Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kredit mobil - multifinance

kredit mobil - multifinance

Semester I, Realisasi Pembiayaan Bukopin Finance Lampaui Target

Nida Sahara, Rabu, 17 Juli 2019 | 08:24 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bukopin Finance membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 1,6 triliun pada semester I-2019 atau tumbuh 30% dibandingkan periode sama tahun lalu. Realisasi pertumbuhan hingga paruh pertama tahun ini melampaui target pertumbuhan pembiayaan perseroan sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar 27% secara year on year (yoy).

Direktur Utama Bukopin Finance Tri Djoko Roesiono mengatakan, portofolio pembiayaan perseroan mayoritas berasal dari kendaraan roda empat (mobil) bekas, sedangkan untuk mobil baru hanya 10% dari total pembiayaan Bukopin Finance. Di sisi lain, dia menjelaskan, margin untuk mobil bekas lebih baik dibandingkan dengan mobil baru yang marginnya lebih tipis.

"Pada semester I ini kami sudah salurkan Rp 1,6 triliun, itu sudah mencapai target tahun ini, tinggal kejar lagi kalau ada kebijakan-kebijakan yang bisa membuat bisnis turun. Tahun ini target kami 27% (yoy), sekarang pada semester I sudah 30% (yoy) lebih," papar Tri kepada Investor Daily, Selasa (16/7).

Menurut dia, pertumbuhan yang tinggi pada semester pertama disebabkan secara nominal, pembiayaan Bukopin Finance masih kecil dibandingkan dengan perusahaan pembiayaan lainnya. Dengan demikian perseroan sedang mengejar pertumbuhan supaya skalanya menjadi lebih tinggi.

Tri juga menyebutkan, pembiayaan syariah dari unit usaha syariah (UUS) Bukopin Finance tahun ini ditargetkan bisa tumbuh 10% (yoy). Tri mengaku potensi pembiayaan syariah masih cukup bagus di Indonesia. "Untuk syariah pembiayaan pada semester I masih Rp 50 miliar, masih sedikit, kami targetkan tumbuh 10% total booking syariah kami," tambah dia.

Di sisi pendanaan, pihaknya mengaku tidak mengalami kesulitan. Pasalnya perseroan memiliki induk PT Bank Bukopin Tbk yang membantu dari sisi pendanaan dengan 100% join financing.

"Kami tidak ada masalah pendanaan, karena Bukopin support full, untuk UUS kami juga kerja sama dengan Bank Syariah Bukopin untuk pendanaannya, itu yang kami kembangkan, karena persaingan saat ini terbuka luas untuk syariah," jelas dia.

Tri menegaskan, Bukopin Finance merupakan anak usaha dari Bank Bukopin, sehingga perseroan tidak mengalami kendala. Berbeda dengan perusahaan pembiayaan lain yang tidak memiliki induk perbankan.

"Apalagi pembiayaan dari perbankan belum terbuka penuh untuk multifinance, banyak yang bukan dimiliki bank sulit mendapatkan dana perbankan. Jadi kami sebagai anak usaha Bank Bukopin lebih leluasa mendapatkan dana," papar Tri.

Di sisi lain, pihaknya mencatat hingga saat ini posisi rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) Bukopin Finance terjaga di bawah 2%. Adapun, posisi NPF tersebut masih akan dijaga sampai dengan akhir tahun ini. Salah satu strategi yang dilakukan yakni dengan lebih berhati-hati dalam memberikan pembiayaan. Dengan demikian, kualitas pembiayaannya bisa terjaga dengan baik.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN