baik. Karena itu, menurut dia, program Mekaar bukan sekadar memberikan pinjaman, tapi melatih nasabah untuk disiplin. "Pogramnya bukan hanya kami memberi pinjaman tapi juga mengajarkan disiplin, bisa menghitung jadi mereka bisa mencicil juga, harus dicatat sebagaimana kata Pak Presiden bahwa bahan bakunya berapa apa saja, sehingga nanti harga jualnya tahu, itu nyicil. Kalau udah ada siklus pembiayaan selesai bisa dapat pembiayaan lagi," papar dia.

Namun, Rini mengatakan ketika mendapatkan KUR dari perbankan, nasabah tidak serta-merta dilepas agar kedisiplinan tetap terjaga. "Kami masih kerja sama dengan perbankan itu untuk membiasakan kedisiplinan tetap dijaga. Dari itu, ke depan mereka sudah bisa besar sendiri bisa dilepas," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN