Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung SMF. Foto: dok. SMF

Gedung SMF. Foto: dok. SMF

GEMILANG 2019,

SMF Siap Maksimalkan Peran sebagai SMV 2020

Gora Kunjana, Kamis, 19 Maret 2020 | 15:43 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, kembali mencatatkan peningkatan kinerja selama tahun 2019, terutama dalam menjalankan misinya mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan perumahan.

Melalui transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman yang mencapai Rp14,45 triliun pada tahun 2019, angka tersebut meningkat 21,63% dibanding tahun 2018 sebesar Rp11,88 triliun.

Secara kumulatif total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2005 sampai dengan 31 Desember 2019 mencapai Rp 62,05 triliun.

Pencapaian tersebut berdasarkan penambahan pada data laporan keuangan audited periode 31 Desember 2019, dengan total aliran dana yang disalurkan selama periode tersebut yaitu dalam bentuk kegiatan sekuritisasi sebesar Rp 2 triliun, penyaluran pinjaman sebesar Rp 12,45 triliun, dan pembelian KPR sebesar Rp116 miliar.

Total aset SMF di tahun 2019 adalah sebesar Rp 26,69 triliun, naik 36,94% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,49 triliun. Posisi penyaluran pinjaman per 31 Desember 2019 mencapai sebesar Rp 22,31 triliun, angka tersebut meningkat 45,15% dibanding tahun 2018 sebesar Rp15,37 triliun.

Adapun laba bersih di tahun 2019, mencapai Rp 472,88 miliar, naik 8,32% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 436,54 miliar.

Pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan penerbitan surat utang korporasi sebagai sumber pendanaan. Selama tahun 2019, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar Rp9,28 triliun melalui penerbitan obligasi PUB IV Tahap VII sebesar Rp 1.850 miliar, MTN VIII sebesar Rp500 miliar, PUB IV Tahap VIII sebesar Rp2.511 miliar, PUB V Tahap I sebesar Rp2.000 miliar, Sukuk PUB I Tahap I sebesar Rp100 miliar, PUB V Tahap II sebesar Rp2.203 miliar dan SBK I SMF 2019 sebesar Rp120 miliar. Sampai dengan akhir tahun 2019, posisi (outstanding) surat utang SMF mencapai Rp 14,8 triliun dan pendanaan dari bank sebesar Rp2,37 triliun, angka tersebut berdasarkan data laporan keuangan periode 31 Desember 2019.

Terkait  transaksi sekuritisasi, Sejak tahun 2009, sampai dengan 31 Desember 2019,  SMF telah berhasil memfasilitasi 13 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp 12,155 triliun. Sedangkan, untuk kerja sama pembiayaan, SMF telah bekerja sama dengan Bank Umum, Bank Syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Perusahaan Pembiayaan.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. Foto: smf-indonesia.co.id
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. Foto: smf-indonesia.co.id

Direktur utama SMF, Ananta Wiyogo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/3/2020) mengatakan bahwa dari seluruh dana yang telah dialirkan, SMF telah membiayai kurang lebih 975.837 ribu debitur KPR (termasuk KPR Program FLPP) yang terbagi atas 84,25 % wilayah barat, 15,07 % wilayah tengah dan sisanya sebesar 0,68 % wilayah timur.

Pada tahun 2019 SMF juga telah merealisasikan dukungannya terhadap program Pemerintah dalam mewujudkan Program Perumahan Berbasis Komunitas khususnya bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap. SMF telah menggandeng Grab Indonesia untuk memberikan akses KPR melalui Program KPR SMF-Grab bagi para driver GrabCar. KPR SMF-Grab disalurkan melalui Perusahaan Pembiayaan yang bekerja sama dengan SMF. Sebagai langkah awal sebanyak 52 orang driver dinyatakan memenuhi kriteria KPR dari 400 orang yang mendaftar dalam kegiatan Expo KPR SMF-Grab.

Selain itu SMF juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terkait pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau untuk karyawan PNM yang tersebar di seluruh Indonesia.Dalam kerjasama tersebut SMF akan menyalurkan fasilitas pembiayaan jangka menengah/panjang terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khususnya kepada karyawan PNM yang saat ini berjumlah kurang lebih sebesar 37.000 orang  yang tersebar di seluruh Indonesia.

Penugasan Khusus SMF 2019

Dalam memperkuat perannya sebagai Special Mission Vehicle (SMV) serta fiscal tools Pemerintah, sepanjang tahun 2019 SMF juga aktif merealisasikan beberapa program penugasan khusus dari Pemerintah diantaranya yaitu Program KPR SMF Paska Bencana, Program Penurunan Beban Fiskal, Program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas , dan Program Pengembangan Rumah Di Daerah kumuh.

Program pertama yaitu Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan pada Program KPR FLPP, SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%.

Sejak Agustus 2018 hingga 31 Desember SMF bersama BLU PPDPP telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP, kepada 88.911 debitur dengan total penyaluran dana sebesar Rp 2,909 Triliun melalui 12 bank penyalur KPR FLPP.

Hal tersebut memberikan dampak positif yaitu  semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

Program kedua yaitu Program Pembiayan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas. Program ini merupakan bentuk dari dukungan SMF terhadap program Pemerintah dalam hal pengembangan kawasan wisata untuk meningkatkan devisa dan perekonomian masyarakat di daerah wisata. SMF bekerjasama dengan BUMDes sebagai lembaga penyalur dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). 

Sepanjang tahun 2019, SMF telah bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam merealisasikan Program Kemitraan berupa Program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang terletak di Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Untuk daerah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta, pembiayaan disalurkan ke 3 (tiga) desa yakni Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, DIY Yogyakarta  dan Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan  Pathuk, Gunung Kidul, DIY Yogyakarta. Sedangkan di NTB, program pembiayaan disalurkan ke kawasan destinasi pariwisata Desa Kuta, Lombok Tengah.

Penyaluran Program Kemitraan dilakukan melalui Lembaga Penyalur dan pemberdayaan Lembaga Penyalur di area DPP. Di dalam prosesnya, Kemenparekraf dan SMF melakukan  pendampingan kepada Lembaga Penyalur dalam rangka capacity building dan peningkatan peran serta masyarakat setempat.

Program ke tiga, Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh, SMF telah bersinergi dengan Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR melalui program KOTAKU (kota tanpa kumuh) dalam mengatasi daerah kumuh melalui renovasi/pembangunan rumah. Dalam pelaksanaanya SMF berkerja sama dengan  Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pembangunan rumah di daerah kumuh tersebut menggunakan dana Bina Lingkungan (BL) melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui ketersediaan hunian yang layak, serta menciptakan lingkungan rumah yang sehat. 

Pilot project program ini sudah berjalan sejak Desember 2018 yang direalisasikan melalui perbaikan 14 rumah di Kelurahan Purwokinanti, Daerah Istimewa Yogyakara. Sedangkan pada tahun 2019 program ini telah digulirkan di beberapa kota yaitu Semarang yang mencakup perbaikan rumah kumuh di 2 kelurahan yang terdiri dari 40 rumah, Pontianak (1 kelurahan, 23 rumah), Bukittinggi (2 kelurahan, 13 rumah) dan Makassar (1 kelurahan 14 rumah). 

Pada inisiasi keempat yaitu Program KPR Pasca Bencana, yang merupakan program kepemilikan rumah dengan tujuan untuk mendukung program pemerintah terkait pemulihan pemukiman yang terdampak akibat bencana. Melalui fasilitas pembiayaan ini, diharapkan pembangunan kembali atau perbaikan rumah yang rusak di daerah terdampak bencana akan segera terealisasi. Pada tahun 2019 SMF telah merealisasikan penyaluran KPR iB Pasca Bencana di Lombok Nusa Tenggara Barat, yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam rangka mendukung peningkatan penyaluran KPR Pasca Becana, rencananya di tahun 2020 ini  SMF akan melakukan perluasan kriteria dan segmen penyaluran KPR iB Pasca Bencana.

SMF. Foto: dok. SMF
SMF. Foto: dok. SMF

Penyertaan Modal Negara

SMF akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Pemerintah pada tahun 2020 sebesar Rp2,5 triliun yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020. Adapun tujuan dari penambahan PMN tersebut ditujukan khusus untuk tiga Program Khusus Pembiayaan Perumahan di tahun 2020. Adapun tiga program tersebut yaitu, pertama, Program Penurunan Beban Fiskal pada Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Program KPR Pasca Bencana, dan Program KPR Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI Polri.

Terkait rencana kerja di tahun 2020, Ananta Wiyogo mengatakan bahwa terdapat tiga fokus SMF di tahun 2019, yaitu pertama, peran aktif SMF sebagai SMV dalam mendukung Program Pemerintah di sektor  Perumahan. Kedua, transformasi bisnis SMF untuk mendukung kegiatan bisnis, dan ketiga yaitu, pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

Adapun terkait target bisnis Ananta Wiyogo mengatakan bahwa pada tahun ini SMF menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp 13 triliun, sekuritisasi sebesar Rp 3 triliun, dan penerbitan surat utang sebesar Rp 10 triliun.

“Kami optimis target tersebut dapat kami realisasikan di tahun ini , sehingga SMF dapat memaksimalkan peran kami sebagai Special Mission Vehicle yang dapat mendukung penuh Program Pemerintah di sector Perumahan,”ungkap Ananta Wiyogo.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN