Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan kantor perusahaan pembiayaan di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan kantor perusahaan pembiayaan di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Modal Ventura Soroti Pendanaan di Tiga Sektor

Kamis, 5 November 2020 | 05:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan modal ventura (PMV) menyoroti tiga sektor perusahaan rintisan (startup) seperti supply chain, social commerce, dan food-tech. Sejumlah sektor tersebut diperkirakan masih akan mencatatkan peningkatan pendanaan di beberapa waktu mendatang.

Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R. Sirait menyampaikan, dalam memberikan pendanaan kepada startup, setidaknya ada empat poin yang menjadi pertimbangan PMV. Diantaranya yaitu potensi pertumbuhan pasar, kemampuan beradaptasi, kualitas founders, serta model bisnis yang jelas dan penggunaan dana yang efisien.

"Ke depannya, industri yang diperkirakan akan meningkat dalam segi pendanaan adalah sektor terkait digitalisasi UMKM dan supply chain, social commerce, dan food-tech (startup terkait pangan)," kata Jefri, Selasa (3/11).

Dia memaparkan, hingga Q3 tahun 2020, tercatat ada 52 transaksi pendanaan yang dilakukan oleh PMV untuk startup, dengan jumlah pendanaan mencapai US$1,92 miliar. Pendanaan itu disalurkan kepada startup dari berbagai sektor, dengan tiga sektor terbanyak yaitu fintech sebanyak 6 transaksi pendanaan, sektor edutech sebanyak 6 transaksi pendanaan, dan SaaS sebanyak 6 Transaksi Pendanaan.

Jefri menilai, pendanaan dari PMV tidak hanya diperlukan untuk sektor-sektor yang potensi pertumbuhannya sedang tinggi saja. Tetapi juga dibutuhkan untuk investasi upstream dari sektor usaha non-conglomerate seperti pertanian, peternakan, sehingga mereka juga dapat menciptakan inovasi.

Di sisi lain, kolaborasi yang senantiasa berjalan antara PMV dan startup di masa-masa krisis seperti saat ini menandakan optimisme dan kepercayaan PMV terhadap potensi pertumbuhan pelaku startup nasional. Para perusahaan tersebut mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengubah lanskap industri (new normal), memberikan nilai tambah, dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pelanggan dan konsumen.

"Amvesindo berharap masa-masa pandemi dapat menjadi momentum dalam membangun sinergi antar PMV dan startup yang lebih solid, dalam rangka mendukung pertumbuhan industri dan pemulihan ekonomi nasional," ungkap Jefri.

Karena menurut dia, startup turut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional lewat kolaborasi dengan program pemerintah, seperti layanan startup agritech yang membantu menyalurkan pembiayaan dari pemerintah untuk petani. Selain itu, kolaborasi juga terjadi antar startup penyedia digital signature dan digital identity dengan lembaga perbankan untuk kemudahan proses restrukturisasi kredit.

Sementara itu, Industri Modal Ventura terus mengalami pertumbuhan aset dalam rentang 2018-2020. Hingga 31 Desember 2019, pertumbuhan aset PMV termasuk PMVD (Perusahaan Modal Ventura Daerah) mencapai Rp 19.65 triliun, mengalami peningkatan sebesar 58.72% dibandingkan periode 2018.

Adapun industri modal ventura secara umum mengalami peningkatan kinerja pada tahun 2019. Kenaikan aset, sumber pendanaan, dan modal merupakan tanda bahwa Industri Modal Ventura masih bisa tumbuh. Sedangkan tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah masih besarnya porsi instrumen pembiayaan bagi hasil dari portofolio PMV yang ada. Catatan Amvesido, portofolio penyertaan saham telah mencapai 20%.

Lebih lanjut, Jefri menambahkan, pandemi memberikan dampak yang beragam kepada startup dan UMKM. Sejumlah pelaku usaha mengalami dampak negatif, seperti menurunnya transaksi hingga tutupnya layanan, dan sebagian lain mengalami dampak positif, seperti melonjaknya permintaan dan jangkauan konsumen yang semakin meluas.

Dia menuturkan, hal itu mendorong perusahaan rintisan untuk mampu beradaptasi dengan situasi seiring perubahan perilaku masyarakat. Para pelaku usaha kemudian memiliki berbagai strategi untuk bertahan dan mengembangkan layanannya. Langkah tersebut yang kemudian tidak lepas dari peran PMV sebagai sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung kelangsungan dan rencana bisnis startup.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN