Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto

Sampai Juli, Pegadaian Bebaskan Bunga 1,9 Juta Nasabah

Senin, 31 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investo.id - PT Pegadaian (Persero) mengungkapkan telah membebaskan bunga kepada 1,9 juta nasabah terkait program Gadai Peduli. Hal tersebut menjadi bagian dari peran perseroan dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menyampaikan, pihaknya berperan aktif dalam program PEN salah satunya melalui program Gadai Peduli yang diusung perseroan sejak awal Mei 2020. Sampai dengan akhir Juli 2020, Pegadaian telah memberikan bebas bunga kepada 1,9 juta nasabah di seluruh Indonesia. Bagi nasabah yang memiliki pinjaman kurang dari Rp 1 juta, perseroan menerapkan bunga 0%.

"Ini salah satu peran Pegadaian dalam membantu UMKM yang terkena dampak Covid-19. Kita punya program Gadai Peduli itu dengan bunga 0% dan tanpa subsidi pemerintah. Hal ini tentu berdampak bagi pencapaian target laba perusahaan. Tetapi kami menyadari bahwa BUMN merupakan agen pembangunan, bukan entitas bisnis yang semata-mata mencari keuntungan. Hal ini sejalan dengan spirit BUMN Untuk Indonesia," kata Kuswiyoto melalui keterangan tertulis, Sabtu (29.8).

Menurut dia, saat ini sektor UMKM dihadapkan pada berbagai tantangan. Di antaranya karena pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap penurunan omset penjualan dan intensitas pelanggan, serta penurunan margin keuntungan karena faktor penurunan harga jual. Selain itu, UMKM juga kekurangan bahan baku karena faktor keterbatasan distribusi, hingga kesulitan dalam membayar cicilan kredit atau cicilan sewa lapak.

Mengatasi permasalahan tersebut, Kuswiyoto mengungkapkan, pihaknya memiliki beberapa produk, yang dapat membantu mengembangkan sektor UMKM di Indonesia. Di antaranya adalah produk Gadai baik secara konvensional maupun syariah, maupun pinjaman modal kerja untuk segmen UMKM dan ultra mikro.

"Pada kondisi sekarang ini, banyak sekali UMKM terpaksa melakukan PHK atau pemotongan THP karyawannya dan tidak mampu melanjutkan usahanya dalam rentang waktu sementara atau permanen. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, Pegadaian memiliki beberapa produk lainnya yang ditujukkan untuk mendukung sektor UMKM. Oleh karena itu, kami akan terus berkomitmen untuk tetap menyalurkan kredit kepada UMKM." Papar Kuswiyoto.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki pun menilai, bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi sektor UMKM, baik dari sisi supply dan demand. Oleh karena itu, dibutuhkannya kerja sama dari berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan sektor UMKM di Indonesia.

"Banyak UMKM yang terganggu dari aspek pembiayaan, distribusi dan produksi. Maka pemerintah melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terus berfokus pada pengembangan UMKM," tandas Teten.

 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN