Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi PT Intan Baruprana Finance

Ilustrasi PT Intan Baruprana Finance

Upaya Penyehatan Keuangan, Intan Baruprana Finance Cari Investor Strategis

Senin, 28 Juni 2021 | 21:47 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) mencatatkan rugi bersih tahun 2020 yang cukup  dalam, beberapa rasio keuangan yang menyangkut permodalan pun terkoreksi cukup dalam. Untuk menyehatkan kondisi keuangan, salah satunya perseroan tengah berusaha untuk mencari investor strategis.

Materi Public Expose Insidentil yang diterbitkan perusahaan menjelaskan, rugi bersih tahun 2020 mencapai Rp 598,09 miliar atau naik 407,15% secara tahunan (year on year/yoy). Kondisi tersebut dipengaruhi lini pendapatan yang negatif Rp 35,71 miliar, sedangkan lini beban melonjak menjadi Rp 548,82 miliar.

Sementara itu, pada akhir 2020 total aset mencapai Rp 876,40 miliar, merosot 41,43% (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp 1,49 triliun. Liabilitas sebesar Rp 1,19 triliun, menurun 1,84% (yoy) dari sebelumnya Rp 1,22 triliun. Sedangkan ekuitas tercatat negatif Rp 322,30 miliar, atau anjlok 220,67% (yoy) dari sebelumnya Rp 275,36 miliar.

Adapun gearing ratio di level 3,16 kali, financing to asset ratio (FAR) di posisi 57,93%, modal sendiri terhadap modal disetor terkoreksi sampai dengan -45,39%, dan rasio permodalan di posisi -26,02%.  Kemudian pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) net berhasil dijaga di level 0,58% atau lebih baik dibandingkan akhir 2019 di posisi 12,96%.

Materi Materi Public Expose Insidentil PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN). Foto: Ist
Materi Materi Public Expose Insidentil PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN). Foto: Ist

Melalui keterangan resmi, Direktur Utama IBFN Carolina Dina Rusdiana menyampaikan, perseroan juga mendapat opini "disclaimer" yang diberikan oleh KAP adalah akibat dari penambahan pencadangan (impairment) yang cukup tinggi. IBFN mengalami peningkatan kerugian yang signifikan dan menyebabkan terjadinya pelanggaran rasio-rasio terkait permodalan yang ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun demikian, kata dia, pihaknya masih optimis agar di tahun 2021 IBFN bisa mendapatkan investor baru yang bisa membawa dana segar guna menambah modal kerja perseroan.

"IBFN membuka kesempatan untuk menggandeng para investor yang tertarik menjalin kemitraan strategis bersama IBFN. Hal ini merupakan salah satu upaya IBFN untuk bersinergi dengan semua pihak agar bisa bersama-sama mendorong kembali roda perekonomian nasional. Bersama-sama kita bisa menjadi penggerak pemulihan ekonomi nasional, khususnya dalam hal financing," ujar Dina, Senin (28/6).

Di tahun 2021, lanjut dia, IBFN juga akan fokus pada perbaikan rasio-rasio keuangan khususnya yang terkait dengan permodalan agar dapat memenuhi ketentuan OJK. "IBFN berharap dengan masuknya investor strategis dan adanya dukungan penuh dari pemegang saham dan para kreditur, maka IBFN dapat menjaga kelangsungan usahanya dan melakukan pengembangan bisnis," pungkas Dina.

Materi Materi Public Expose Insidentil PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN). Foto: Ist
Materi Materi Public Expose Insidentil PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN). Foto: Ist

Lebih lanjut, sepanjang tahun 2020 perseroan turut memitigasi dampak dari pandemi. Diantaranya adalah menyusun kebijakan internal untuk pemberian relaksasi kepada debitur-debitur perseroan yang terdampak pandemi. Diantaranya adalah dengan melakukan penyesuaian jumlah angsuran dan jangka waktu yang disesuaikan dengan kemampuan debitur.

Kemudian, turut mengajukan relaksasi kepada seluruh kreditur perseroan agar IBFN tetap dapat melaksanakan kewajibannya. Termasuk mengajukan relaksasi kepada OJK dalam hal pemenuhan rasio-rasio seperti yang telah ditetapkan dalam POJK. Dalam hal ini, perseroan telah mendapat dukungan penuh dari pemegang saham dan kreditur sehingga IBFN optimistis untuk dapat melanjutkan usahanya.

Sampai akhir 2020, PT Intraco Penta Tbk tercatat menggenggam saham 55,07% IBFN. Diikuti PT Intra Trading sebesar 17,23%, Reksa dana HPAM Ekuitas Progresif sebesar 8,55%, dan masyarakat sebesar 19,15%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN