Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman pada acara peluncuran produk pengurusan porsi haji (PPH) bernama CNAF Haji, Senin (26/4/2021). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Ristiawan Suherman pada acara peluncuran produk pengurusan porsi haji (PPH) bernama CNAF Haji, Senin (26/4/2021). (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Piutang Pembiayaan CNAF Tumbuh 13%

Senin, 26 April 2021 | 19:21 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membukukan pertumbuhan piutang pembiayaan baru sepanjang kuartal I-2021 sebesar 13% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 5,63 triliun. Hasil positif itu diikuti rasio lancar (current ratio) dari total piutang pembiayaan.

Data CNAF memaparkan, total piutang pembiayaan itu didorong realisasi pembiayaan baru  (booking) yang meningkat 5% (yoy), dari Rp 950 miliar di kuartal I-2020 menjadi Rp 1,00 triliun di kuartal I-2021. Di akhir 2020, total piutang tumbuh 12% (yoy) menjadi Rp 5,51 triliun, dengan pembiayaan baru mencapai Rp 3,75 triliun atau naik 5% (yoy).

Selanjutnya, perseroan berhasil membukukan pendapatan mencapai Rp 855 miliar atau meningkat 16% (yoy) di 2020. Adapun biaya operasional (operational expenditure/opex) ditekan 17% (yoy) menjadi Rp 309 miliar. Laba bersih dicatatkan mencapai Rp 225 miliar atau tumbuh 3% (yoy)

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyampaikan, kinerja pertumbuhan pembiayaan dipengaruhi keputusan untuk meningkatkan persentase uang muka (down payment/DP). Selain itu, masa pandemi di tahun 2020 membuat persaingan berkurang, sehingga perseroan memiliki celah untuk mengakuisisi sejumlah nasabah.

"DP dinaikkan tapi tetap tumbuh itu karena banyak dari multifinance lain stop booking. Persaingan kemarin itu menurun, tapi kita mendapatkan akun-akun yang sehat dengan mereka membayarkan DP 40-50%. Sekarang kita sudah menurunkan DP 20-25%. Kita sudah bisa melihat nasabah yang bisa bertahan melewati Covid-19," ungkap Ristiawan pada virtual conference, Senin (26/4).

Dia menuturkan, pertumbuhan pembiayaan piutang dan pembiayaan baru itu berhasil diikuti rasio lancar yang terus membaik. Per kuartal I-2021, current ratio CNAF terjaga di level 91,24% atau lebih baik dibandingkan kuartal I-2020 di posisi 82,23%. Hal itu tidak terlepas dari portofolio pembiayaan yang telah pulih (recovery) setelah dilakukan restrukturisasi.

Ristiawan menerangkan, restrukturisasi jilid pertama mencapai Rp 1,2 triliun atau mencakup 24% dari portofolio pembiayaan. Memasuki jilid kedua, tersisa sekitar 3% dari portofolio pembiayaan yang masih direstrukturisasi. Hal itu didukung dengan kinerja portofolio lain dari para nasabah menengah-atas dengan rata-rata pembiayaan mencapai Rp 250 juta yang masih mampu membayarkan angsurannya.

CNAF Haji
Di sisi lain, Ristiawan mengatakan, total pembiayaan CNAF sepanjang tahun 2020 banyak dikontribusikan dari lini bisnis pembiayaan syariah, baik pembiayaan mobil maupun motor. Kali ini, portofolio pembiayaan syariah kembali digenjot dengan ikut menggarap pengurusan porsi haji (PPH). Melalui produk bernama CNAF Haji, perseroan berharap bisa melayani 50% pengurusan porsi haji di masa mendatang dan mampu memperluas jangkauan nasabah.

"Mungkin untuk (target) pembiayaan ini kita coba untuk tidak terlalu agresif karena baru. Tapi dalam jangka panjang, kita mengharapkan bisa membiayai 50% porsi haji di kemudian hari sebagai opportunity lewat CNAF mempermudah dan mempercepat layanan," kata Ristiawan

Dia menuturkan, pembiayaan porsi haji atau CNAF Haji bisa dilakukan dengan cukup mudah. Nasabah harus memiliki pendapatan, menyertakan sejumlah dokumen, lalu proses persetujuan hanya membutuhkan waktu satu jam. Nasabah akan ditawarkan pembiayaan porsi haji dengan jangka waktu mulai dari 3 tahun, 5 tahun, sampai 7 tahun.

"Kami berharap, tersedianya pelayanan CNAF Haji dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi calon jamaah. Hal ini sekaligus wujud komitmen kami sebagai perusahaan pembiayaan yang mengutamakan customer experience," tandas Ristiawan.

Pada kesempatan sama, Direktur Finance & Strategy CNAF Imron Rosyadi menuturkan, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak, merupakan salah satu negara dengan kuota haji terbesar. Namun karena tingginya permintaan masyarakat untuk ke Tanah Suci yang melebihi kuota, menyebabkan antrian tunggu berangkat haji di beberapa daerah di atas 10 tahun. Semakin menunda akan semakin panjang antriannya.

"Kami ingin mengakomodir tingginya animo masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji saat ini juga. Semoga CNAF Haji menjadi salah satu solusi mewujudkan panggilan ke Baitullah, insya Allah," tutur Imron Rosyadi.

CNAF Haji memberikan kemudahan bagi masyarakat muslim di Indonesia dalam memberikan fasilitas pengurusan porsi haji (PPH) sebesar dana setor awal, serta pengurusan pendampingan pendaftaran hingga mendapatkan nomor porsi haji. Calon jamaah dapat melakukan pendaftaran langsung melalui Whatsapp Sahabat CNAF di nomor 081113206162 dengan persyaratan yang mudah, cukup dengan menggunakan KTP dan NPWP.

Selanjutnya, calon jamaah akan mendapatkan pendampingan dari pendaftaran awal, pendaftaran ke Kemenag sampai mendapatkan nomor porsi haji. CNAF Haji telah mendapatkan rekomendasi Dewan Pengawas Syariah tersertifikasi oleh Dewan Syariah Nasional dan memenuhi prinsip Syariah. Selain itu, CNAF Haji telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pelaksanaan pembiayaannya.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN