Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

Dana Kelolaan Reksa Dana Diprediksi Capai Rp 560 Triliun

Selasa, 14 September 2021 | 23:33 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana tahun ini diperkirakan mencapai Rp 550-560 triliun. Dana kelolaan tersebut turun 2,3% dibandingkan per akhir 2020 yang mencapai Rp 573,5 triliun.

Head of Investment Research PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, penurunan dana kelolaan itu bisa disebabkan oleh penurunan reksa dana terproteksi yang cukup tajam. “Reksa dana terproteksi terus turun karena adanya kebijakan pajak obligasi," jelas dia kepada Investor Daily, Selasa (14/9).

Dengan adanya penurunan reksa dana terproteksi itu, Wawan berharap jenis reksa dana lain seperti reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang bisa bertumbuh. Pertumbuhan dari ketiga jenis reksa dana ini yang diharapkan bisa memperkecil penurunan dana kelolaan tahun ini.

Adapun pada Agustus 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan reksa dana mencapai Rp 542,54 triliun. Dana kelolaan dari reksa dana terproteksi memang tercatat menurun 5,27%, yakni mencapai Rp 93,73 triliun dari Rp 98,95 triliun pada Juli 2021.

Sedangkan jenis reksa dana lain cukup berkembang pada Agustus 2021. Reksa dana pendapatan tetap mendominasi dana kelolaan dengan pencapaian Rp 149,2 triliun atau 27,5% dari total dana kelolaan.

Kemudian, reksa dana saham menjadi kontributor kedua, yakni sebesar Rp 127,52 triliun atau 23,5% dari total dana kelolaan. Sementara, reksa dana pasar uang mencatat kontribusi 19,53% atau mencapai Rp 105,98 triliun. Sisanya dikontribusi oleh jenis produk reksa dana lainnya.

Pjs Head of Investment PT Avrist Asset Management Ika Pratiwi Rahayu menjelaskan, dana kelolaan reksa dana diperkirakan akan pulih secara bertahap, seiring dengan membaiknya perekonomian. Karena itu, Avrist AM tetap optimistis dana kelolaan tahun ini bisa bertumbuh positif pada kisaran 5%.

Di lain pihak, Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto mengungkapkan, pihaknya masih mencermati pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan harga obligasi terhadap pertumbuhan dana kelolaan. Adapun tahun ini, Panin AM menargetkan dana kelolaan reksa dana bisa mencapai Rp 15 triliun.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi tingkat pengembalian (return) reksa dana tahun ini, Ika meyakini reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap bisa mencetak hasil positif di akhir tahun. Dia mengungkapkan, secara historis, obligasi pemerintah yang menjadi aset dasar reksa dana pendapatan tetap selalu mencatat kinerja positif pada September.

Kemudian, pada Oktober dan November, IHSG yang mencatat positif. Lalu, pada akhir tahun, IHSG dan obligasi pemerintah sama-sama mencetak return positif.

Rudi menambahkan, pencapaian return reksa dana saham ini memang sangat tergantung dengan pergerakan IHSG dan proses pemasaran reksa dana. Tahun ini, dia memprediksi, IHSG meningkat ke level 6.700 dan akan terjadi rotasi ke saham blue chip yang masih underperform sejak awal tahun. “Meski bukan semua, saham blue chip masih menjadi aset utama bagi kebanyakan reksa dana saham kinerjanya masih di bawah IHSG," kata Rudi.

Untuk reksa dana pendapatan tetap, Rudi menilai tantangan utamanya adalah tantangan tapering off pada tahun mendatang. Karena itu, pergerakan return reksa dana tahun ini akan cukup fluktuatif.

Hingga Agustus 2021, Infovesta mencatat reksa dana pendapatan tetap mencetak return tertinggi, yakni 2,97%, dibandingkan akhir tahun lalu. Lalu, reksa dana pasar uang juga mencatat return positif 2,21%.

Namun, reksa dana saham dan campuran masih mencatat kinerja yang negatif, yakni masing-masing terkoreksi 6,13% dan 1,18%, meskipun IHSG meningkat 2,86%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN