Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buana Finance. Foto: buanafinance.co.id

Buana Finance. Foto: buanafinance.co.id

Semester I, Buana Finance Bukukan Laba Bersih Rp 13 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:51 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Buana Finance Tbk membukukan laba bersih sampai Semester I-2020 sebesar Rp 13 miliar atau mencakup 79,15% dari target yang dicanangkan. Hal tersebut dipengaruhi penyaluran pembiayaan baru yang menyusut akibat pandemi Covid-19.

Direktur Utama Buana Finance Yannuar Alin mengatakan, sampai dengan Juni 2020, nilai pembiayaan baru Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 618 miliar. Akibat dari melemahnya pertumbuhan ekonomi karena terdampak pandemi Covid 19 sejak kuartal pertama 2020.

"Hal ini juga berpengaruh pada pencapaian laba berjalan yang mengalami penurunan terutama karena penurunan penyaluran pembiayaan," kata Yannuar melalui keterangan tertulis, Rabu (12/8).

Dari sisi permodalan, kata dia, perseroan memiliki modal (ekuitas) sebesar Rp 1,2 triliun dengan total kewajiban sebesar Rp 3,7 triliun. Dengan gearing ratio (debt to equity ratio/DER) sebesar 3,08 kali. Perseroan masih memiliki tingkat permodalan yang kuat untuk melakukan perluasan usaha.

Direktur Buana Finance Herman Lesmana menyampaikan, perolehan laba bersih itu sejatinya mendekati 80% dari target yang ditetapkan perseroan, sebuah pencapaian seiring dengan kondisi yang relatif belum stabil. Total pendapatan tercatat sebesar Rp 371 miliar turun sebesar 9,25% secara tahunan (year on year/yoy).

Sedangkan total beban sebesar Rp 354 miliar, mampu diturunkan perseroan sebesar 2,63% (yoy). Dengan kondisi tersebut, laba bersih berhasil dibukukan sebesar Rp 13 miliar atau turun sebesar 60,15% (yoy).

"Pencapaian laba berjalan juga mengalami penurunan terutama karena penurunan penyaluran pembiayaan serta collection yang terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19," imbuh dia.

Dari sisi pembiayaan, Sampai semester I-2020 perseroan hanya mampu mencatatkan penyaluran sebesar Rp 618 miliar, turun sebesar 58,14% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 1,46 triliun. Penurunan itu dipengaruhi dua sektor utama yakni sewa pembiayaan yang turun sebesar 50,24% (yoy) menjadi sebesar Rp 224 miliar dan pembiayaan konsumen turun sebesar 61,60% (yoy) menjadi sebesar Rp 394 miliar.

Herman memaparkan, penurunan pembiayaan baru itu turut memukul total piutang pembiayaan perseroan menjadi sebesar Rp 4,06 triliun, turun 15,44% (yoy). Posisi itupun di pengaruhi penurunan pada kisaran 15% (yoy) pada sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen.

Dengan menurunnya penyaluran pembiayaan itu, jumlah utang kepada lembaga keuangan dan bank turut terpangkas sebesar 9,55% (yoy) menjadi sebesar Rp 3,47 triliun. Jumlah aset dibukukan mencapai Rp 4,79 triliun, turun sebesar 7,14% (yoy). Untuk ekuitas naik menjadi sebesar Rp 1,21 triliun atau naik tipis 1,71% (yoy).

Kinerja 2019
Sementara itu, Herman mengatakan, perseroan berhasil membukukan laba bersih pada tahun 2019 sebesar Rp 59 miliar, naik 2,95% (yoy). "Faktor utamanya adalah karena peningkatan pendapatan operasional perseroan, terutama pendapatan pembiayaan konsumen," ujar dia.

Sampai akhir 2019, Buana Finance mampu mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 839 miliar atau meningkat 13,43% (yoy). Sedangkan total beban naik sebesar 14,77% (yoy) menjadi Rp 761 miliar.

Akhir tahun lalu, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan pun sempat meningkat menjadi 5,35% dibandingkan tahun 2018 sebesar 4,53%. Hal itu dipengaruhi imbal hasil rata-rata portofolio pembiayaan yang terjadi baik di sektor sewa pembiayaan maupun pembiayaan konsumen.

Sepanjang tahun 2019 perseroan mencatatkan penurunan pembiayaan sebesar 7,79% (yoy) menjadi sebesar Rp 2,82 triliun. Sementara piutang pembiayaan berhasil tumbuh tipis 1,25% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,69 triliun.

Herman menjelaskan, porsi tunggakan angsuran di atas 90 hari di tahun 2019 tercatat sebesar 0,58% atau sedikit mengalami peningkatan dibandingkan 0,48% di tahun 2018. Peningkatan piutang bermasalah terutama terjadi pada sektor sewa pembiayaan, di mana perkembangan bisnis sewa pembiayaan yang terkait dengan industri pertambangan, agrobisnis dan industri sepanjang tahun 2019 secara umum masih sangat fluktuatif.

Sepanjang tahun 2019, perseroan memperoleh sumber pendanaan dari kreditur bank, baik melalui fasilitas kredit sindikasi maupun bilateral dengan total penarikan sebesar Rp 2,80 triliun. Buana Finance masih memiliki potensi besar untuk mendapatkan fasilitas pendanaan mengingat posisi DER masih rendah di 3,08 kali.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buana Finance tanggal 12 Agustus 2020, para pemegang saham turut menyepakati pengangkatan Direksi yaitu Mariana Setyadi yang juga telah lulus Ujian Kemampuan dan Kepatutan dari OJK. Mariana Setyadi diangkat setelah Tedjo Endriyarto mengundurkan diri pada Desember 2019.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN