Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah menggulirkan kebijakan penurunan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Pemerintah menggulirkan kebijakan penurunan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru mulai Maret 2021. Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao

Multifinance Harapkan Insentif PPnBM Pacu Permintaan Pembiayaan

Kamis, 18 Februari 2021 | 17:48 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor,id – Perusahaan pembiayaan (multifinance) menyambut baik adanya penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dari pemerintah. Stimulus tersebut diharapkan bisa mendorong permintaan pembiayaan otomotif yang berdampak bagi pertumbuhan kinerja multifinance tahun ini.

 

Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Niko Kurniawan mengatakan, pihaknya belum bisa memperkirakan dampak kebijakan tersebut terhadap pembiayaan. Pasalnya, dia mengaku sampai saat ini perusahaan pembiayaan dan dealer belum mengetahui secara detail berapa banyak penurunan harga dan tipe apa saja, sebab dua faktor tersebut akan sangat berpengaruh.

 

“Makin besar penurunan harganya akan makin banyak membantu peningkatan demand, serta makin banyak tipe yang mendapat pembebasan PPnBM akan semakin bagus, apalagi jika tipe tersebut peminatnya banyak. Tapi secara umum pasti akan berdampak positif untuk meningkatkan demand pembelian mobil baru,” tutur Niko kepada Investor Daily, Kamis (18/2).

 

Dia menambahkan, untuk dealer mobil bekas sedang mendalami pelaksanaan pembebasan PPnBM tersebut. Menurut dia, apabila harga unit mobil baru turun, maka harga jual mobil bekas akan ikut turun. “Dan ini akan mempengaruhi profit dealer bekas jika mereka mempunyai stok unit mobil yang banyak,” kata Niko.

 

Meski demikian, kebijakan tersebut disambut baik oleh Adira Finance dan diharapkan bisa mendorong permintaan pembiayaan otomotif. Di sisi lain, penerapan uang muka (down payment/DP) 0% juga dinilai akan membantu peningkatan permintaan. Walaupun, di saat ekonomi sedang terkontraksi akibat pandemi Covid-19, kemungkinan kebijakan DP 0% akan sangat hati-hati diterapkan oleh perusahaan pembiayaan untuk mengurangi risiko kredit.

 

“Yang jelas kebijaksanaan pemerintah untuk pembebasan PPnBM dan DP 0 dimaksudkan untuk membantu industri agar bisa bangkit dan tumbuh lebih cepat. Jadi kami menyambut dengan baik,” urai dia.

 

Dihubungi terpisah, Direktur Sales dan Distribusi PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo juga mengatakan hal senada. Menurutnya, kebijakan penurunan PPnBM akan memacu permintaan dari konsumen. Penerapan stimulus PPnBM tersebut dimulai pada 1 Maret 2021 dianggap waktu yang tepat.

 

“MTF berharap penurunan PPnBM dapat meningkatkan permintaan kendaraan baru. Memang bulan Maret dan April momentum pas menjelang Hari Raya Idul Fitri, semoga di 2 bulan tersebut bisa mendongkrak pembiayaan mobil juga,” jelas dia.

 

Harjanto menyebut, jika dilihat dari kebijakannya, kendaraan CKD kandungan lokal 70% dan di bawah 1.500 hanya tipe-tipe tertentu. Bahkan, LCGC tidak berdampak, karena memang sudah 0% dari sebelumnya 3%. “Kami masih melihat, apakah segmen customer sudah kembali daya belinya,” ujar dia.

 

Sementara itu, terkait DP 0%, MTF juga mengaku lebih berhati-hati untuk memberikan kebijakan tersebut kepada konsumennya, terlebih masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “DP 0% kalau untuk retail agak sulit kami lakukan di tengah pandemi saat ini. Kalau untuk kendaraan operasional atau perusahaan, masih bisa kami evaluasi,” jelas Harjanto.

 

Adapun, akhir 2020 lalu, pembiayaan baru MTF sebesar Rp 16,7 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan lebih tinggi dari 2020, meski belum setinggi saat sebelum pandemi. “Target 2021 ini Rp 20 triliun, masih belum (pulih) karena di 2019 pembiayaan MTF sudah Rp 30 triliun,” ucap dia.

 

Adapun, prediksi Gaikindo untuk penjualan mobil di 2021 masih antara 700-800 ribu unit. Sedangkan pada 2019, penjualan mencapai 1,05 juta unit dan anjlok menjadi 550 ribu unit pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN