Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Prihatmo Hari Mulyanto

Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Prihatmo Hari Mulyanto

APRDI: Dana Kelolaan Reksa Dana Bisa Tumbuh 15%

Kamis, 13 Januari 2022 | 09:59 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menargetkan dana kelolaan reksa dana tahun ini bisa bertumbuh 10-15%. Sementara sampai akhir 2021, dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana mencapai Rp 579,96 triliun

Ketua Presidium Dewan APRDI Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana tahun ini akan dipengaruhi oleh terkendalinya pandemi Covid-19 dan ekonomi dalam negeri yang sudah mulai pulih kembali. Kondisi tersebut tentu akan mendorong pertumbuhan pasar modal khususnya industri reksa dana dan pengelolaan investasi.

Baca juga: Gandeng DBS Indonesia, Eastspring Indonesia Luncurkan Reksa Dana Indeks Berbasis ESG

Di samping itu, informasi investasi reksa dana juga sangat berkembang dengan dukungan teknologi yang semakin masif.

“Kami memperkirakan pertumbuhan reksa dana akan terus meningkat secara jumlah dana kelolaan dan jumlah investornya mengingat potensinya yang masih sangat besar. Adapun dana kelolaan 2022 diharapkan pertumbuhannya bisa 10-15%,” ujar Prihatmo kepada Investor Daily, Selasa (11/1).

Sementara jenis reksa dana yang akan berkembang pada 2022, menurut Prihatmo adalah produk dengan risiko rendah sampai dengan sedang untuk tujuan investasi jangka pendek, namun untuk jangka panjang tentu reksa dana saham akan lebih optimal.

Lebih lanjut, Direktur PT Panin Asset Management (AM) Rudiyanto berpendapat bahwa dana kelolaan industri reksa dana diperkirakan bisa mencapai di atas Rp 600 triliun pada tahun 2022. Menurut dia, dana kelolaan pada tahun 2022 diperkirakan lebih baik dibandingkan 2021 yang didukung oleh pertumbuhan jumlah investor sejauh ini. 

“Masyarakat yang sadar semakin banyak, adanya transaksi melalui aplikasi mempercepat peningkatannya. Untuk mencapai di atas Rp 600 triliun harusnya tidak sulit, karena kurang dari 4% saja,” ujar dia.

Baca juga: Bahana TCW: Tingkat Inflasi Stabil, Peluang Bagi Reksa Dana Saham

Secara rinci, Rudiyanto memaparkan, apabila Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menguat ke level 7.400-7.600, diharapkan jenis reksa dana saham dapat mengalami peningkatan dana kelolaan. Demikian juga dengan reksa dana campuran yang porsi saham umumnya lebih besar

Untuk reksa dana pendapatan tetap, menurut dia, tantangannya lebih berat karena adanya kenaikan suku bunga yang berdampak negatif untuk obligasi. Sementara reksa dana terproteksi, umumnya produk ini selalu ada peminat, hanya saja karena antisipasi kenaikan suku bunga, imbal hasil yang ditawarkan juga perlu disesuaikan.

“Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dan kenaikan suku bunga yang agresif dapat menjadi sentimen negatif, di sisi lain menjadi momentum untuk membeli harga di bawah juga,” ujar dia.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN