Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indomobil Finance

Indomobil Finance

Naik 58,73%, Indomobil Finance Bidik Pembiayaan Baru Rp 7,0 Triliun

Senin, 28 Juni 2021 | 04:31 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Indomobil Finance Indonesia (Indomobil Finance) diproyeksikan dapat menyalurkan pembiayaan baru di tahun 2021 mencapai Rp 7,0 triliun atau tumbuh 58,73% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi tersebut telah diikuti upaya perseroan mencari sumber dana yang dibutuhkan pada beberapa waktu belakangan.

Hal itu dijelaskan pada laporan keuangan tahun 2020 dari PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), sebagai induk dari Indomobil Finance.

Direktur Utama IMJS Jusak Kertowidjojo menerangkan, pada tahun 2020, segmen jasa keuangan perseroan yakni Indomobil Finance mampu merealisasikan pembiayaan baru sebesar Rp 4,41 triliun atau mencapai target sebesar 102,59% dari target yang ditetapkan setelah revisi akibat pandemi Covid-19.

"Untuk tahun 2021, perseroan telah mencanangkan target dengan mempertimbangkan kinerja yang dicapai pada tahun sebelumnya. Target pembiayaan baru meningkat menjadi sebesar Rp 7,0 triliun," kata Jusak lewat Laporan Keuangan IMJS Tahun 2020 yang diterbitkan perusahaan pada laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu.

Proyeksi penyaluran pembiayaan baru itu juga tampaknya diikuti upaya Indomobil Finance untuk mencari modal kerja yang dibutuhkan pada beberapa waktu belakangan. Anak usaha perusahaan bidang jasa keuangan itu gencar mencari sumber dana mulai akhir Maret sampai awal Mei 2021.

Diantaranya Indomobil Finance tercatat memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Jago Tbk mencapai Rp 200 miliar pada 25 Maret 2020. Kemudian pada akhir Maret 2021, PT Bank Pan Indonesia Tbk juga sepakat untuk memperpanjang fasilitas kredit modal kerja senilai Rp 800 miliar serta menambahkan limit kredit berjangka dengan jumlah maksimum Rp 500 miliar.

Pada periode yang sama, PT Bank Central Asia Tbk juga ikut memperpanjang fasilitas kredit dengan jumlah maksimum Rp 30 miliar dan fasilitas kredit berjangka senilai Rp 200 miliar. Lalu Indomobil Finance turut meraih fasilitas kredit berjangka senilai Rp 300 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk.

Memasuki April 2021, Indomobil Finance mendapat kepercayaan untuk memperpanjang fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank BTPN Tbk senilai Rp 600 miliar dan menambahkan limit kredit sebesar Rp 100 miliar.

Terlahir pada 4 Mei 2021, Indomobil Finance pun mendapat fasilitas sindikasi berjangka dari 12 bank dalam dan luar negeri dengan batas maksimum kredit sebesar US$ 270 juta.

Dia mengungkapkan, pendapatan perseroan di bidang jasa keuangan dikontribusikan oleh entitas anak, yaitu Indomobil Finance yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa pembiayaan motor, mobil baik mobil baru maupun mobil bekas, kendaraan komersial, alat berat, mesin, properti dan lain-lain.

Pada tahun 2020, segmen jasa keuangan perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 2,10 triliun, atau mencakup 50,59% dari total pendapatan perseroan sebesar Rp 4,14 triliun.

Jusak mengatakan, meski penjualan mobil pada tahun 2020 menurun, namun sektor otomotif diprediksi membaik pada tahun 2021. Hal ini tak terlepas dari upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat dengan sejumlah kebijakan pendukung salah satunya melalui pemberian insentif PPnBM untuk kendaraan roda empat baru.

"Sementara itu, industri pembiayaan juga diprediksi membaik di mana pembiayaan diperkirakan tumbuh positif sekitar 5% sejalan dengan adanya optimisme pemulihan ekonomi serta peningkatan penjualan kendaraan yang akan turut meningkatkan penyaluran pembiayaan perusahaan multifinance ke debitur," ucap dia.

Menyongsong tahun 2021, sambung Jusak, IMJS telah menyiapkan beberapa kebijakan strategis. Diantaranya mengutamakan pertumbuhan berkesinambungan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Lebih rinci, pada segmen jasa keuangan perseroan memitigasi risiko dengan diversifikasi dan memprioritaskan kualitas akuisisi.

Laporan keuangan IMJS juga menerangkan bahwa tidak melakukan perubahan struktur modal atau mengubah kebijakan terkait struktur modal di tahun 2021. Sebelumnya di tahun, IMJS telah melakukan penambahan modal ditempatkan disetor pada Indomobil Finance senilai Rp 149,8 miliar.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN