Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: IST

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: IST

Stimulus Lanjutan OJK Dorong Multifinance Kreatif Salurkan Pembiayaan

Minggu, 21 Februari 2021 | 08:42 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberikan stimulus lanjutan bagi multifinance mendukung pemulihan ekonomi nasional. Melalui kebijakan penurunan bobot risiko dan uang muka 0% itu, pihak regulator coba merangsang multifinance lebih kreatif dalam menyalurkan pembiayaan.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo memaparkan sejumlah stimulus lanjutan tersebut. Terdapat stimulus bagi dua lini bisnis multifinance yakni dalam rangka menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan beragun rumah tinggal. Kebijakan akan mulai efektif berlaku tanggal 1 Maret 2021 dengan diterbitkannya surat Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Pada pembiayaan kendaraan bermotor, OJK melonggarkan bobot risiko pembiyaan atau aset tertimbnag menurut risiko (ATMR) menjadi 25%-50%,yang bobot ditetapkan sebesar 37,5%-75% untuk pembiayaan multiguna. Kemudian, ATMR bisa menjadi 0% untuk program kepemilikan kendaraan bermotor bagi perusahaan yang memiliki Car Ownership Program (COP).

Selanjutnya, multifinance juga bisa memberikan uang muka (down payment/DP) hingga 0%. "Perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tingkat kesehatan tertentu dimungkinkan untuk memberikan uang muka pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 0%," jelas Anto melalui keterangan tertulis, akhir pekan ini.

Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo. Foto: BSTV
Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo. Foto: BSTV

Mengacu pada statistik OJK, piutang pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan empat, baik baru maupun bekas memang tercatat menurun hingga akhir 2020. Lini bisnis utama multifinance tersebut terkoreksi 16,52% secara year on year (yoy), dari Rp 300,58 triliun menjadi Rp 250,90 triliun.

Selain stimulus pembiayaan kendaraan bermotor, OJK juga memberlakukan stimulus bagi pembiayaan beragun rumah tinggal. Dalam pemaparannya, OJK memberikan stimulus bobot risiko ATMR pembiayaan beragun rumah tinggal yang granular dan ringan tergantung pada rasio loan to value (LTV). Salah satu tujuan kebijakan itu guna mewujudkan program sejuta rumah.

Jika dirinci, OJK menetapkan uang muka pembiayaan beragun rumah kini disesuaikan dengan DP 0-30% atau LTV ≥ 70%, rasio ATMR disesuaikan menjadi 35%. Lalu DP 30-50% atau LTV sebesar 50-70%, rasio ATMR disesuaikan sebesar 25%. Serta DP ≥ 50% atau LTV ≤ 50%, rasio ATMR ikut disesuaikan menjadi 20%.
 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN