Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

10 Portofolio Terbesar Aberdeen Standard Indonesia Equity Fund yang akan Dibubarkan

Jumat, 29 Januari 2021 | 22:15 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Standard Life Aberdeen sebagai beneficial owner akan menutup kegiatan bisnis manajer investasi di Indonesia, PT Aberdeen Standard Investments Indonesia, yang bakal berujung pada pembubaran hingga 10 produk reksa dana.

Tahap awal, Aberdeen berencana membubarkan produk reksa dana Aberdeen Standard Indonesia Equity Fund. Adapun produk ini berinvestasi pada sejumlah saham emiten besar di Indonesia.

Berdasarkan prospektus, reksa dana Aberdeen Standard Indonesia Equity Fund memiliki 10 portofolio saham terbesar, di antaranya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 9,8%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 9,4%, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar 8,4%.

Portofolio terbesar lainnya adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 7,7%, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 4,1%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 3,7%, PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 3,5%, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebesar 3,4%, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sebesar 3,3%, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebesar 3,2%.

Sebagai informasi, reksa dana Aberdeen Standard Indonesia Equity Fund merupakan reksa dana saham dengan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) senilai Rp 222,12 miliar. Tanggal emisi produk investasi tersebut pada 27 Desember 2007 dan tanggal efektif dari OJK pada 14 Desember 2007. Sementara, yang bertindak sebagai bank kustodian adalah Citibank NA Indonesia.

Sebelumnya, Standard Life Aberdeen menyatakan, keputusan untuk keluar dari pasar Indonesia adalah bagian dari rencana perusahaan yang lebih luas untuk mengkonfigurasi ulang operasi global seputar strategi pertumbuhan. Aksi ini akan memungkinkan perusahaan untuk fokus pada prioritas strategis dan pasar inti, sehingga membangun kemampuan yang menambah nilai lebih bagi pelanggan perusahaaan.

“Aksi ini akan membantu pertumbuhan yang efisien dan berkelanjutan di seluruh bisnis internasional kami,” jelas Standard Life Aberdeen dalam keterangan resmi.

Standard Life Aberdeen berharap dapat menutup bisnis di Indonesia pada pertengahan 2021, dengan cara yang tertib dan transparan yang memperlakukan karyawan dan pelanggan secara adil. Persusahaan bermaksud untuk menutup tujuh dana terbuka yang berdomisili lokal, dan melikuidasi atau mentransfer tiga dana terproteksi yang saat ini dikelola oleh Aberdeen Standard Investment Indonesia, sesuai dengan peraturan daerah dan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik nasabah.

Per 28 Januari, Aberdeen telah menyampaikan rencana pembubaran Reksa Dana Aberdeen Standard Indonesia Goverment Bond Fund, kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat direksi PT Aberdeen Standard Investments Indonesia No.49/DIR/ASII/2021. 

Selain itu, Aberdeen juga telah menginstruksikan bank kustodian untuk menghentikan perhitungan nilai aktiva bersih Reksa Dana Aberdeen Standard Indonesia Goverment Bond Fund melalui surat No.43/DIR/ASII/2021.

Manajemen Aberdeen menegaskan, aksi ini adalah keputusan yang sulit untuk dibuat, tetapi cara yang tepat untuk bisnis. Aksi ini juga bukan cerminan profesionalisme atau kinerja rekan-rekan Aberdeen di Indonesia. “Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan semua kolega yang terkena dampak didukung selama proses berlangsung,” kata juru bicara.

Sebagai informasi, Aberdeen Standard Investments Indonesia saat ini memiliki kantor di Jakarta dengan tim investasi yang mengelola 10 reksa dana yang berdomisili lokal pada aset kelas saham dan pendapatan tetap. Keputusan keluar dari Indonesia dinilai tidak akan berdampak pada reksa dana regional Aberdeen Standard Investments atau investasi luar negeri yang diinvestasikan di pasar Indonesia dan akan terus dikelola oleh tim investasi regional Aberdeen yang berbasis di Singapura.

Indonesia dinilai masih menjadi tujuan investasi penting untuk regional Aberdeen. Kehadiran Aberdeen di Tanah Air bermula ketika Aberdeen Standard Investments (Asia) Ltd mengakuisisi 80% modal saham PT NISP Asset Management dari NISP Sekuritas pada tahun 2014 untuk mendirikan PT Aberdeen Asset Management (AAM).

Pada 2018, Aberdeen Standard Investment mengakuisisi 19% saham tambahan di AAM, sehingga kepemilikan sahamnya menjadi 99%. Kemudian, AAM diubah namanya menjadi Aberdeen Standard Investments Indonesia setelah merger antara Standard Life dan Aberdeen pada Agustus 2017.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN