Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi dan komisaris PT Sariguna Primatirta Tbk saat peluncuran produk baru di Surabaya, Senin (5/8/2019). Foto:Amrozi Amenan

Jajaran direksi dan komisaris PT Sariguna Primatirta Tbk saat peluncuran produk baru di Surabaya, Senin (5/8/2019). Foto:Amrozi Amenan

2019, Laba Bersih Sariguna Primatirta Melonjak 106,68%

Nabil Al Faruq, Senin, 23 Maret 2020 | 14:20 WIB

JAKARTA, investor.id — Emiten air minum dalam kemasan, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) memperoleh laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 130,75 miliar, meningkat 106,68% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 63,26 miliar.

Sementara itu, penjualan bersih sepanjang tahun 2019 tercatat Rp 1,08 triliun, naik dari periode 2018 yang memperoleh Rp 831,10 miliar. Sedangkan, beban pokok penjualan perseroan juga ikut naik menjadi Rp 692,21 miliar, dari sebelumnya Rp 562,46 miliar. 

“Dengan adanya penjualan bersih dan beban pokok penjualan tersebut, perseroan memperoleh laba bruto di akhir 2019 sejumlah Rp 396,46 miliar, naik 47,58% dari akhir tahun 2018 yakni Rp 268,64 miliar,” ungkap manajemen Sariguna dalam laporan keuangan di Jakarta, Senin (23/3). 

Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan perseroan tercatat sebesar Rp 172,66 miliar, meningkat dari periode sama 2018 senilai Rp 81,83 miliar. "Laba per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah Rp 11 per saham, naik dari tahun sebelumnya Rp 6 per saham," jelas manajemen. 

Kemudian, total aset perseroan pada periode tahun lalu sebanyak Rp 1,24 triliun, dibandingkan periode sama 2018 yang hanya membukukan Rp 833,93 miliar. Total liabilitas perseroan melonjak 141,23% menjadi Rp 478,84 miliar, dari tahun 2018 sekitar Rp 198,45 miliar.

"Total ekuitas juga naik sebanyak 20,58% menjadi Rp 766,30 miliar dari tahun sebelumnya Rp 635,47 miliar," tegas manajemen. 

Rencana Buyback

Di sisi lain, perseroan berancana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan harga maksimum Rp 35 miliar, untuk sebanyak 100 juta saham. Aksi korporasi ini dilakukan oleh perseroan terhitung sejak tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan 22 Juni 2020. 

Menurut Direktur dan Sekretaris Sariguna Primatirta Lukas Setio Wongso, dampak yang diberikan dari aksi korporasi tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perseroan. Pasalnya, perseroan saat ini telah memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup memadai untuk melancarkan aksi tersebut. 

“Aksi korporasi tersebut tidak berdampak terhadap pendapatan perseroan. Namun dengan adanya perubahan pada jumlah saham yang beredar, maka rencana buyback secara tidak signifikan terhadap laba per saham perseroan,” ujar dia. 

Pihaknya membatasi harga pembelian saham sebesar maksimum Rp 500 per saham. Kemudian, pihaknya menilai aksi korporasi ini dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif saat ini. Aksi tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mengelola modal jangka panjang. 

Sebelumnya, perseroan tengah membidik pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 38% dengan mengaggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar. 

Menurut lukas, pertumbuhan yang siginfikan dan pencapaian pada tahun 2019 memberikan optimisme pada kinerja perseroan pada tahun 2020. Menurut dia, tahun 2019 juga merupakan tahun yang menantang karena ketatnya persaingan pasar air minum dalam kemasan (AMDK), sebab banyak pemain baru bermunculan. 

Meskipun demikian, dengan strategi yang diterapkan, Sariguna berhasil membukukan penjualan yang melebihi target pertumbuhan rata-rata industri AMDK sepanjang tahun lalu. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN