Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo The Fed pada  Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

Logo The Fed pada Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

Tapering The Fed Berdampak Terbatas di Indonesia

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 19:07 WIB
Parina Theodora

Jakarta-Ada beberapa faktor secara eksternal dan domestik, yang mungkin menjadi topik hangat ke depannya dan akan mempengaruhi pergerakan pasar modal dalam negeri. Topik eksternal meliputi tapering-off oleh The Federal Reserve, kendala likuiditas Evergrande di Tiongkok, hingga keresahan akan potensi new variant dari Covid-19. Sedangkan faktor domestik didominasi oleh jumlah kasus Covid-19 yang terus menurun di Indonesia, hingga harga komoditas yang tinggi.

Demikian disampaikan Chief Investment Officer PT STAR Asset Management Susanto Chandra. Menurutnya, Fed tapering atau posisi dimana stimulus dari Federal Reserve perlahan-lahan dihentikan sehingga tidak ada lagi dana yang diberikan ke market ini memang cenderung membuat kepanikan di market. Secara historis, lanjutnya, saat pembahasan adanya tapering pada 2013, baik pasar obligasi maupun saham di Indonesia melemah secara signifikan hingga awal 2014.

Namun di 2021 ini, ia mengatakan bahwa tapering-off ini kemungkinan tidak akan memberikan dampak yang terlalu signifikan kepada Indonesia. Mengingat, kondisi yang sedikit berbeda di 2020, ketika Covid-19 melanda, terjadi krisis global. Sehingga, ketika stimulus Amerika Serikat diberikan, Indonesia tidak terkena imbasnya karena pasar dari negara berkembang dirasa kalah menarik dari sisi growth prospect.

“Oleh karena itu, yang kita believe secara internal bahwa tapering ini seharusnya akan ada limited impact. Sentimen iya, tapi mungkin hanya satu sampai dua bulan saja,” lanjutnya. Selain faktor eksternal, faktor domestik juga ikut menjadi perhatian, ia melihat Indonesia bergerak ke arah yang positif.

Hal ini disebabkan kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah terkendali dan laju vaksinasi yang baik sehingga dengen tren tersebut seharusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali pulih dalam satu tahun kedepan. Oleh karena itu, ia menyarankan investor berinvestassi dalam jangka panjang dengan terus melakukan pembelian secara bertahap.

“Sobat investor yang mempunyai alokasi jangka pendek bisa untuk ngumpetin dulu barang-barang itu di money market maupun di reksa dana pendapatan tetap yang tenornya lebih pendek maupun lebih banyak di corporate bonds sambil nanti ketika volatilitas sudah lewat bisa masuk lagi kepada instrumen investasi lainnya,” sarannya.

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN