Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli (tengah), Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kanan), dan Corporate Secretary Adira Finance Perry B Slangor (kiri)  seusai paparan kinerja Adira Finance di Jakarta, Senin (29/7). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Pesiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli (tengah), Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kanan), dan Corporate Secretary Adira Finance Perry B Slangor (kiri) seusai paparan kinerja Adira Finance di Jakarta, Senin (29/7). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Semester I, Pembiayaan Adira Finance Rp 19,1 Triliun

c04, Selasa, 30 Juli 2019 | 08:14 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan pembiayaan sebesar Rp 19,1 triliun sepanjang semester I-2019. Angka tersebut tumbuh 4% dibandingkan dengan perolehan pada periode sama tahun sebelumnya.

Pesiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan, pertumbuhan yang masih tipis tersebut diperkirakan dampak dari adanya pemilihan umum (pemilu) dan turunnya harga komoditas. Hal lain yang mempengaruhi adalah rendahnya penjualan mobil baru.

"Jadi situasinya kurang kondusif, tapi kami mencatatkan tumbuh positif dibandingkan semester pertama tahun lalu," kata Hafid di Jakarta, Senin (29/7).

Hafid merinci, dari total pembiayaan baru pada semester I-2019 yang sebesar Rp 19,1 triliun tersebut didominasi oleh pembiayaan untuk sepeda motor atau mencapai Rp 9,9 triliun, mengalahkan pembiayaan mobil yang sebesar Rp 8,07 triliun. Sedangkan untuk pembiayaan nonotomotif dan elektronik sebesar Rp 1,1 triliun.

Untuk pembiayaan sepeda motor, hingga akhir Juni 2019 tercatat tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut didominasi oleh pembiayaan sepeda motor baru sebesar Rp 7,3 triliun, atau tumbuh 11% (yoy). Sementara untuk sepeda motor bekas tercatat tumbuh sebesar 5% (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun.

Khusus untuk pembiyaan mobil, mulai menunjukkan switching antara pembiayaan mobil baru ke mobil bekas. Pembiayaan untuk mobil bekas tumbuh 13% (yoy) menjadi Rp 3,7 triliun, sebaliknya pembiayaan mobil baru justru turun 14% (yoy) menjadi Rp 4,4 triliun. Adapun dari jumlah tersebut kontribusi mobil penumpang tercatat sebesar 64% dan mobil komersial 36%.

Berdasarkan hal tersebut, anak perusahaan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) tersebut melakukan sedikit pergeseran porsi pembiayaan. "Karena mobil turun jadi porsinya agak sedikit geser, tahun lalu itu porsinya 44% dan tahun ini 42%, motor dari 49% ke 52%," kata Hafid.

Sementara itu, dari sisi laba, Hafid memaparkan, Adira Finance mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 9% (yoy) atau mencapai Rp 949 miliar. Di sisi lain, net performing financing (NPF) terjaga di level 1,9%. "Kehati-hatian kami dalam menyalurkan pinjaman terus mendukung praktik manajemen resiko yang prudent," ujar dia.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA