Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P. Tamba

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P. Tamba

Danareksa Investment Targetkan Dana Kelolaan Tahun Depan Tumbuh 15%

Selasa, 16 November 2021 | 14:48 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Danareksa Investment Management (DIM) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan (under asset management/AUM) pada 2022 sebesar 15%. Hingga kuartal III-2021, dana kelolaan DIM mencapai Rp 40 triliun.

"Untuk mencapai target AUM tahun depan, kami  akan menempuh sejumlah strategi," kata Direktur Utama DIM, Marsangap P Tamba  di Jakarta, Selasa (16/11).

Dari sisi pemasaran produk reksa dana open end, menurut Marsangap, DIM akan mengedepankan proposisi produk yang menjadi flagship-nya.  DIM juga akan mengutamakan  pengambilan keputusan berbasis riset untuk meningkatkan kualitas pengelolaan investasi . Langkah lainnya adalah mengoptimalkan  kanal ritel.

“Selain itu, DIM akan tetap mengedepankan manajemen risiko dan kepatuhan sebagai salah satu pilar utama dalam upaya menjaga terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik," ujar dia.

Marsangap Tamba menjelaskan, produk reksa dana yang diterbitkan DIM meliputi reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana pasar uang, reksa dana exchange traded fund (ETF), dan reksa dana indeks.

Marsangap mengungkapkan, dana kelolaan industri reksa dana menurun 3% pada Oktober 2021 menjadi Rp 554 triliun. Namun, dana kelolaan DIM hanya turun 2% atau sedikit lebih baik dibandingkan penurunan kelolaan industri reksa dana, dengan pangsa pasar 4,8-4,9%.

Risiko Inflasi

Chief Investment Officer DIM, Herman Tjahjadi menambahkan, menjelang akhir 2021 ada beberapa hal yang dicermati perseroan. Pertama adalah meningkatnya risiko inflasi seiring meningkatnya harga minyak bumi, minyak sawit mentah (CPO), gandum, dan kopi.

Kedua, yaitu perkembangan kasus Covid-19 di Tiongkok yang menunjukkan peningkatan di beberapa kota. “Apabila terjadi lockdown di beberapa pelabuhan utama Tiongkok, itu akan memberatkan rantai pasokan (supply chain) global,” tutur dia.

Merespons kasus  Covid-19 di Tiongkok, kata Herman, DIM akan terus memonitor perkembangan Covid-19 di dalam negeri. "Kami semua sangat berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan tidak lengah pada masa-masa liburan akhir tahun," papar dia.

Herman optimistis fundamental ekonomi Indonesia tahun depan semakin positif. Hal tersebut didukung pandemi Covid-19 yang mulai terkendali dan adanya kemungkinan penurunan status menjadi endemi pada 2022.

Selain itu, menurut dia, para pelaku bisnis akan kembali mengeluarkan anggaran investasi (capital expenditure) secara bertahap. Ini tercermin pada pertumbuhan kredit yang meningkat 2% secara tahunan (year on year/yoy) pada September lalu, berbanding 1% (yoy) pada Agustus.

Herman menjelaskan, ketika laju pertumbuhan kredit semakin positif, pertumbuhan ekonomi ke depan akan semakin baik. "Kami perkirakan produk domesti bruto (PDB) Indonesia pada 2022 tumbuh dalam kisaran 4,5-5%, dengan tingkat inflasi 2,2-3,3% dan nilai tukar rupiah Rp 14.100-14.700," ucap dia.

Dia mengemukakan, beroperasinya tol-tol baru pada 2022 akan menjadi katalis positif dalam menurunkan biaya logistik atau transportasi. Kecuali itu, kemajuan pemasaran produk melalui e-commerce akan sangat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan penjualan.

“Perizinan dalam dunia usaha juga menjadi lebih baik melalui omnibus law yang telah disahkan pada akhir 2020,” ujar dia.

Produk Baru  2022

Herman Tjahjadi mengungkapkan, pada 2022 Danareksa akan meluncurkan produk-produk baru bagi nasabah strategis. Adapun saat ini, Danareksa memiliki tiga produk reksa dana saham, yaitu Reksa dana Mawar yang fokus pada saham berkapitalisasi besar, Konsumer 10 untuk semua kategori saham, dan Fokus 10 untuk saham berkapitalisasi kecil.

Herman merekomendasikan Reksa Dana Mawar untuk investor yang lebih nyaman berinvestasi di saham unggulan (blue chip). Sedangkan bagi investor yang lebih agresif dan bisa menoleransi volatilitas saham-saham berkapitalisasi pasar kecil, Fokus 10 adalah produk yang tepat.

“Adapun bagi investor yang berada di tengah-tengah, Danareksa merekomendasikan berinvestasi pada Konsumer 10,” tandas dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN