Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi investasi reksa dana.

Ilustrasi investasi reksa dana.

Rupiah Terdepresiasi, Bahana TCW Tekankan Diversifikasi Investasi

Jumat, 4 November 2022 | 16:44 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Bahana TCW proyeksikan nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah (depresiasi) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus berlanjut dan semakin besar. Hal ini seiring dengan agresivitas Bank Sentral Amerika Serikat yang terus menaikkan suku bunga acuan. Kondisi ini perlu direspon masyarakat dengan melakukan diversifikasi investasi guna menjaga return investasi terjaga optimal.

Baca juga: BRI Finance Optimistis Raih Pertumbuhan Pembiayaan hingga 25% di 2023

Direktur PT Bahana TCW Investment Management Danica Adhitama mengatakan, sejak awal tahun (year to date/ytd) hingga awal November 2022, Rupiah telah melemah sebesar 9,65% terhadap dolar AS. Tekanan ini salah satunya disebabkan oleh langkah The Fed yang sejak awal tahun telah menaikkan suku bunga hingga 3,75%, jumlah ini lebih besar dari bank sentral negara manapun di dunia termasuk Bank Indonesia.

“Bukan tidak mungkin pelemahan ini akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan. Meskipun kami melihat pelemahan ini tidak akan terjadi secara menahun, momentum seperti ini memerlukan kejelian masyarakat dalam melakukan diversifikasi investasi khususnya kepada investasi berdenominasi Dollar, untuk menjaga tingkat pengembalian investasinya tetap optimal,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (4/11/22).

Baca juga:  Perkuat Digitalisasi, Strategi MPM Group Jaga Pertumbuhan Kinerja

Ia menambahkan, di tengah tekanan terhadap Rupiah seperti saat ini, Bahana TCW memiliki salah satu produk Reksa Dana Pasar Uang mencatatkan kinerja optimal yakni Reksadana Bahana Liquid USD, yang diluncurkan sejak Agustus 2014 ini telah mencatatkan kinerja yang cemerlang sekaligus dapat menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk melakukan diversifikasi investasi ke dalam denominasi Dollar Amerika Serikat (AS).

Kinerja Reksa Dana Bahana Liquid USD (BLU) selama 1 tahun terakhir berhasil mencetak tingkat return sebesar 0,34% per 31 Oktober 2022. Namun, seiring dengan perbankan yang turut menaikkan tingkat suku bunga deposito denominasi Dolar AS sebagai respon dari tren kenaikan tingkat suku bunga global, maka dalam sebulan terakhir saja BLU berhasil mencetak tingkat return 0,06%. Jika diasumsikan rate ini bertahan bahkan terus meningkat dalam satu tahun ke depan, maka BLU berpotensi untuk dapat mencetak tingkat return sebesar 1 – 1,30% per annum.

Baca juga: Pasar Kripto Terus Sideways Waspada Sentimen Makroekonomi

Tentunya kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa yang akan datang dan angka ini relatif lebih besar dibanding dengan tingkat suku bunga deposito valas di beberapa bank besar nasional. Tingginya minat investor atas produk ini tercermin dari pesatnya pertumbuhan dana kelolaan yang pada awal bulan November ini sudah menembus angka US$ 133 juta atau setara lebih dari Rp 2 triliun, naik lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun 2022.

“Langkah beberapa bank yang mulai menaikkan tingkat suku bunga deposito valas merupakan indikator yang jelas bagi investor untuk memanfaatkan momentum peningkatan return Reksa Dana Pasar Uang beberapa waktu ke depan. Analisa kami tren peningkatan return ini akan terus terjaga. Mengingat tren kenaikan tingkat suku bunga The Fed diperkirakan akan terus terjadi setidaknya hingga awal tahun mendatang,” tambah Danica.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com