Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi Astra Financial. Foto: astrafinancial.co.id

Jajaran direksi Astra Financial. Foto: astrafinancial.co.id

Semester II, Astra Finansial Genjot Penyaluran Pembiayaan

Nida Sahara/c04, Selasa, 16 Juli 2019 | 08:21 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk melalui lini bisnis keuangannya (Astra Financial) mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang belum optimal pada semester I-2019. Untuk itu, Astra Financial menggenjot penyaluran pembiayaan pada semester II-2019 untuk mencapai target yang ditetapkan tahun ini.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Financial Services (TAF) Wisnu Kusumawardhana mengatakan, sampai dengan paruh pertama tahun ini perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,5 triliun, nilai tersebut meningkat 12,5% dibandingkan dengan pembiayaan yang dikucurkan semester I-2018 sebesar Rp 4 triliun.

Sedangkan target pembiayaan TAF sampai dengan akhir tahun ini sebesar 20% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 10-11 triliun. Adapun segmen pembiayaan perseroan mayoritas adalah mobil baru.

"Masih rendah itu seasonal, kami banyak agenda tahun ini, ada kampanye, pencoblosan, pada saat itu orang wait and see. Tapi begitu sudah jelas keputusannya sudah mulai membaik, saya optimistis itu akan reborn pada semester II," jelas Wisnu ditemui di Menara Astra, Jakarta, Senin (15/7).

Menurut dia, diharapkan pada semester kedua tahun ini permintaan pembiayaan otomotif mulai meningkat lebih baik. Namun, perseroan tetap mementingkan kualitas pembiayaan yang diberikan. "Keinginan kami lebih besar lebih baik, tapi prioritas kami prudent dalam ambil aplikasi. Jadi tidak sekedar ambil aplikasi tapi nanti naik NPF-nya, harus jaga itu juga," ungkap Wisnu.

Meski secara pertumbuhan TAF terlihat tumbuh tinggi dibandingkan industri multifinance yang hanya single digit, hal tersebut disebabkan adanya pemulihan aset (recovery) pada tahun ini, sehingga terlihat pertumbuhannya tinggi. "Karena tahun ini kami ada recovery, tahun lalu itu NPL tinggi, tapi kami sudah perbaiki," kata Wisnu.

Saat ini, posisi pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) perseroan sudah terjaga di bawah 1%. Posisi NPF rendah tersebut masih akan dijaga hingga akhir tahun ini.

Wisnu juga menyebutkan, saat ini rata-rata suku bunga pembiayaan di TAF berkisar antara 12-13% per tahun. Ke depan, pihaknya melihat adanya ruang untuk penurunan suku bunga tersebut. Hal tersebut akan disesuaikan ketika Bank Indonesia (BI) mulai menurunkan suku bunga acuannya (BI 7DRRR) dan diikuti oleh suku bunga perbankan.

"Kami tidak bisa pastikan (penurunan bunga), tapi tergantung kondisi dan situasi, tapi akan berdampak ke bank dulu. Kalau bank responsnya cepat, kami juga akan cepat responsnya, tapi kalau lama, kami juga lama. Tapi potensi bunga naik dan turun itu ada," jelas dia.

Senada, Chief Marketing Officer (CMO) PT Astra Sedaya Finance (Astra Credit Companies/ACC) Tan Chian Hok juga pada semester pertama tahun ini mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang tidak besar, yakni hanya sekitar 2-3% (yoy) sebesar Rp 13,6 triliun dengan total 86.300 unit kendaraan karena konsumen masih wait and see.

Pihaknya mulai menggenjot pembiayaan pada semester kedua tahun ini. "Jadi kalau ACC tahun ini targetnya 7-10% (yoy), tahun lalu kami juga tumbuh 6-7% (yoy). Sampai semester I-2019 masih 2-3%, kami optimistis target tercapai pada semester II," imbuh dia.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN