Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uang kertas dolar Amerika Serikat (AS) dan euro. ( Foto ilustrasi: AFP )

Uang kertas dolar Amerika Serikat (AS) dan euro. ( Foto ilustrasi: AFP )

Tips Kuliahkan Anak ke Luar Negeri dengan Investasi yang Pas

Sabtu, 9 April 2022 | 18:31 WIB
Parina Theodora (redaksi@investor.id)

Jakarta-Menyekolahkan anak di luar negeri membutuhkan persiapan dana dalam jumlah besar. Belum lagi memasukan faktor perbedaan mata uang dan inflasi. Bagaimana cara mempersiapkan dana pendidikan agar anak bisa sekolah ke luar negeri? Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Krizia Maulana menjabarkan langkahya berikut ini:

1. Cari tahu biaya sekolah hingga akomodasi

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menyekolahkan anak ke luar negeri, mulai dari uang pangkal, biaya per semester, hingga biaya hidup bulanan di negara tujuan.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah perbedaan mata uang. Biaya pendidikan di luar negeri umumnya menggunakan mata uang asing. Oleh karena itu, sebaiknya dana pendidikan juga disiapkan dalam mata uang negara tujuan atau bisa juga dalam dolar AS.

Pertimbangannya adalah agar tidak terjadi perbedaan atau selisih kurs di kemudian hari yang berpotensi mengganggu persiapan biaya kuliah anak. Untuk itu, investasi dalam mata uang dolar AS bisa menjadi salah satu opsi.

2. Memilih instrumen investasi yang tepat

Setelah mengetahui seluruh biaya selama anak menempuh pendidikannya di luar negeri, dengan sudah memperhitungkan faktor inflasi, langkah berikutnya adalah menentukan instrumen investasi yang tepat untuk mengembangkan dana pendidikan anak.

Perlu diketahui, dana pendidikan adalah dana yang harus ada saat dibutuhkan. Untuk itu, selain penempatan pada kelas aset pasar uang seperti pada tabungan dan deposito berdenominasi dolar AS, bisa juga menambahkan porsi reksa dana saham sebagai booster karena sifatnya yang likuid atau mudah untuk dijual kembali serta memiliki potensi pengembalian hasil yang tinggi.

Penempatan dana investasi di reksa dana saham bisa menjadi pilihan, jika persiapan dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang atau di atas 10 tahun. Apalagi saat ini sudah ada beberapa reksa dana berdenominasi dolar AS yang menangkap peluang investasi di pasar saham domestik dan luar negeri.

3. Potensi di pasar saham masih besar

Kami melihat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di pasar saham. Saat ini Indonesia berada pada posisi yang atraktif, berbeda dengan negara maju yang mengalami tren normalisasi. Indonesia justru diuntungkan oleh momentum pemulihan ekonomi seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat dan meningkatnya vaksinasi.

Posisi Indonesia sebagai net eksportir komoditas juga memberikan efek lindung nilai dari kenaikan harga komoditas. Kenaikan harga komoditas memberikan trickle-down effect terhadap perekonomian secara keseluruhan lewat meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang bekerja dan berhubungan dengan sektor yang bersangkutan.

Hal ini membuat Indonesia menjadi destinasi diversifikasi investasi di tengah dinamika global yang sedang terjadi. Kondisi yang kondusif serta posisi kepemilikan asing yang masih relatif rendah membuka peluang penguatan lebih lanjut di pasar saham Indonesia.

Hal positif lainnya datang dari pasar finansial Asia, termasuk Indonesia, yang bersama ASEAN-4 (Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand) diperkirakan akan mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan. Asia dianggap memiliki fondasi makroekonomi yang lebih kuat dalam menghadapi pengetatan moneter Amerika Serikat.

Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan dana pendidikan tinggi ke luar negeri. Sebaiknya pilih produk yang sesuai dengan profil risiko, tujuan, dan jangka waktu. Persiapan dalam jangka waktu yang panjang akan membuahkan hasil yang lebih optimal.

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN