Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

Momentum Pemulihan,  Mandiri Tunas Bidik Pembiayaan Baru Rp 17 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2020 | 15:45 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menaikkan target pembiayaan baru tahun 2020 menjadi sebesar Rp 17 triliun, meningkat dibandingkan revisi sebelumnya sebesar Rp 15 triliun. Perubahan itu terkait permintaan pembiayaan yang meningkat seiring pemulihan perekonomian nasional.

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo memaparkan, bahwa kinerja pembiayaan sejatinya selaras dengan kondisi perekonomian. Penjualan otomotif rata-rata mampu mencapai 80 ribu unit per bulan. Jumlah itu sempat anjlok menjadi hanya sekitar 13 ribu unit pada Mei 2020. Kemudian bergerak naik menjadi sekitar 29 ribu unit pada Juni 2020, berlanjut meningkat signifikan pada Juli dan Agustus 2020.

Fenomena itu, sambung dia, juga mencerminkan penyaluran pembiayaan baru MTF sepanjang pandemi Covid-19. Pada Mei 2020, perseroan hanya menyalurkan sebesar Rp 460 miliar. Nilai itu naik menjadi Rp 527 miliar pada Juni 2020 dan kembali meningkat sebesar Rp 992 miliar pada Juli 2020. Kini pihaknya meyakini, pembiayaan baru bisa menembus Rp 1,3 triliun pada Agustus 2020.

"Kami sangat optimis, kami punya perhitungan awal (pembiayaan baru 2020) itu kita revisi sampai Rp 15 triliun. Dengan momen pemulihan ini kami revisi lagi secara internal menjadi Rp 17 triliun. Kita lihat dari bulan ke bulan itu ada perbaikan. Di Oktober nanti ada merek-merek kendaraan baru keluar dan di akhir tahun ini biasanya juga naik signifikan," ujar Harjanto saat konferensi pers secara virtual, Jumat (14/8).

Dia mengatakan, Kalimantan dan Jawa Timur menjadi wilayah dengan permintaan pembiayaan yang cukup besar saat pandemi Covid-19. Bahkan sebetulnya, meningkatnya permintaan itu belum bisa MTF realisasikan karena produk baru tersedia pada akhir Agustus 2020. Selain segmen ritel dan UMKM, segmen nasabah korporasi pun perlahan menunjukan peningkatan permintaan.

Harjanto menegaskan, perseroan  masih masih fokus untuk melakukan pembiayaan mobil baru dan mobil bekas. Namun demikian, lini multiguna dana tunai pun mengalami lonjakan permintaan. Khususnya untuk kegunaan modal kerja, pendidikan, atau kesehatan. Untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan tersebut, nasabah perlu mengagunkan BPKB kendaraannya dengan bunga ditawarkan 0%.

Sampai akhir Juli 2020, MTF berhasil membukukan pembiayaan baru mencapai Rp 9,8 triliun atau mencakup 58,6% dari target teranyar perseroan sebesar Rp 17 triliun. Sebelum pandemi Covid-19, sejatinya proyeksi pembiayaan baru MTF di tahun 2020 bisa mencapai Rp 30,5 triliun, tumbuh 6% dibandingkan tahun 2019. Nilai itu sempat dipangkas menjadi 15 triliun karena realisasi kuartal I-2020 yang tersendat dan akibat pandemi Covid-19.

MTF Virtual Autofiesta
Di sisi lain, Harjanto menyatakan, sebagai bagian berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional, perseroan berupaya untuk terus menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor. Untuk itu, pihaknya menggelar pameran virtual otomotif bertajuk MTF Virtual Autofiesta 2020 pada tanggal 15-21 Agustus 2021 melalui laman website www.autofiesta.co.id.

Setidaknya, sambung dia, MTF bisa menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 12 miliar pada acara tersebut. Kali pertama digelar secara virtual, penyelenggaraan acara itu juga sebagai bentuk adaptasi di masa normal baru. Adapun segmen yang dibidik mencakup seluruh wilayah Indonesia, meski wilayah Jabodetabek masih diandalkan.

"Kami berharap 10 juta pengunjung akan berpartisipasi dalam event ini. Kami juga optimistis akan dapat meraih total pembiayaan sebesar Rp 12 miliar. Kami yakin target tersebut akan tercapai, mengingat adanya tren positif peningkatan new lending MTF antara 13-25% dari Mei hingga Juli 2020," ucap dia.

Selain faktor jangkauan lebih luas, Harjanto menambahkan, manfaat lain penyelenggaraan pameran kendaraan itu membuka fleksibilitas waktu bagi para pengunjung. Begitupun dari sisi biaya, perseroan bisa lebih efisien hingga 60% pada penyelenggaraannya. Sehingga MTF mampu untuk memberikan manfaat lebih pada nasabah seperti asuransi gratis seperti asuransi banjir, asuransi Tanggung Jawab Hukum (TJH), atau asuransi kebakaran.

"Dari sisi evaluasinya, event virtual juga memberikan data yang lebih akurat mengenai pelaksanaan event ini seperti jumlah pengunjung, waktu dan booth mana saja yang menjadi preferensi pengunjung, sehingga kami dapat melakukan tindak lanjut secara lebih tepat sasaran," tambah dia.

Harjanto mengatakan, pameran menghadirkan beragam kendaraan yang diperuntukan bagi semua segmen, hingga segmen kendaraan mewah. Kemudian, untuk pembiayaan kendaraan bermotor ditawarkan dengan tingkat bunga sebesar 2,75%, berikut dengan berbagai program lainnya.

Program- program tersebut didukung oleh berbagai pilihan jenis kendaraan pribadi maupun kendaraan komersial dari sejumlah brand terkemuka yang ikut  berpartisipasi. Antara lain Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, BMW, Lexus, Mercedes-Benz, Mini Cooper, VW, Audi, Kia, Renault, Jeep, Maserati, Peugeot, Mazda, Ford, Nissan, Hyundai, Datsun, Sokon, Wuling, Honda, Hino, dan Isuzu. (pri)

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN