Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Saputra

Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Saputra

Pefindo Proyeksikan Industri Multifinance Tumbuh 2021

Minggu, 20 Desember 2020 | 19:30 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id— PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan outlook penerbitan surat utang industri multifinance pada 2021 mengalami pertumbuhan, hal ini seiring dengan peredaran vaksin Covid-19 tahun depan.

Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Saputra mengatakan, tahun 2021 pertumbuhan penerbitan surat utang industri multifinance akan diperngaruhi oleh vaksin Covid-19. Apabila vaksinya berhasil, maka permintaan terhadap pembelian otomotif akan meningkat.

“Kalau peningkatan penjualan otomotif meningkat secara cepat, saya rasa kebutuhan untuk penerbitan surat utang korporasi oleh multifinance akan bertumbuh juga,” ujar dia dalam paparan publik melalui Zoom baru-baru ini.

Pertumbuhan tersebut juga akan dipengaruhi oleh industri industri multifinance yang membutuhkan untuk melakukan pembiyaan kembali (refinancing). Dengan adanya aksi ini, Salyadi melihat bahwa industri multifinance akan melakukan penerbitan obligasi.

Untuk diketahui, penerbitan surat utang korporasi hingga 30 November 2020 didominasi oleh sektor multifinance dan lembaga keuangan khusus dari total penerbitan di seluruh sektor, yakni berjumlah Rp 84,45 triliun. Masing-masing menyumbang Rp 14,01 triliun dan Rp 8,9 triliun.

Pefindo memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi pada 2020 berada dikisaran Rp 88,4 triliun hingga Rp 106,7 triliun. Target ini merupakan revisi awal tahun 2020 yang semula diperkirakan mencapai Rp 158,5 triliun.

Pefindo juga memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi tahun 20201 akan berkisar Rp 122 triliun sampai dengan Rp 159 triliun. Proyeksi ini berdasarkan pertimbangan jumlah surat utang yang jatuh tempo pada 2021 mencapai Rp 121,9 triliun.

“Kalaupun mengandalkan yang mau refinancing, itu sudah mencapai Rp 120 triliun, tapi diharapkan bukan hanya untuk refinancing, namun untuk ekspansi juga di tahun depan,” ujar dia.

Adapun prediksi nilai jatuh tempo pada tahun 2021 untuk kuartal I sebanyak Rp 22,5 triliun, kuartal II sejumlah Rp 31,7 triliun dan yang paling besar kuartal III sebesar Rp 38,1 triliun. Sedangkan kuartal IV sejumlah Rp 29,6 triliun

Berdasarkan persentasi industri, nilai jatuh tempo untuk sektor lainnya pada 2021 sebesar 18,8%, perbankan 20,7%, multifinance 17,8%, lembaga keuangan khusus 16,8% dan industri pembiyaan 8,8%. Kemudian, pertambangan sebanyak 5%, properti sejumlah 4,3%, konstruksi sebesar 4% dan telekomunikasi 3,9%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN