Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi reksa dana pasar uang

Ilustrasi reksa dana pasar uang

Ini Alasan Investasi di Reksa Dana Cocok untuk Pemula

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Berinvestasi di reksa dana dinilai cocok sekali bagi investor pemula. Pasalnya, berinvestasi di reksa dana bisa memaksimalkan keuntungan, namun risiko tetap terkendali.

Chief Marketing Officer SayaKaya Prita Ilham Poempida menjelaskan, investasi di reksa dana memiliki banyak keunggulan sehingga sangat cocok untuk investor pemula. Keunggulan pertama adalah dari sisi modal yang sangat terjangkau.

"Investor pemula bisa mencicipi keuntungan berinvestasi di pasar modal dengan hanya modal Rp 50 ribu bahkan Rp 10 ribu untuk beli satu produk," kata dia dalam acara Peluncuran Aplikasi Saya Kaya secara Virtual, Rabu (26/1).

Baca juga: Lindungi Investor, OJK akan Bentuk Pemeringkatan Reksa Dana dan MI

Kemudian, berinvestasi di reksa dana juga bisa menjaga kesehatan mental investor. Prita menyebutkan investor bisa membeli sekeranjang portofolio surat berharga atau pasar uang yang sudah dipilih manajer investasi sehingga risiko turunnya nilai produk bisa diminimalisir.

Selain itu, berinvestasi di reksa dana juga lebih transparan. Saat ini, informasi mengenai reksa dana bisa diakses dimana-mana.

"Setiap produk reksa dana, ada yang namanya prospektus yang berisi semua informasi reksa dana," terang dia.

Lalu, berinvestasi di reksa dana juga aman. Pasalnya, dalam sebuah produk reksa dana, tidak hanya ada manajer investasi (MI), tapi juga ada bank kustodian sehingga uang nasabah aman ditempatkan di bank kustodian itu.

"Tidak semua bank mendapatkan lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi bank kustodian, hanya bank terpilih yang mendapatkan lisensi dan persetujuan dari OJK sehingga harusnya uang nasabah aman di bank kustodian," kata dia.

Dalam berinvestasi di reksa dana, investor juga bisa menyesuaikan profil risikonya. Prita menyebutkan, reksa dana memiliki empat jenis produk, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana campuran yang bisa dipilih sesuai profil risiko investor, dan juga jangka waktu investasinya.

Baca juga: Begini Tips Investasi di Reksa Dana dari Petinggi Panin AM

Chief Executive Officer (CEO) Saya Kaya Jessica Wijaya menambahkan, literasi keuangan milenial saat ini relatif rendah. Dia menyebutkan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan generasi yang berusia 18-25 tahun baru mencapai 32,1%. Sedangkan yang berusia 25-35 tahun sekitar 33,5%.

"Lalu, hanya 6% generasi milenial yang memiliki dana pensiun," jelas dia.

Padahal, mempersiapkan dana pensiun ini penting untuk masa depan. Namun memang, masih banyak generasi muda yang berpikiran dunia finansial itu cukup sulit. 

Di sisi lain, era digital membuat pola pikir generasi muda menjadi instan. Artinya, ketika mereka berinvestasi, hasilnya harus langsung ada. Akibatnya, banyak yang terjebak mengikuti tren investasi tanpa memikirkan risikonya.

Untuk itu, reksa dana sebenarnya adalah pilihan terbaik bagi investor untuk mulai berinvestasi. Saat ini, jumlah investor reksa dana sudah menembus 5 juta orang. Artinya, makin banyak generasi muda yang sudah sadar untuk mengatur keuangan mereka.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN