Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

September, Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp 551,7 Triliun

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:02 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dana kelolaan industri reksa dana per September 2021 mencapai Rp 551,76 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai Rp 542,54 triliun dan Rp 510,14 triliun pada September 2020.

Dilihat dari jenisnya, reksa dana pendapatan tetap mendominasi dana kelolaan industri reksa dana yang mencapai Rp 152,26 triliun atau 27,6% dari total dana kelolaan. Kontributor kedua adalah reksa dana saham yang menyumbang 23,49% atau mencapai Rp 129,58 triliun.

Selanjutnya adalah reksa dana pasar uang yang mencatat dana kelolaan Rp 104,01 triliun atau 18,85% dari total dana kelolaan. Sementara, reksa dana terproteksi mencatat dana kelolaan Rp 97,46 triliun atau 17,67% dari total dana kelolaan. Selebihnya disumbang oleh reksa dana campuran, exchange traded fund (ETF), reksa dana global, reksa dana indeks, dan lainnya.

Sementara itu, dari sisi kinerja, Infovesta mencatat, reksa dana pendapatan tetap masih membukukan tingkat pengembalian investasi (return) tertinggi pada September 2021 dibandingkan September 2020, yakni mencapai 2,88%. Di bawahnya adalah reksa dana pasar uang yang mencetak return 2,44%. Sedangkan reksa dana saham dan reksa dana campuran, tingkat pengembaliannya masih minus 5,68% dan 0,56%.

Namun, apabila dilihat secara month to month (mtm), yakni September 2021 dibandingkan Agustus 2021, reksa dana campuran mencatat return tertinggi, yakni 0,63% dan reksa dana saham sebesar 0,49%. Sedangkan reksa dana pendapatan tetap minus 0,09% dan reksa dana pasar uang sebesar 0,23%.

Reksa Dana Saham

Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto menjelaskan, peningkatan dana kelolaan reksa dana pada September 2021 disebabkan oleh kenaikan harga saham yang cukup signifikan pada September 2021. Kinerja pasar saham yang mulai membaik ini memacu minat beli dari investor institusi dan investor ritel.

"Kenaikan ini tampaknya masih berlanjut pada Oktober dan seharusnya berdampak positif terhadap kenaikan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana," jelas dia kepada Investor Daily, Senin (11/10).

Sampai akhir tahun, Rudiyanto peningkatan dana kelolaan reksa dana, khususnya reksa dana saham masih akan berlanjut. Kendati, sentimen yang mempengaruhi pasar saham berubah dengan sangat cepat.

Meski demikian, Rudiyanto berharap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melampaui level 6.700 pada tahun ini. Peningkatan IHSG ini bisa mendorong peningkatan kinerja reksa dana saham.

Di lain pihak, Head of Investment Research PT Infovesta Utama Wawan Hendrayatna menjelaskan, peningkatan dana kelolaan reksa dana didorong oleh penguatan IHSG. Di samping itu, terdapat penerbitan produk baru yang mendorong penambahan dana kelolaan reksa dana terproteksi.

Sampai akhir tahun ini, Wawan menilai, dana kelolaan reksa dana saham akan terus meningkat. Ini ditopang oleh minat berinvestasi pada reksa dana saham yang cenderung tinggi menjelang akhir tahun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN