Menu
Sign in
@ Contact
Search
Insight

Insight

Insight Sarankan Investor Diversifikasi Investasi di Tengah Ketidakpastian

Kamis, 10 November 2022 | 20:52 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur PT Insight Investments Management Ria Meristika Warganda menyarankan agar para investor tetap melakukan diversifikasi investasi dengan memilih instrumen investasi yang tepat di tengah proyeksi perlambatan ekonomi Indonesia pada 2023. Salah satu produk investasi yang direkomendasikan adalah Reksa Dana Pasar Uang Insight Money (Reksa Dana I-Money).

“Secara historis pertumbuhan return (imbal hasil) Reksa Dana Insight Money sejak diluncurkan dari 26 Agustus 2015 jauh mengungguli benchmarknya yaitu Infovesta Money Market Fund Index dan Infovesta 90 Money Market Fund Index sehingga Reksa Dana Pasar Uang Insight Money memiliki kinerja yang relatif stabil dan tahan banting saat pasar mengalami berbagai ketidakpastian dan volatilitas tinggi. Selain itu Reksa Dana Pasar Uang Insight Money juga menawarkan likuiditas yang tinggi karena para investor dapat membeli/menjual kapan pun investasinya tanpa dikenakan biaya pembelian maupun penjualan,”kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Insight Gelar Program Bansos dan Pendidikan di Riau

Ria menambahkan, untuk menjadi investor dari Reksa Dana Pasar Uang Insight Money tidak memerlukan modal dana investasi yang besar, tapi cukup dengan minimal pembelian Rp 100.000, para investor sudah dapat mendiversifikasikan dananya ke berbagai instrumen surat berharga dengan durasi di bawah 1 tahun dan juga deposito.

Tercatat sejak Agustus 2015 hingga 30 September 2022 (selama 7 tahun), Reksa Dana Pasar Uang Insight Money mampu membukukan keuntungan 57,46%, jauh di atas Infovesta Money Market Fund Index (39,96%) dan Infovesta 90 Money Market Fund Index (34,97%)

Menurut Ria, kinerja imbal hasil Reksa Dana I-Money mampu bertahan dari berbagai volatilitas pasar sejak peluncuran. Sebab mayoritas underlying asset Reksa Dana I-Money berupa efek utang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Durasi yang rendah ini menyebabkan sensitivitas harga terhadap perubahan suku bunga juga lebih rendah dan membuatnya cenderung lebih stabil.

Selanjutnya, Ria mengatakan, Reksa Dana Insight Money juga memiliki fitur Corporate Social Responsibility (CSR) pada produknya, sehingga para investor yang berinvestasi pada produk Reksa Dana Insight Money secara langsung sudah dapat berpartisipasi dalam memberikan dampak sosial kepada sesama, melalui beragam program sosial kemanusiaan, sosial keagamaan, pendidikan, budaya, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Lebih Kuat

Sementara itu, Chief Investments Officer PT Insight Investments Management (Insight) Camar Remoa menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat kondisi perekonomian Indonesia masih lebih kuat dibandingkan negara-negara lain. “Pertama, kinerja neraca dagang Indonesi hingga Agustus 2022 tercatat selalu positif, ditopang peningkatan ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit, dan nikel yang solid. Bahkan, total nilai surplus neraca dagang sepanjang 8 bulan di 2022 sudah hampir menyamai pencapaian neraca dagang Indonesia sepanjang 2021,” kata dia.

Baca juga: Produk Reksa Dana Insight Raih Tiga Penghargaan Internasional

Kedua, kinerja neraca dagang Indonesia yang kuat pada 2022 ini mampu menyokong nilai tukar rupiah, sehingga depresiasi rupiah saat ini tidak separah mata uang negara-negara lain. Ketiga, sepanjang YTD 2022 pergerakan yield SBN (Surat Berharga Negara) tidak setinggi negara lain. Hal ini disebabkan oleh outflow terjadi pada porsi kepemilikan investor asing di SBN yang terus menurun sejak periode pandemi Covid-19. Dengan porsi kepemilikan investor asing yang sudah mulai terbatas (sebesar 14.7% pada 23 September 2022), harapannya capital outflow pada pasar obligasi sudah mulai mereda.

Keempat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh positif per 26 September 2022 dan mampu membukukan net inflow dibandingkan 2021. Hal ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan laba bersih emiten IHSG sepanjang 2022. Kelima, rasio net ekspor-impor Indonesia terhadap real GDP Indonesia saat ini memiliki nilai yang tidak signifikan, yaitu 5,66%. Angka ini mencerminkan eksposur Indonesia terhadap aktivitas ekonomi dunia relatif terbatas, sehingga apabila dunia mengalami tekanan atau resesi global, dampaknya terhadap ekonomi Indonesia akan relatif terbatas. Kondisi ini berbeda jauh dengan negara yang memiliki rasio net ekspor-impor terhadap Real GDP jauh lebih tinggi, misalnya Singapura yang bisa mencapai angka 29%.

Keenam, aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia yang tetap mendukung pertumbuhan Nilai Consumer Confidence Index (CCI) dan Retail Sales Index (RSI) Indonesia naik signifikan sepanjang 2022. Nilai indeks tersebut pada September 2022 masih di atas pre-pandemic level, yakni angka CCI di atas 110 dan angka RSI di atas 200, menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia yang kuat. Angka CCI di atas 110 tersebut juga didukung oleh optimisme tinggi masyarakat di sektor konsumsi, yang direpresentasikan oleh angka-angka Economic Expectation Index di atas 100 dan Current Economic Index di atas 100, serta Income Expectation 6 Month Index, Business Activities Expectation 6 Month Index, dan Job Availability Expectation 6 Month Index yang semuanya masih di atas 100.

Dengan outlook optimisme masyarakat pada aktivitas konsumsi yang tetap tinggi, maka ekspektasi angka konsumsi ke depan juga akan tetap tinggi. Sejalan dengan sektor konsumsi masih menjadi kontributor GDP Indonesia terbesar (tercatat 61.05% pada Q2/2022) maka pertumbuhan GDP Indonesia ke depan pun diproyeksikan tetap tinggi.

Camar juga menyampaikan bahwa sangat penting bagi para investor untuk mengetahui kondisi perekonomian Indonesia di tengah adanya proyeksi resesi 2023. “Berbagai kondisi, mulai dari kinerja neraca dagang Indonesia yang tetap positif, rupiah yang masih mampu bertahan, hingga aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia yang masih terbilang cukup baik, tentunya membuat para investor bisa sedikit lebih tenang di tengah adanya kabar proyeksi resesi pada 2023,” ungkap Camar.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com