Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung di Jakarta, Senin (23/5). Sumber: Prisma Ardianto/Investor Daily

Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung di Jakarta, Senin (23/5). Sumber: Prisma Ardianto/Investor Daily

Bank DBS Indonesia Targetkan AUM Tumbuh Double Digit

Senin, 23 Mei 2022 | 20:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bank DBS Indonesia menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) tumbuh double digit pada tahun 2022. Dana pihak ketiga (DPK) yang terus tumbuh seiring dengan masih terbatasnya pengeluaran (spending) nasabah menjadi peluang tersendiri bagi perusahaan.

Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung menyampaikan, memang mulai banyak nasabah menggelontorkan dananya untuk aktivitas wisata. Tetapi nyatanya dana pihak ketiga juga tetap tumbuh positif karena nasabah belum banyak menggelontorkan dananya.

Menurut Rudy, hal ini menjadi peluang bagi nasabah untuk meningkatkan kekayaan karena kesempatan berinvestasi selalu ada. Pada saat yang sama, situasi tersebut juga menjadi peluang tersendiri bagi Bank DBS Indonesia untuk mengoptimalkan bisnis pengelolaan dana nasabah.

"AUM kita melihat double business growth dari tahun ke tahun. Jadi kita ekspektasi dan kaji untuk naik double digit tahun ini dari tahun lalu," ucap Rudy saat ditemui di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Leading Indikator Ekonomi Terus Menguat di Kuartal II-2022

Terlepas dari target, Bank DBS Indonesia mencatat AUM telah tumbuh double digit di awal tahun ini. Pencapaian itu tidak terlepas dari pertumbuhan DBS Treasures Private Client (TPC) yang dipercaya memenuhi kebutuhan para nasabah tajir atau High Net Worth Individual (HNWI).

Sebagai gambaran, TPC sebagai mitra manajemen kekayaan HNWI mencatatkan pertumbuhan penjualan obligasi hingga 2,1 kali lipat melalui digibank. Begitu juga penjualan reksa dana (mutual fund) yang meningkat 1,74 kali dibandingkan akhir tahun lalu.

Statista Research Department seperti dikutip Bank DBS Indonesia pun memperkirakan HNWI di Indonesia meningkat dua kali lipat pada tahun 2020-2025. Katalisatornya adalah perpindahan kekayaan ke generasi selanjutnya atau yang lebih muda.

Baca juga: Konsolidasi Fiskal, Pembiayaan Utang Drop 62,4%

TPC sendiri mengidentifikasi tren generasi muda HNWI sejak Agustus 2021, yang saat ini mencapai 11% dari total nasabah. Potensi besar untuk terus tumbuh karena studi terhadap market yang dilakukan oleh TPC dengan Wunderman Thompson (2021) menunjukkan bahwa saat ini hampir separuh (48 %) dari HNWI di Indonesia berusia di bawah 40 tahun.

Rudy menyatakan, fenomena tersebut yang mendorong perusahaan untuk mulai fokus membidik nasabah HNWI dari generasi muda. Mereka terbagi atas tiga kategori yakni mewarisi bisnis keluarganya (business inheritor), memiliki usaha atau entrepreneur sesuai preferensi mereka (passion pathfinder), dan mereka yang tetap di jalur profesional sebagai karyawan namun merupakan bagian dari keluarga HNWI (career climber).

Rudy menilai, ketiga karakter itu menghadapi tekanan parameter kesuksesan generasi sebelumnya serta kebutuhan menjaga dan mengoptimalkan semua yang telah diraih. Apalagi data Williams Group Wealth Consultant menerangkan kekayaan keluarga mengalami penurunan lebih dari 50% di generasi berikutnya disebabkan perselisihan keluarga (60%), kurangnya persiapan ahli waris (25%), dan penyebab lain seperti pajak dan legal (15%).

Baca juga: Kolaborasi Antar Negara Akan Hilangkan Standar Ganda Tentang Industri Hijau dan EBT

Tekanan ini menjadi semakin berat karena hanya 9,8% HNWI generasi muda yang memiliki literasi finansial untuk memilah data dan informasi dalam pengambilan keputusan finansial. "Mengacu pada data tersebut, DBS Treasure Private Client memiliki peran penting sebagai mitra manajemen kekayaan untuk mendukung nasabah menavigasi kompleksitas pasar agar selalu terdepan melalui personal growth dan curated wealth solutions," jelas Rudy.

Kini, perseroan telah menambah program baru yaitu Curated Privileges for Generations. Layanan itu memudahkan nasabah turut mengajak hingga empat orang anggota keluarganya untuk bergabung sebagai nasabah TPC. Termasuk menikmati kemudahan layanan transaksi dan investasi melalui digibank by DBS.

Dia menambahkan, saat ini layanan digibank hampir menembus satu juta pengguna. Selain terus menambah fitur, bank fokus untuk menambah pengguna aktif pasca dilakukannya kurasi pengguna tidak aktif (dormant). "Kita tidak bermain banyak-banyakan pengguna. Kalau begitu burning money lagi, lalu kapan kita profitable-nya? Bank seperti kita sekarang bicara kualitas dibandingkan kuantitas," tutup Rudy. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN