Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi portofolio.

Ilustrasi portofolio.

2022, Danareksa Investment Management Bidik Pertumbuhan Dana Kelolaan 15%

Rabu, 17 November 2021 | 00:06 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Danareksa Investment Management (DIM) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar 15% pada 2022. Adapun dana kelolaan hingga kuartal III-2021 bertumbuh menjadi Rp 40 triliun.

Direktur Utama Danareksa Investment Management Marsangap P Tamba mengatakan, guna bisa mencapai target pertumbuhan tersebut, pihaknya akan melakukan sejumlah strategi. Di antaranya, perseroan akan mengedepankan pemasaran produk reksa dana open end yang menjadi flagship DIM.

Danareksa Investment Management juga akan menerapkan pengambilan keputusan berbasis riset untuk peningkatan kualitas pengelolaan investasi dan optimalisasi kanal penjualan ritel. "DIM juga akan tetap mengedepankan manajemen risiko dan kepatuhan sebagai pilar utama untuk menjaga terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik," jelas Marsangap, Selasa (16/11).

Hingga kini, Danareksa Investment Management telah meluncurkan sejumlah reksa dana saham, pendapatan tetap, campuran, pasar uang, exchange traded fund (ETF), dan indeks.

Mengenai dana kelolaan hingga Oktober 2021, Marsangap mengatakan bahwa mengalami penurunan sebesar 2% dengan pangsa pasar perseroan mencapai 4,8-4,9%. Penurunan tersebut masih lebih baik dibandingkan penurunan dana kelolaan industri reksa dana sebesar 3% menjadi Rp 554 triliun.

Chief Investment Officer Danareksa Investment Management Herman Tjahjadi menambahkan, DIM akan meluncurkan produk-produk baru untuk nasabah strategis. Saat ini, perseroan telah memiliki tiga produk reksa dana saham, yaitu Reksa Dana Mawar yang fokus pada saham berkapitalisasi besar, Konsumer 10 untuk semua kategori saham, dan Fokus 10 untuk saham berkapitalisasi kecil.

Herman menyebutkan bahwa Reksa Dana Mawar untuk investor yang lebih nyaman berinvestasi di saham blue chip. Sedangkan untuk investor yang lebih agresif dan bisa mentolerir volatilitas dari saham-saham yang berkapitalisasi pasar kecil, Fokus 10 adalah produk yang tepat. Sementara, untuk investor yang berada di tengah-tengah, DIM merekomendasikan untuk berinvestasi pada Konsumer 10.

Cenderung Tumbuh

Herman mengatakan, menjelang akhir 2021, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, peningkatan risiko inflasi seiring meningkatnya harga minyak bumi, CPO, gandum, dan kopi. Kedua, perkembangan kasus Covid-19 di Tiongkok yang menunjukkan peningkatan di beberapa kota. Apabila negara tersebut kembali menerapkan lockdown, perekonomian global akan terganggu akibat penutupan rantai pasokan (supply chain).

Dengan perkembangan Covid-19 di Tiongkok, DIM akan terus memonitor perkembangan Covid-19 di dalam negeri. "Kami semua berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan tidak lengah pada masa-masa liburan pada akhir tahun 2021," tutur dia.

Sementara itu, tahun 2022, Herman optimistis fundamental ekonomi Indonesia akan semakin positif. Hal tersebut didukung oleh pandemi Covid-19 yang mulai terkendali dan kemungkinan penurunan status menjadi endemi pada 2022.

Selain itu, para pelaku bisnis akan kembali investasi secara bertahap. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang meningkat 2% (year on year/yoy) pada September lalu, berbanding 1% (yoy) pada Agustus lalu. Menurut Herman, ketika laju pertumbuhan kredit semakin positif, maka pertumbuhan ekonomi juga akan semakin baik ke depannya.

"Kami positif pertumbuhan GDP Indonesia pada 2022 dalam kisaran 4,5-5%, tingkat inflasi di 2,2-3,3%, dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp 14.100-14.700," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN