Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konferensi pers PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI terkait dengan pencapaian kinerja sampai akhir 2020, progres kinerja sampai Mei 2021, dan proyeksi di masa mendatang. (Prisma Ardinato/Investor Daily)

Konferensi pers PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI terkait dengan pencapaian kinerja sampai akhir 2020, progres kinerja sampai Mei 2021, dan proyeksi di masa mendatang. (Prisma Ardinato/Investor Daily)

PT SMI Bukukan Komitmen Pembiayaan Rp 111,69 Triliun

Selasa, 29 Juni 2021 | 19:36 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mencatatkan komitmen pembiayaan mencapai Rp 111,69 triliun hingga Mei 2021, dengan total nilai proyek mencapai Rp 704 triliun. Kinerja pembiayaan bakal di akselerasi pada paruh kedua di tahun ini lewat beberapa sektor strategis.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menyatakan, perseroan telah melewati tahun 2020 dengan sejumlah pencapaian. Kinerja positif terus berlanjut hingga menjelang paruh pertama tahun ini berakhir. Modal dasar itu diharapkan mampu mendorong perusahaan menjadi lembaga pembiayaan pembangunan, dengan mitigasi risiko yang terukur, sejalan dengan misi yang diusung pemerintah.

"Pertumbuhan SMI itu pertumbuhan sangat pesat, sampai Mei 2021 aset kami juga tumbuh pesat. Tentunya di tengah  pertumbuhan yang pesat, aspek risiko menjadi perhatian kita bersama. Pertama, kita harus mewaspadai risiko kredit, karena komitmen pembiayaan kami itu sudah Rp 115 triliun sehingga menjadi prioritas menjaga kualitas itu utama," ungkap Edwin pada konferensi pers daring, Selasa (29/6).

Dia menuturkan, sebagai special mission vehicle (SMV) pemerintah, PT SMI juga telah mendapat perluasan mandat untuk menyalurkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan BUMN hingga Rp 20 triliun. Diantaranya sebesar Rp 10 triliun dari APBN dan sisanya Rp 10 triliun merupakan sumber dana dari PT SMI.

PT SMI mencatat, dana PEN telah disalurkan berupa investasi pemerintah senilai Rp 15 triliun untuk tiga BUMN. Diantaranya adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dana tersebut ditujukan untuk membantu kinerja masing-masing BUMN dalam mengatasi dampak pandemi terhadap pendapatan usaha.

Namun demikian, Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II-2020 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turut memaparkan bahwa penyaluran pembiayaan dalam rangka PEN oleh PT SMI bagi Pemda tidak dapat/belum disalurkan hingga Rp 12,37 triliun. Hasil pemeriksaan atas laporan hingga 31 Desember 2020 itu berupa pembiayaan investasi nonpermanen.

Dalam hal ini, Direktur Manajemen Risiko PT SMI Faaris Pranawa menerangkan, pihaknya mesti menerapkan prinsip kehati-hatian untuk nantinya penyaluran pembiayaan terkait PEN bisa dipertanggung jawabkan. Meski begitu, perseroan bersama Kemenkeu telah membahas secara intensif temuan BPK tersebut untuk menjadi acuan penyaluran di masa mendatang.

"Data per 21 Juni 2021 pembiayaan PEN, untuk PEN 2020 itu komitmennya Rp 10 triliun, dengan outstanding mencapai 88% dari komitmen sudah dicairkan. Sisanya masih dalam proses undisburse amount. Sementara komitmen pada pada 2021 itu mencapai Rp 19 triliun, dengan outstanding pencairan mencapai Rp 10,03 triliun atau mencapai 52% dari komitmen. Pencairan tetap kita kejar untuk bisa direalisasikan sesuai kesepakatan yang dibuat selama ini," terang dia.

Faaris juga menyatakan, banyak dari sektor yang dirambah perusahaan ikut terdampak pandemi Covid-19. Hal itu diakui menghambat akselerasi PT SMI menggulirkan pembiayaan. Tapi pihaknya tetap bersyukur bahwa mitigasi risiko yang telah diterapkan berhasil menjaga kualitas aset, dengan tingkat non performing financing (NPF) gross di level 0,6% dan NPF net di posisi 0,2% pada akhir 2020.

Tumbuh Lebih Cepat
Sementara itu, Direktur Operasional & Keuangan PT SMI Darwin Trisna Djajawinata mengatakan, aset perusahaan tumbuh 32% (yoy) menjadi Rp 100,7 triliun di tahun 2020. Pihaknya juga berhasil mendapat kepercayaan dari para investor berupa fasilitas kredit sindikasi mencapai US$ 700 juta.

Laba bersih meningkat menjadi Rp 1,9 triliun dari target sebesar Rp 1,7 triliun. Demikian juga rasio-rasio keuangan yang relatif terjaga, bahkan di atas dari target yang telah ditentukan. Pada tahun 2020, PT SMI pun mampu melakukan efisiensi hingga 15,86% (yoy), yang menjadi pencapaian terbaik selama ini.

Sedangkan sampai Mei 2021, ada peningkatan total aset menjadi Rp 115 triliun. Komitmen pembiayaan mencapai Rp 111,69 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 70,28 triliun. Pembiayaan tersebut memiliki nilai proyek hingga Rp 704,35 triliun. Kemudian, pendapatan usaha PT SMI tahun tercatat telah mencapai Rp 2,13 triliun dengan laba bersih Rp754 miliar.

"Kita sudah membukukan beberapa laba yang diperoleh walau memang posisinya lebih menantang dibandingkan tahun lalu. Kita upayakan untuk tumbuh, biasanya akan tumbuh lebih cepat di kuartal III. Rasio-rasio relatif terjaga. Saya rasa kita masih bisa berjalan baik ke depan," jelas Darwin.

Di sisi lain, Direktur Pengembangan Proyek & Jasa Konsultasi PT SMI M Ghozie Indra Dalel menerangkan, pihaknya telah mendapat tugas terkait 16 proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Ada beberapa pipeline yang sebentar lagi akan menjadi penugasan yaitu di pelabuhan, bendungan, SPAM (sistem penyediaan air minum), rumah susun, dan di sektor urban transportation.

"Non KPBU juga sudah berjalan. Kumulatif sampai saat ini total proyek yang bisa didukung yaitu sudah Rp 97,18 triliun dan sebanyak 47 proyek. Dari sisi jasa konsultasi, PT SMI mendukung di area ketenagalistrikan, pelabuhan, urban transportation, dan lainnya. Ekspektasi total nilai proyek yang didukung mencapai Rp 650 triliun, terdiri dari 63 proyek," kata dia.

Direktur Pembiayaan & Investasi PT SMI Sylvi J Gani menambahkan, meski di paruh kedua pembiayaan akan lebih cepat tapi pihaknya akan sangat selektif. Sektor-sektor tertentu sudah dibidik untuk bisa mendapat pembiayaan dari perseroan. Proyek pada sektor telekomunikasi dan kebutuhan pokok seperti yang dikerjakan sektor SPAM dinilai memiliki ketahanan yang memadai dalam menghadapi pandemi.

"Rasanya kami ini memang melihat peluang untuk pembiayaan SPAM, kurang lebih ada tujuh proyek air minum yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Berapa akan direalisasikan tahun ini dan beberapa di tahun depan," beber dia.

Di samping itu, PT SMI juga melihat ada potensi besar pada sektor pembiayaan syariah. Berikutnya adalah terkait pembiayaan reguler bagi Pemda yang masih memiliki potensi besar. Apalagi sampai Mei 2021 ini, sektor tersebut tercatat tumbuh pesat sampai 300%.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN