Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham menggunakan ponsel di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham menggunakan ponsel di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bareksa Prioritas: Investasi di Saham Teknologi Makin Menarik

Rabu, 6 Oktober 2021 | 13:00 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bareksa Prioritas melalui risetnya menilai prospek investasi di instrumen investasi berbasis saham teknologi semakin menarik. Hal ini ditopang oleh pergeseran gaya hidup ke arah new economy seiring adaptasi gaya hidup baru pascapandemi yang membuat sektor teknologi lebih tahan dibandingkan sektor siklikal.

Direktur Bareksa Prioritas Ricky Rahmatulloh mengatakan, kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah berbagai negara, termasuk Indonesia, telah mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi ke era new economy. Mayoritas transaksi masyarakat mulai dilakukan berbasis teknologi.

Ini terbukti dengan naiknya transaksi e-commerce yang melesat 63% secara tahunan pada semester I-2021 menjadi Rp 186,75 triliun. Transaksi digital banking juga melonjak 39% menjadi Rp 17,901 triliun.

“Hal ini turut mendorong lonjakan saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia hingga 500% sejak awal tahun,” jelas Ricky dalam keterangan resmi, Rabu (6/10).

Mayoritas saham berbasis teknologi seperti telekomunikasi dan bank digital membukukan keuntungan yang signifikan. Kemudian penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) perusahaan e-commerce seperti PT Bukalapak Tbk (BUKA) dan rencana GoTo (Gojek & Tokopedia) yang diproyeksikan dapat mendongkrak valuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Tidak hanya saham teknologi yang menarik, reksa dana dolar AS yang berbasis saham teknologi juga menjadi pilihan investasi yang menarik. Berdasarkan data Bareksa, dari 10 besar reksa dana dolar AS dengan imbalan tertinggi per 31 Agustus, reksa dana saham dengan portofolio saham-saham sektor teknologi menempati posisi teratas.

Salah satunya adalah reksa dana Manulife Greater Indonesia Fund yang dikelola PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) yang berhasil mencetak imbalan tertinggi yakni 63,39%, dengan porsi saham teknologi dan informasi mencapai 15,5%. 

Portofolio investasi reksa dana ini menurut fund fact sheet Juli 2021 adalah saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Kemudian, reksa dana Schroder Global Sharia Equity Fund milik PT Schroder Investment Management Indonesia yang berhasil mencetak imbalan 21,63% juga menggenggam saham teknologi. Portofolio sahamnya, yaitu saham Adobe Inc, Alphabet Inc, American Tower REIT Corp, ASML Holding, Estee Lauder Inc, Intuit Inc, Link REIT, Nestle SA, Relx Plc, dan Salesforce.com Inc.

Sementara itu, bagi investor yang profil risiko yang lebih rendah disarankan untuk lebih cermat memiliki instrumen. Ricky menjelaskan, di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi serta volatilitas pasar, investor diharapkan agar jeli melihat situasi.

Ricky memprediksi pasar obligasi juga masih akan berfluktuasi, terutama untuk obligasi pemerintah tenor panjang yang lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi.

“Investor dengan profil risiko moderat dapat mempertimbangkan diversifikasi ke reksa dana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi dengan rating baik,” kata dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN